Harga Mati, Putin Sebut Status Netral Ukraina Fundamental Bagi Rusia
Sabtu, 29 Juli 2023 - 13:58 WIB
loading...
A
A
A
Putin dan beberapa anggota misi perdamaian Uni Afrika bertemu untuk membahas konflik Ukraina, setelah KTT Rusia-Afrika selama dua hari yang dihadiri oleh perwakilan 49 negara dari benua tersebut.
Sementara Rusia selalu mengatakan siap untuk bernegosiasi untuk mengakhiri permusuhan, kata Putin, Ukraina telah mengeluarkan undang-undang yang melarang pembicaraan dengan Moskow dan mengingkari perjanjian yang dinegosiasikan pada Maret 2022 di Istanbul.
Menurut Putin, selama pertemuan tahun lalu di Turki, delegasi Ukraina pada awalnya setuju untuk menandatangani pakta netralitas yang juga akan membatasi senjata berat dan perangkat keras Ukraina. Namun, kesepakatan awal telah dibuang tak lama kemudian, kata pemimpin Rusia itu awal tahun ini.
Pejabat Ukraina meninggalkan negosiasi setelah menuduh militer Rusia melakukan kekejaman di Bucha dan daerah lain di sekitar ibu kota negara. Moskow membantah bahwa pasukannya membunuh warga sipil.
Kiev kemudian berpendapat bahwa negosiasi yang berarti tidak dapat dimulai sampai Moskow menyerahkan Crimea dan empat wilayah lainnya yang memilih untuk meninggalkan Ukraina dan menjadi bagian dari Rusia. Moskow berulang kali menekankan bahwa hal itu tidak mungkin.
Baca Juga: Bukan Pentagon, Inggris Malah Kirim Data Rudal Hipersonik ke Sekutu Putin
Sementara Rusia selalu mengatakan siap untuk bernegosiasi untuk mengakhiri permusuhan, kata Putin, Ukraina telah mengeluarkan undang-undang yang melarang pembicaraan dengan Moskow dan mengingkari perjanjian yang dinegosiasikan pada Maret 2022 di Istanbul.
Menurut Putin, selama pertemuan tahun lalu di Turki, delegasi Ukraina pada awalnya setuju untuk menandatangani pakta netralitas yang juga akan membatasi senjata berat dan perangkat keras Ukraina. Namun, kesepakatan awal telah dibuang tak lama kemudian, kata pemimpin Rusia itu awal tahun ini.
Pejabat Ukraina meninggalkan negosiasi setelah menuduh militer Rusia melakukan kekejaman di Bucha dan daerah lain di sekitar ibu kota negara. Moskow membantah bahwa pasukannya membunuh warga sipil.
Kiev kemudian berpendapat bahwa negosiasi yang berarti tidak dapat dimulai sampai Moskow menyerahkan Crimea dan empat wilayah lainnya yang memilih untuk meninggalkan Ukraina dan menjadi bagian dari Rusia. Moskow berulang kali menekankan bahwa hal itu tidak mungkin.
Baca Juga: Bukan Pentagon, Inggris Malah Kirim Data Rudal Hipersonik ke Sekutu Putin
Lihat Juga :