Peneliti Ungkap Covid-19 Telah Bermutasi Hampir 600 Kali di Bangladesh

Rabu, 29 Juli 2020 - 23:33 WIB
loading...
A A A
"Dalam sampel Bangladesh, kami telah mendeteksi jenis semua negara, tetapi kebanyakan dari negara-negara Eropa," ujar Khan.

Infeksi terus meningkat di Bangladesh, yang sejauh ini memiliki lebih dari 200 ribu kasus yang dikonfirmasi. Khan menunjuk satu jenis, nomor protein 614, sebagai penyebab utama di balik penyebaran virus di negara itu. “Dalam 95 persen kasus, galur D614G terdeteksi selama pengurutan. Ini adalah alasan utama infeksi di Bangladesh," ucapnya.

( Baca juga: Positif Corona, Pemain Real Madrid ini Ucapkan Terima Kasih )

Para ahli sebelumnya mencatat bahwa tingkat mutasi Covid-19 mirip dengan virus Corona lainnya. Pada bulan April, Emma Hodcroft, co-developer Nextstrain, sebuah platform yang menggunakan data open-source untuk memeriksa potensi ilmiah dan kesehatan masyarakat dari data genom patogen, mengatakan bahwa sementara Covid-19 bermutasi, itu tidak melakukannya pada tingkat yang mengkhawatirkan.

“Dua jenis strain yang berbeda masih memiliki kurang dari 40 mutasi dan keseluruhan genom memiliki 29 ribu basa. Jadi itu 40 dari 29 ribu. Jika Anda memilih dua strain secara acak, mereka akan lebih seperti 10-20 variasi, "katanya.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Menteri Bangladesh Selamatkan...
Menteri Bangladesh Selamatkan 'Donald Trump' dari Penyembelihan di Hari Raya Iduladha
Kepala WHO Peringatkan...
Kepala WHO Peringatkan Lebih Banyak Kasus Hantavirus akan Muncul
WHO: Wabah Hantavirus...
WHO: Wabah Hantavirus Bukan Awal Pandemi Covid-19 Berikutnya
BNP Menang Pemilu Bangladesh,...
BNP Menang Pemilu Bangladesh, Raih 209 dari 297 Kursi
Dubes LBBP RI Listyowati...
Dubes LBBP RI Listyowati Serahkan Surat Kepercayaan kepada Presiden Bangladesh
Zat Kimia Persisten...
Zat Kimia Persisten Ditemukan dalam 98,8% Darah Warga AS
Wabah Ebola RD Kongo...
Wabah Ebola RD Kongo Tembus 2.000 Kasus, Tewaskan 754 Korban
Trump Tiba-Tiba Berterima...
Trump Tiba-Tiba Berterima Kasih kepada Iran saat 2 Negara Sedang Perang, Ada Apa?
Rekomendasi
Mesin Diesel dan Bensin...
Mesin Diesel dan Bensin Toyota Kini Jadi Alat Peraga di Dua SMK Lombok, Ini Alasannya
Seleksi Mandiri Nilai...
Seleksi Mandiri Nilai UTBK Universitas Brawijaya 2026 Resmi Dibuka, Cek Infonya
Agent Kim Reactivated...
Agent Kim Reactivated Rajai Netflix Global, Jadi Drama Korea Terpopuler di 22 Negara
Berita Terkini
Israel Marah atas Runtuhnya...
Israel Marah atas Runtuhnya Dukungan AS, Padahal Sudah Bayar Buzzer Rp26,8 Miliar Per Bulan
Balas AS, Iran Ancam...
Balas AS, Iran Ancam Serang Habis-habisan Infrastruktur Regional
Trump Tuduh China Ikut...
Trump Tuduh China Ikut Campur Pemilu AS: Kompromi Data Terbesar dalam Sejarah!
China Investasikan Rp900...
China Investasikan Rp900 Triliun untuk Pelabuhan Afrika, Analis Soroti Risiko Utang
Ini 2 Kapal Induk dan...
Ini 2 Kapal Induk dan 22 Kapal Perang AS yang Blokade Iran
Media China Gambarkan...
Media China Gambarkan Orang Filipina sebagai Monyet, Manila Marah
Infografis
Berlian Hampir Setengah...
Berlian Hampir Setengah Kilogram Ditemukan, Terbesar Kedua di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved