Bentrokan Pecah di Festival Eritrea, 52 Terluka dan 100 Ditahan
Jum'at, 04 Agustus 2023 - 02:18 WIB
loading...
Massa anti-pemerintah menyerbu Festival Eritrea-Skandinavia yang dihelat di barat laut Ibu Kota Swedia, Stockholm, membuat 52 orang terluka dan 100 lainnya ditangkap. Foto/Al Arabiya
A
A
A
STOCKHOLM - Polisi dan pejabat kesehatan kota Stockholm, Swedia , melaporkan lebih dari 50 orang terluka dan belasan orang ditahan ketika bentrokan pecah di festival pro-pemerintah Eritrea , dengan pengunjuk rasa anti-pemerintah merusak properti di lokasi.
“Pertemuan publik lainnya terjadi di dekat lokasi festival, di mana terjadi kerusuhan hebat,” kata polisi, menambahkan dalam sebuah pernyataan bahwa mereka telah menahan sekitar seratus orang seperti dilansir dari Al Arabiya, Jumat (4/8/2023).
Polisi mengatakan mereka tetap berada di tempat kejadian di pinggiran barat laut Stockholm dan melanjutkan upaya mereka untuk mencegah tindakan kriminal dan memulihkan ketertiban.
Pihak kepolisian mengatakan mereka juga telah membuka penyelidikan atas kerusuhan dan pembakaran yang disertai kekerasan serta menghalangi pekerjaan polisi dan layanan penyelamatan.
Baca Juga: Presiden Eritrea: AS Panik Lihat Hubungan Afrika dengan Rusia
Tabloid Swedia, Expressen melaporkan, sekitar 1.000 pengunjuk rasa anti-pemerintah Eritrea yang diberi izin mengadakan aksi protes di dekat festival menerobos penghalang polisi saat mereka menyerbu kegiatan tersebut.
“Pertemuan publik lainnya terjadi di dekat lokasi festival, di mana terjadi kerusuhan hebat,” kata polisi, menambahkan dalam sebuah pernyataan bahwa mereka telah menahan sekitar seratus orang seperti dilansir dari Al Arabiya, Jumat (4/8/2023).
Polisi mengatakan mereka tetap berada di tempat kejadian di pinggiran barat laut Stockholm dan melanjutkan upaya mereka untuk mencegah tindakan kriminal dan memulihkan ketertiban.
Pihak kepolisian mengatakan mereka juga telah membuka penyelidikan atas kerusuhan dan pembakaran yang disertai kekerasan serta menghalangi pekerjaan polisi dan layanan penyelamatan.
Baca Juga: Presiden Eritrea: AS Panik Lihat Hubungan Afrika dengan Rusia
Tabloid Swedia, Expressen melaporkan, sekitar 1.000 pengunjuk rasa anti-pemerintah Eritrea yang diberi izin mengadakan aksi protes di dekat festival menerobos penghalang polisi saat mereka menyerbu kegiatan tersebut.
Lihat Juga :