Beaver, Drone Kamikaze Jarak Jauh Ukraina yang Jadi Momok Pertahanan Udara Moskow

Selasa, 01 Agustus 2023 - 20:32 WIB
loading...
Beaver, Drone Kamikaze...
Beaver, drone kamikaze jarak jauh Ukraina yang jadi momok pertahanan udara Moskow. Foto/gagadget.com
A A A
KIEV - Sejumlah ahli menduga Ukraina kemungkinan menggunakan pesawat tanpa awak atau drone kamikaze baru untuk menargetkan Moskow. Dugaan ini sejalan perang drone di Ukrain yang mulai terasa di jantung Ibu Kota Rusia itu.

Akun intelijen open-source telah menyebut bahwa drone "Beaver" Ukraina mungkin berada di balik serangan terhadap Moskow yang baru-baru ini terjadi, seperti yang dituduhkan Kremlin pada Kiev.

Ukraina jarang mengaku bertanggung jawab secara resmi atas serangan drone di wilayah Rusua. Namun pejabat Ukraina terkadang menggunakan media sosial untuk merujuknya.

Dalam pidato malamnya pada hari Minggu, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky tidak mengatakan Kiev telah mengatur serangan terbaru, tetapi mengatakan bahwa perang secara bertahap kembali ke wilayah Rusia, dan ini adalah proses yang tak terhindarkan, alami dan benar-benar adil.

Baca Juga: Moskow Diserang Drone, Zelensky: Perang Akan Datang ke Rusia

Hanya sedikit yang diketahui tentang drone Beaver ini. Meski begitu, para ahli telah mengambil apa yang mereka bisa dari rekaman yang muncul untuk menunjukkan bahwa drone itu menargetkan Moskow.

Beaver secara luas mirip dengan drone Shahed buatan Iran. Juga dikenal sebagai drone serang satu arah Geran-2, ini sering digunakan oleh Rusia untuk menargetkan Ukraina, menurut Justin Bronk, seorang peneliti senior di think tank Royal United Services Institute yang berbasis di London.

"Dari gambar dan video yang tersedia, drone yang digunakan untuk melawan Moskow terlihat memiliki berat dan ukuran yang sebanding dengan Shahed, meskipun lebar sayapnya sedikit lebih besar," katanya seperti dikutip dari Newsweek, Selasa (1/8/2023).

"Beaver terlihat memiliki mesin bensin yang relatif kecil," tambahnya tetapi diyakini memiliki jangkauan lebih dari 1.000 kilometer, atau sekitar 620 mil.

Para ahli menggambarkan Beaver sebagai drone jenis canard, dengan sayap depan kecil di depan sayap utamanya, yang memberinya bentuk yang sangat khas, menurut ahli drone yang berbasis di Inggris, Steve Wright.

"(Pesawat) itu terbang sangat lambat dan sangat mantap, dengan penekanan yang jelas pada jangkauan," katanya kepada Newsweek.

Dari rekaman yang tersedia saat ini, kata para ahli, tampaknya drone itu memiliki mesin pembakaran internal. Menurut Wright, drone tersebut dilengkapi dengan baling-baling dan undercarriage, yang menunjukkan itu diluncurkan ke udara dari landasan.

Drone serupa, atau setidaknya bagian dari desain Beaver, telah ada selama bertahun-tahun, meskipun tidak ada indikasi bahwa Beaver dalam bentuk yang terlihat di atas Moskow digunakan sebelum dimulainya perang habis-habisan di Ukraina pada Februari 2022, kata analis.

Jenis kendaraan udara tak berawak khusus ini juga belum diamati di bagian lain dari konflik tersebut, Akshara Parakala, kepala analis penerbangan di badan intelijen pertahanan Janes, mengatakan kepada Newsweek.

"Drone yang mirip dengan Beaver biasanya beroperasi di ketinggian sekitar 18.000 kaki," kata Parakala, mengutip penelitian Janes.

Yang kurang jelas adalah seberapa baik drone "Beaver" mampu mengatasi gangguan navigasi — sesuatu yang dikuasai oleh Shahed.

"Kendaraan udara tak berawak yang dirancang Iran menggunakan beberapa jenis navigasi," kata Bronk, membuat jamming atau spoofing menjadi kurang efektif.

Sulit untuk mengatakan seberapa baik drone Beaver mengelola pertahanan peperangan elektronik yang ekstensif yang dipasang di dan sekitar Moskow, kata Bronk.

Kremlin mengatakan pada Minggu pagi bahwa Moskow telah diserang oleh tiga drone Ukraina. Satu ditembak jatuh oleh sistem pertahanan udara di Moskow barat, kata kementerian itu, dengan dua kendaraan udara tak berawak lainnya ditekan melalui peperangan elektronik.

Pemerintah Rusia mengatakan drone tersebut kehilangan kendali dan menabrak bangunan non-perumahan. Sedangkan Wali Kota Moskow Sergey Sobyanin mengatakan dua gedung perkantoran rusak ringan dalam serangan hari Minggu.

Baca Juga: Lagi, Drone Ukraina Serang Moskow

"Menabrak bangunan seperti itu tidak sejalan dengan doktrin militer Ukraina, dan menunjukkan ada gangguan signifikan yang bekerja melawan UAV," ujar Bronk.

"Namun tetap akan ada efek psikologis yang disengaja untuk membawa perang ke ibu kota Rusia dan penduduk Rusia," imbuhnya.

Beaver pasti bisa "rentan" terhadap peperangan elektronik dan jamming, tambah Wright, tetapi itu akan menjadi "kemenangan besar" bagi operator jika bahkan satu atau dua drone mampu menghindari sistem pertahanan.

Di masa depan, seperti halnya Shahed, mereka kemungkinan besar akan digunakan dalam kawanan yang jauh lebih besar untuk mengalahkan pertahanan udara, saran Wright.
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tiru Strategi Iran,...
Tiru Strategi Iran, Ukraina Tembakkan 323 Drone ke Wilayah Rusia pada Malam Hari
10 Mata-mata Perang...
10 Mata-mata Perang Dingin yang Tak Pernah Takut Mati
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
Hongaria Bersihkan Jaringan...
Hongaria Bersihkan Jaringan Viktor Orban, Ini 3 Alasan Rusia Akan Kehilangan Aliansi Utama
Rusia Tuding NATO Akan...
Rusia Tuding NATO Akan Gelar Operasi Barbarossa Hitler pada 2030, Apakah Akan Berhasil?
Teken Kerja Sama Hukum,...
Teken Kerja Sama Hukum, Indonesia dan Rusia Perkuat Mutual Legal Assistance
Kematian Akibat Wabah...
Kematian Akibat Wabah Ebola di RD Kongo Tembus 200 Orang
Gempa M7,2 di Jepang:...
Gempa M7,2 di Jepang: Gedung-Gedung di Tokyo Berguncang, Korban Nihil
Rekomendasi
Bank Mandiri Taspen...
Bank Mandiri Taspen dan PNM Gelar Pelatihan Vokasi untuk Difabel di Brebes
Keberlangsungan Energi...
Keberlangsungan Energi Listrik vs Dominasi Oligarki Batubara
Sarwendah Undang Ruben...
Sarwendah Undang Ruben Onsu Bertemu 11 Juli, Konflik Keluarga Diharapkan Berakhir Damai
Berita Terkini
Menlu Iran Bilang Hamas:...
Menlu Iran Bilang Hamas: Gaza Penting dalam Negosiasi dengan AS
Netanyahu Terpaksa Terima...
Netanyahu Terpaksa Terima Gencatan Senjata, Israel Bersiap Tarik Pasukan
PBB Ungkap Israel Bunuh...
PBB Ungkap Israel Bunuh Lebih dari 20.000 Anak Palestina
Venezuela Umumkan Keadaan...
Venezuela Umumkan Keadaan Darurat setelah Diguncang 2 Gempa Dahsyat, 32 Orang Tewas
Mengapa Negara-negara...
Mengapa Negara-negara Arab Khawatir Kesepakatan Iran Jadi Titik Balik yang Membawa Bencana?
Ketika Paris Lebih Panas...
Ketika Paris Lebih Panas dari Makkah, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Infografis
AS Jual Sistem Pertahanan...
AS Jual Sistem Pertahanan Udara HAWK Rp2,1 Triliun ke Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved