Robot Perawat dan Tes Skala Besar, Cara Rwanda 'Kalahkan' Covid-19
Rabu, 29 Juli 2020 - 16:50 WIB
loading...
A
A
A
Beberapa sampel darah dikumpulkan dalam satu batch dan mengujinya bersama-sama. Jika ada hasil positif, maka setiap sampel individu dalam batch diuji. Teknik ini memungkinkan untuk pengujian lebih cepat. Tes bahkan sedang dilakukan di jalan, dengan proses memakan waktu sekitar lima menit.
"Jadi, setiap kali seseorang mengendarai kendaraan, sepeda, sepeda motor atau bahkan berjalan, semua orang ditanya apakah Anda ingin diuji. Semua sampel ini dikirim hari itu ke lab. Kami punya laboratorium besar di sini di Kigali. Kami juga memiliki enam laboratorium lain di provinsi lain," jelas Sabin Nsanzimana, direktur jenderal Pusat Biomedis Rwanda, kelompok yang ditugasi oleh Kementerian Kesehatan Rwanda, seperti dilansir Al Arabiya.
Mantan Menteri Kesehatan Rwanda, Agnes Binagwaho menuturkan, keberhasilan Rwanda dalam menangani Covid-19 didasarkan pada beberapa faktor. Pertama, pihak berwenang telah fokus pada pembangunan sistem perawatan kesehatan yang terdesentralisasi, berfokus pada tingkat masyarakat.
"Rwanda telah memprioritaskan sistem perawatan kesehatan yang didesentralisasi. Ini telah menyebabkan tenaga kesehatan masyarakat didistribusikan di seluruh negeri, dan mendapatkan dukungan di seluruh spektrum," ucapnya.
Kedua, pihak berwenang Rwanda telah meningkatkan pengalaman mereka dengan penyakit menular lainnya, di mana dia mengatakan bahwa mesin utama yang sedang digunakan untuk menguji Covid-19 sudah ada untuk mengatasi infeksi HIV. “Mesin utama yang kami gunakan untuk pengujian Covid-19 adalah mesin HIV yang (sudah) ada di sana,” katanya.
"Jadi, setiap kali seseorang mengendarai kendaraan, sepeda, sepeda motor atau bahkan berjalan, semua orang ditanya apakah Anda ingin diuji. Semua sampel ini dikirim hari itu ke lab. Kami punya laboratorium besar di sini di Kigali. Kami juga memiliki enam laboratorium lain di provinsi lain," jelas Sabin Nsanzimana, direktur jenderal Pusat Biomedis Rwanda, kelompok yang ditugasi oleh Kementerian Kesehatan Rwanda, seperti dilansir Al Arabiya.
Mantan Menteri Kesehatan Rwanda, Agnes Binagwaho menuturkan, keberhasilan Rwanda dalam menangani Covid-19 didasarkan pada beberapa faktor. Pertama, pihak berwenang telah fokus pada pembangunan sistem perawatan kesehatan yang terdesentralisasi, berfokus pada tingkat masyarakat.
"Rwanda telah memprioritaskan sistem perawatan kesehatan yang didesentralisasi. Ini telah menyebabkan tenaga kesehatan masyarakat didistribusikan di seluruh negeri, dan mendapatkan dukungan di seluruh spektrum," ucapnya.
Kedua, pihak berwenang Rwanda telah meningkatkan pengalaman mereka dengan penyakit menular lainnya, di mana dia mengatakan bahwa mesin utama yang sedang digunakan untuk menguji Covid-19 sudah ada untuk mengatasi infeksi HIV. “Mesin utama yang kami gunakan untuk pengujian Covid-19 adalah mesin HIV yang (sudah) ada di sana,” katanya.
Lihat Juga :