Kisah Rusia Peroleh Rahasia Nuklir AS dan Targetkan Oppenheimer Si Bapak Bom Atom

Minggu, 30 Juli 2023 - 01:15 WIB
loading...
A A A
Beberapa ilmuwan yang bekerja di Proyek Manhattan memberikan informasi penting tentang penelitian bom atom AS ke Uni Soviet.

Film "Oppenheimer" berfokus pada Klaus Fuchs, seorang ahli fisika teoretis brilian yang melarikan diri dari Nazi Jerman ke Inggris dan menjadi subjek naturalisasi Inggris.

Sejak dia mulai mengerjakan proyek bom atom masa perang Inggris, Fuchs kemudian menggambarkannya sebagai "kontak terus-menerus" dengan intelijen Soviet, memberikan kalkulasi teoretis yang diperlukan untuk membuat bom atom.

Jenderal Leslie Groves, komandan militer Proyek Manhattan, kemudian menyalahkan Inggris karena gagal mengidentifikasi Fuchs sebagai mata-mata Soviet. Itu benar. Tetapi dokumen yang dideklasifikasi tentang Fuchs dari dinas keamanan Inggris; MI5, menunjukkan bahwa pada saat itu, agensi tersebut tidak memiliki bukti komunisme Fuchs yang positif dan dapat diandalkan. MI5 tahu bahwa Fuchs anti-Nazi, tapi bukan karena dia pro-Soviet.

Mata-mata lain di Los Alamos termasuk seorang ilmuwan luar biasa; Theodore “Ted” Hall (nama kode MLAD, atau “Young”); Julius Rosenberg (nama kode ANTENNA, kemudian LIBERAL); David Greenglass (BUMBLEBEE, CALIBER), dan ilmuwan Inggris Alan Nunn May memiliki banyak motif untuk mengkhianati rahasia atom AS.

Mereka adalah penganut komunis sejati dan menganggap senjata atom terlalu kuat untuk dipegang oleh satu negara saja.

Selain itu, mereka memiliki pembelaan salah arah—bahwa Uni Soviet adalah sekutu masa perang Amerika, jadi mereka “hanya” menyampaikan rahasia kepada pemerintah sekutu. Tapi seperti yang ditunjukkan Nolan dengan benar di filmnya, ketika Chevalier mendekati Oppenheimer dengan argumen yang sama, Oppenheimer membalas bahwa itu masih pengkhianatan.

Spionase Soviet di dalam Proyek Manhattan akan mengubah sejarah. Menjelang akhir Perang Dunia II, mata-mata Stalin telah mengirimkan rahasia bom atom ke Kremlin. Ini mempercepat proyek bom Moskow. Ketika Soviet meledakkan senjata atom pertama mereka pada Agustus 1949, itu adalah replika senjata yang dibuat di Los Alamos dan dijatuhkan oleh Amerika di Nagasaki.

Bahkan sekarang, hampir 80 tahun kemudian, rahasia tentang spionase nuklir Soviet masih muncul. Salah satu agen Soviet yang spionasenya baru saja terungkap adalah George Koval (nama kode DEVAL), seorang insinyur Amerika yang direkrut untuk Proyek Manhattan, di mana dia bekerja pada "pemrakarsa" bom polonium di sebuah fasilitas di Dayton, Ohio.

Setelah Koval meninggal pada tahun 2006, pada usia 93 tahun, Kementerian Pertahanan Rusia mengungkapkan bahwa pemrakarsa bom atom pertama Soviet telah disiapkan sesuai spesifikasi yang diberikan oleh Koval. Putin secara anumerta menghormati Koval sebagai "Pahlawan Rusia", menawarkan roti-sampanye untuk menghormatinya.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Langka, Putin Akui Rusia...
Langka, Putin Akui Rusia Krisis Bahan Bakar akibat Serangan Ukraina
Begini Cara Bos FIFA...
Begini Cara Bos FIFA Gunakan Geopolitik di Panggung Piala Dunia
Putin: Barat Coba Kacaukan...
Putin: Barat Coba Kacaukan Rusia karena Tak Mampu Mengalahkannya di Medan Perang
Media Pro-IRGC: Iran...
Media Pro-IRGC: Iran Mutlak Harus Memiliki Bom Nuklir
Inggris Sekarang Tanpa...
Inggris Sekarang Tanpa Kapal Selam Serang Nuklir Aktif, Jadi Tak Berdaya Melawan Rusia
Iran: Sifat Dasar AS...
Iran: Sifat Dasar AS Adalah Mengingkari Janji!
Hina Bosnia, Reporter...
Hina Bosnia, Reporter TV AS Akhirnya Minta Maaf
Teken Perjanjian Damai...
Teken Perjanjian Damai dengan AS, Dubes Iran: InsyaAllah Kita Dapat Perdamaian Permanen di Kawasan
Pakistan: Ada Pihak...
Pakistan: Ada Pihak Tak Ingin Iran Bangkit dari Puing-Puing Kehancuran
Rekomendasi
Bidik Suara Generasi...
Bidik Suara Generasi Muda, DPD Partai Perindo TTS Genjot Rekrutmen Kader hingga Akar Rumput
Roy Suryo Hadiri Sidang...
Roy Suryo Hadiri Sidang Perdana Praperadilan: Tidak Ada Upaya untuk Memperlambat Peristiwa Utamanya
Unpad, UB, dan UT Bantu...
Unpad, UB, dan UT Bantu Pelaku UMK Terdampak Bencana di Sumut lewat Program PMKI 2026
Berita Terkini
Langka, Putin Akui Rusia...
Langka, Putin Akui Rusia Krisis Bahan Bakar akibat Serangan Ukraina
Begini Cara Bos FIFA...
Begini Cara Bos FIFA Gunakan Geopolitik di Panggung Piala Dunia
47 Pejabat Ditangkap...
47 Pejabat Ditangkap karena Korupsi, Termasuk Anggota DPR
Putin: Barat Coba Kacaukan...
Putin: Barat Coba Kacaukan Rusia karena Tak Mampu Mengalahkannya di Medan Perang
Media Pro-IRGC: Iran...
Media Pro-IRGC: Iran Mutlak Harus Memiliki Bom Nuklir
Inggris Sekarang Tanpa...
Inggris Sekarang Tanpa Kapal Selam Serang Nuklir Aktif, Jadi Tak Berdaya Melawan Rusia
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved