3 Negara Pembakar Alquran Jadi Target Serangan dan Pengeboman
Kamis, 10 Agustus 2023 - 23:55 WIB
loading...
Pembakaran Alquran di Swedia, Denmark dan Belanda memicu risiko keamanan bagi warga ketiga negara tersebut. Foto/Reuters
A
A
A
STOCKHOLM - Seperti banyak diprediksi banyak analis, 3 negara yang kerap menjadi lokasi pembakaran Alquran menjadi target serangan dan pengeboman oleh kelompok militan. Hal itu sudah disadari sebagai konsekuensi membangkitkan kebencian.
"Swedia, Denmark, dan Belanda sekarang menempati urutan teratas daftar prioritas beberapa kelompok teroris," kata Magnus Sjoberg, kepala departemen kontraterorisme di Polisi Keamanan negara itu, dilansir RT. Dia mengatakan, tingkat ancaman yang tinggi terkait dengan serangkaian aksi pembakaran Alquran di tiga negara tersebut
Berbicara kepada kantor berita Swedia TT , Sjoberg mengungkapkan bahwa dinas keamanan telah melihat komunikasi dari dalam beberapa organisasi teroris mengenai tiga negara Eropa, menambahkan bahwa ancaman tersebut sekarang menjadi “lebih nyata.”
Namun, dia mencatat bahwa sementara polisi Swedia telah meningkatkan keahlian kontraterorisme mereka dalam beberapa tahun terakhir, “tidak ada dari kami yang dapat menjamin bahwa tidak akan ada serangan.”
Baca Juga: Muslim Denmark: Pembakaran Alquran Bukan Kebebasan Berekspresi
Menurut Expressen, sebuah bom dilemparkan ke arah pintu masuk Kedutaan Besar Swedia di Beirut, Lebanon pada malam hari. Perangkat dilaporkan gagal meledak. Surat kabar itu, mengutip sumber polisi setempat, mengklaim bahwa upaya penyerangan itu terkait dengan serangkaian aksi pembakaran Alquran baru-baru ini di Swedia.
Menteri Luar Negeri Swedia Tobias Billstrom men-tweet bahwa "sangat beruntung tidak ada yang terluka." Baru-baru ini pada akhir Juli, sepasang imigran Kristen Irak menginjak salinan Alquran dan membakar beberapa halaman di depan gedung parlemen Swedia.
"Swedia, Denmark, dan Belanda sekarang menempati urutan teratas daftar prioritas beberapa kelompok teroris," kata Magnus Sjoberg, kepala departemen kontraterorisme di Polisi Keamanan negara itu, dilansir RT. Dia mengatakan, tingkat ancaman yang tinggi terkait dengan serangkaian aksi pembakaran Alquran di tiga negara tersebut
Berbicara kepada kantor berita Swedia TT , Sjoberg mengungkapkan bahwa dinas keamanan telah melihat komunikasi dari dalam beberapa organisasi teroris mengenai tiga negara Eropa, menambahkan bahwa ancaman tersebut sekarang menjadi “lebih nyata.”
Namun, dia mencatat bahwa sementara polisi Swedia telah meningkatkan keahlian kontraterorisme mereka dalam beberapa tahun terakhir, “tidak ada dari kami yang dapat menjamin bahwa tidak akan ada serangan.”
Baca Juga: Muslim Denmark: Pembakaran Alquran Bukan Kebebasan Berekspresi
Menurut Expressen, sebuah bom dilemparkan ke arah pintu masuk Kedutaan Besar Swedia di Beirut, Lebanon pada malam hari. Perangkat dilaporkan gagal meledak. Surat kabar itu, mengutip sumber polisi setempat, mengklaim bahwa upaya penyerangan itu terkait dengan serangkaian aksi pembakaran Alquran baru-baru ini di Swedia.
Menteri Luar Negeri Swedia Tobias Billstrom men-tweet bahwa "sangat beruntung tidak ada yang terluka." Baru-baru ini pada akhir Juli, sepasang imigran Kristen Irak menginjak salinan Alquran dan membakar beberapa halaman di depan gedung parlemen Swedia.
Lihat Juga :