Harga Mati, Putin Sebut Status Netral Ukraina Fundamental Bagi Rusia
Sabtu, 29 Juli 2023 - 13:58 WIB
loading...
Presiden Vladimir Putin mengatakan status netral Ukraina fundamental bagi Rusia. Foto/Ilustrasi
A
A
A
MOSKOW - Keanggotaan Ukraina di NATO merupakan ancaman eksistensial terhadap keamanan nasional Rusia dan tidak akan ditoleransi. Hal itu dikatakan oleh Presiden Rusia Vladimir Putin kepada perwakilan beberapa negara Afrika.
"Dalam dokumen yang mengantar kemerdekaan Ukraina dari Uni Soviet, tertulis dalam hitam dan putih bahwa Ukraina adalah negara netral," Putin mengingatkan para pemimpin Afrika yang berkunjung, selama bagian publik dari pertemuan mereka di St. Petersburg.
Presiden Rusia itu mengacu pada deklarasi tahun 1990 yang memproklamasikan Soviet Ukraina sebagai negara berdaulat yang akan berusaha untuk menjadi negara netral secara permanen.
“Ini adalah kepentingan mendasar. Mengapa Barat mulai menyeret Ukraina ke NATO tidak begitu jelas bagi kami. Tapi ini menciptakan, menurut kami, ancaman mendasar bagi keamanan kami,” ucap Putin.
"Kami tidak dapat menerima kemajuan infrastruktur militer menuju perbatasan kami dari sebuah blok yang secara de facto memusuhi kami," presiden Rusia itu menambahkan seperti dikutip dari Russia Today, Sabtu (29/7/2023).
Baca Juga: Intelijen AS Sebut China Kemungkinan Pasok Teknologi untuk Militer Rusia
"Dalam dokumen yang mengantar kemerdekaan Ukraina dari Uni Soviet, tertulis dalam hitam dan putih bahwa Ukraina adalah negara netral," Putin mengingatkan para pemimpin Afrika yang berkunjung, selama bagian publik dari pertemuan mereka di St. Petersburg.
Presiden Rusia itu mengacu pada deklarasi tahun 1990 yang memproklamasikan Soviet Ukraina sebagai negara berdaulat yang akan berusaha untuk menjadi negara netral secara permanen.
“Ini adalah kepentingan mendasar. Mengapa Barat mulai menyeret Ukraina ke NATO tidak begitu jelas bagi kami. Tapi ini menciptakan, menurut kami, ancaman mendasar bagi keamanan kami,” ucap Putin.
"Kami tidak dapat menerima kemajuan infrastruktur militer menuju perbatasan kami dari sebuah blok yang secara de facto memusuhi kami," presiden Rusia itu menambahkan seperti dikutip dari Russia Today, Sabtu (29/7/2023).
Baca Juga: Intelijen AS Sebut China Kemungkinan Pasok Teknologi untuk Militer Rusia
Lihat Juga :