Harga Mati, Putin Sebut Status Netral Ukraina Fundamental Bagi Rusia

Sabtu, 29 Juli 2023 - 13:58 WIB
loading...
A A A
Berbicara pada hari Jumat, presiden Rusia itu mengulangi posisinya yang lama bahwa krisis saat ini disebabkan oleh kudeta berdarah, anti-konstitusional, bersenjata tahun 2014 di Kiev, yang dilakukan dengan dukungan aktif dari Amerika Serikat (AS) dan pemerintah Barat lainnya.

Setelah kudeta, Crimea menyelenggarakan referendum untuk bergabung dengan Rusia. Kiev mengirim milisi militer dan nasionalis untuk menghancurkan perbedaan pendapat di wilayah Odessa dan Kharkov, tetapi menghadapi perlawanan di Donetsk dan Lugansk, yang akan mendeklarasikan kemerdekaan akhir tahun itu.

Perjanjian Minsk 2015 membayangkan sebuah proses di mana kedua wilayah dapat kembali ke Ukraina dengan jaminan otonomi, tetapi Kiev tidak pernah mengimplementasikannya.

Mantan pemimpin Jerman Angela Merkel pada Desember lalu mengklaim bahwa proses perjanjian Minsk hanyalah permainan waktu oleh Barat untuk mempersenjatai Ukraina untuk perang melawan Rusia. Mantan presiden Prancis, Francois Hollande, mendukung interpretasi Merkel.

Sebagai bagian dari Prakarsa Perdamaian Afrika, para pemimpin tujuh negara dari benua itu mengunjungi Ukraina dan Rusia pada pertengahan Juni lalu. Meskipun Moskow menyatakan minatnya untuk mengeksplorasi proposal Afrika lebih lanjut, Kiev bersikeras bahwa hanya formula perdamaiannya - rencana sepuluh poin yang merupakan penyerahan tanpa syarat Rusia - yang dapat diterima oleh Ukraina.

Baca Juga: September, Tank Abrams Amerika Dilaporkan Tiba di Ukraina
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jerman Berani Menolak...
Jerman Berani Menolak Loyal pada AS: 'Sesama Anggota NATO Jangan Mendikte!'
Serangan Rudal Gila-gilaan...
Serangan Rudal Gila-gilaan Rusia Gempur Ibu Kota Ukraina, 27 Orang Tewas
Rusia Balas Dendam!...
Rusia Balas Dendam! Rudal dan Drone Gempur Ukraina, 11 Orang Tewas
Demi Cinta Bertaruh...
Demi Cinta Bertaruh Nyawa, Pasangan Ini Lamaran di Puncak Gedung Empire State 443 Meter
Siapa Vadym Yermolaiev?...
Siapa Vadym Yermolaiev? Taipan Ukraina yang Terluka dalam Ledakan di Monako
Italia Blokir Bantuan...
Italia Blokir Bantuan Militer NATO kepada Ukraina Senilai Rp1.436 Triliun, Sinyal Kemenangan bagi Rusia?
Pemerintah Rusia Buka...
Pemerintah Rusia Buka Beasiswa S1 hingga S3 untuk Dosen dan Mahasiswa UNEJ
Jenazah Pemimpin Tertinggi...
Jenazah Pemimpin Tertinggi Ayatollah Khamenei Tiba di Teheran untuk Upacara Perpisahan
Keajaiban Gempa Venezuela,...
Keajaiban Gempa Venezuela, Pria Ini Selamat Setelah Terkubur 8 Hari di Reruntuhan Gedung 9 Lantai
Rekomendasi
Pemprov Jatim Dukung...
Pemprov Jatim Dukung BYD Tech-Culture Fest 2026
Sukun Disebut Superfood...
Sukun Disebut Superfood Lokal Indonesia, Guru Besar IPB Beberkan Keunggulannya
Transformasi BUMN Jalan...
Transformasi BUMN Jalan Terus lewat Peleburan 240 Perusahaan, Apa Manfaatnya?
Berita Terkini
IAEA Yakin Persediaan...
IAEA Yakin Persediaan Uranium yang Diperkaya Masih Tersimpan di Fasilitas Nuklir Iran
1.022 Bayi Termasuk...
1.022 Bayi Termasuk dari 21.500 Anak yang Tewas Selama Genosida 1.000 Hari di Gaza
Gelombang Panas Terus...
Gelombang Panas Terus Terjadi, Warga Prancis Serbu Supermarket, Berebut Beli AC
Jenazah Anggota Keluarga...
Jenazah Anggota Keluarga Khamenei akan Dimakamkan, Termasuk Cucunya Umur 3 Tahun
Uni Eropa Sembunyikan...
Uni Eropa Sembunyikan 17 File Rahasia Gaza, PBB Sebut Israel Lakukan Genosida
Diplomat AS Ingin Ubah...
Diplomat AS Ingin Ubah Taiwan Jadi Sarang Lebah Drone
Infografis
3 Alasan Ukraina Selalu...
3 Alasan Ukraina Selalu Didukung Barat dalam Melawan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved