Kudeta Militer di Niger, Prigozhin: Perjuangan Rakyat Melawan Penjajah

Jum'at, 28 Juli 2023 - 20:53 WIB
loading...
Kudeta Militer di Niger,...
Demonstran pendukung kudeta di Niger mengibarkan bendera Rusia dalam sebuah aksi turun ke jalan. Foto/BBC
A A A
MOSKOW - Pendukung kudeta di Niger menggelar aksi demonstrasi di Ibu Kota Niamey. Beberapa demonstran mengibarkan bendera Rusia sambil mencela Prancis , sementara video di media sosial menunjukkan apa yang tampak seperti beberapa serangan terhadap politisi.

Pemimpin kelompok Wagner, Yevgeny Prigozhin, yang baru-baru ini terlibat dalam pemberontakan bersenjatanya sendiri di Rusia, tampaknya memperhatikan situasi di Niger pada hari Jumat (28/7/2023) dalam sebuah pesan audio.

“Apa yang terjadi di Niger tidak lebih dari perjuangan rakyat Niger melawan penjajah, yang mencoba memaksakan aturan hidup mereka sendiri,” katanya seperti disitir dari The Guardian.

Pesan tersebut, yang sepertinya diucapkan oleh Prigozhin, mengatakan bahwa bekas penjajah berusaha untuk mengendalikan orang-orang di negara-negara Afrika dan memenuhi negara-negara ini dengan teroris dan berbagai geng, menciptakan krisis keamanan yang sangat besar.

Pada hari Kamis, satu kerumunan dari beberapa orang meneriakkan dukungan untuk kelompok Wagner sambil mengibarkan bendera Rusia dan kemudian membakar mobil serta menggeledah markas besar partai politik presiden.

Baca Juga: 3 Fakta Jenderal Omar Tchiani, Komandan Pengawal Presiden Niger yang Memimpin Kudeta

“Kami muak,” kata Omar Issaka, salah satu pengunjuk rasa.

“Ganyang orang Prancis. Kami akan berkolaborasi dengan Rusia sekarang,” serunya.

Pemerintah Niger telah dilihat oleh banyak pihak di komunitas internasional sebagai benteng melawan militansi Islam di wilayah gersang luas yang dilanda tantangan keamanan.

Kekuatan Barat berebut untuk mempertahankan sekutu utamanya di wilayah yang telah digoyahkan oleh pemberontakan jihadis, kudeta dan intervensi oleh kelompok tentara bayaran Wagner ketika bendera Rusia muncul di situs-situs terkemuka di sekitar Ibu Kota Niger, Niamey.

Presiden Niger, Mohamed Bazoum digulingkan dari kekuasaannya dalam kudeta militer pada Rabu, (26/7/2023) pagi. Kudeta tersebut dilakukan oleh pasukan pengawal presiden.

Baca Juga: Paspampres Kudeta, Gulingkan Presiden Niger Mohamed Bazoum

Para prajurit di belakang kudeta belum mengumumkan seorang pemimpin, dan Bazoum – yang terpilih dua tahun lalu dalam pemindahan kekuasaan demokratis pertama Niger sejak mendeklarasikan kemerdekaan dari Prancis pada tahun 1960 – belum mengundurkan diri.

Beberapa komunikasi publik terakhir dari pemerintah termasuk tweet yang menantang oleh presiden pada hari Kamis yang menyatakan bahwa demokrasi akan menang, dan seruan oleh menteri luar negeri, Hassoumi Massoudou, di outlet media France 24, agar warga Niger menentang pemberontakan.

Seseorang yang dekat dengan presiden yang tidak berwenang untuk berbicara tentang situasi tersebut mengatakan kepada Associated Press bahwa Bazoum tidak berniat mengundurkan diri dan pembicaraan sedang berlangsung.

Namun, tidak jelas siapa yang terlibat dalam dialog, sifat diskusi atau bagaimana prosesnya.

Awal pekan ini, Ecowas (Masyarakat Ekonomi Negara-Negara Afrika Barat), mengatakan telah mengirim presiden Benin, Patrice Talon, untuk memimpin upaya mediasi, tetapi Talon tidak berada di negara tersebut pada hari Jumat. Pemberontak, dalam pidato pertama mereka ke negara itu pada Rabu malam, mendesak "mitra eksternal" untuk tidak ikut campur.

Baca Juga: Upaya Kudeta Pecah di Niger, Presiden Ditahan Paspampres
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
7 Alasan Penjagaan Putin...
7 Alasan Penjagaan Putin Diperketat, dari Konflik Elite Moskow hingga Kudeta MIliter
Intel Rusia Tuduh Prancis...
Intel Rusia Tuduh Prancis Rencanakan Kudeta di Negara-negara Bekas Jajahannya di Afrika
Jenderal Zhang Disingkirkan,...
Jenderal Zhang Disingkirkan, Tak Ada Lagi Jenderal China yang Berani pada Xi Jinping
Xi Jinping dan Krisis...
Xi Jinping dan Krisis Komando PLA: Kasus Zhang Youxia Ungkap Konflik Internal China
Ingin Jadi Presiden...
Ingin Jadi Presiden Abadi, Xi Jinping Singkirkan Semua Jenderal yang Menghalangi
6 Upaya Penggulingan...
6 Upaya Penggulingan Xi Jinping yang Pernah Mengguncang Kekuasaan China
Rebutan Takhta hingga...
Rebutan Takhta hingga Wanita Jadi Penyebab Pemberontakan Berdarah Era Kalingga dan Mataram
Negosiator Iran dan...
Negosiator Iran dan AS Bertemu di Jenewa untuk Babak Baru Pembicaraan Demi Akhiri Perang
Dobrak Tradisi, Raja...
Dobrak Tradisi, Raja Charles Ungkap Bayar Tagihan Pajak Rp306 Miliar Setahun
Rekomendasi
Jokowi Pede PSI Masuk...
Jokowi Pede PSI Masuk Parlemen Senayan di Pemilu 2029
Pasar Potensial Industri...
Pasar Potensial Industri Pembiayaan, Chailease Finance Dukung Pertumbuhan UKM Bandung
Pertamina Siap Turunkan...
Pertamina Siap Turunkan Harga BBM secara Bertahap Mulai Awal Juli
Berita Terkini
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan,...
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan, Korban Tewas Gempa Venezuela Capai 589 Orang
Israel Melarang Seruan...
Israel Melarang Seruan Azan di Masjid Ibrahimi Hebron, Sudah Hari Kelima
Hizbullah Sergap Unit...
Hizbullah Sergap Unit Israel di Beit Yahoun, 4 Tentara Zionis Terluka
Pengadilan AS Hukum...
Pengadilan AS Hukum Warga Israel karena Curi Rahasia Dagang
Singapura Marah Kapalnya...
Singapura Marah Kapalnya Diserang di Selat Hormuz
Iran Sebut Pernyataan...
Iran Sebut Pernyataan Bersama AS-GCC Provokatif, Serukan Zona Bebas Senjata Nuklir Timur Tengah
Infografis
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved