3 Motivasi Tentara Sukarelawan di Ukraina, Uang dan Kebencian kepada Rusia Paling Menonjol

Sabtu, 22 Juli 2023 - 00:16 WIB
loading...
3 Motivasi Tentara Sukarelawan...
Ukraina mengandalkan sukarelawan asing dalam membantu perlawanan melawan Rusia. Foto/Reuters
A A A
MOSKOW - Sementara Rusia merekrut tentara bayaran, Ukraina telah menjadi magnet bagi para sukarelawan yang ingin melawan agresi Rusia atau mencari petualangan.

Pada pertengahan 2022, setelah Ukraina membentuk Legiun Pertahanan Internasional, 20.000 sukarelawan dari 52 negara telah bergabung. Itu diklaim Pemerintah Ukraina.

Jumlah itu menyusut menjadi sekitar 2.000 hingga 3.000 - terlalu sedikit untuk membuat perbedaan besar dalam perang - tetapi mereka masih membangkitkan citra Brigade Internasional Perang Saudara Spanyol, ketika 35.000 sukarelawan dari 52 negara melawan fasis Spanyol yang didukung oleh pasukan Nazi dan Italia.

Sebuah studi baru oleh peneliti Italia Matteo Pugliese menemukan latar belakang dan motivasi yang membingungkan di antara anggota Legiun Internasional Ukraina, sebuah pasukan berukuran batalion.

Berikut adalah 3 motivasi sukarelawan asing yang bergabung membantu Ukraina melawan Rusia.

1. Berafiliasi dengan Ideologi Ekstrem

Beberapa adalah mantan perwira dari negara-negara NATO seperti Inggris dan Kanada. Yang lainnya berasal dari kalangan sayap kanan atau sayap kiri keras dan anarkis yang telah berperang bersama Kurdi melawan ISIS di Suriah.

"Mayoritas legiuner berasal dari Amerika Utara, Eropa, dan Amerika Latin, tetapi dipimpin oleh beragam motivasi, memiliki beragam latar belakang pribadi, dan mayoritas tidak memiliki afiliasi politik sebelumnya," ungkap Pugliese, dilansir Insider.

Baca Juga: 5 Alasan Jembatan Crimea Sangat Penting bagi Presiden Putin

2. Melarikan Diri dari Masalah

Satu anggota telah melarikan diri ke Ukraina dan bergabung dengan Legiun setelah dituduh melakukan penipuan di Australia, sementara yang lain pernah menjadi penjahat karir di Polandia dan Ukraina. Anggota legiun juga termasuk mantan tentara dari militer Amerika Latin, yang telah menghasilkan tentara bayaran yang beroperasi di seluruh dunia.

Baca Juga: 2 Negara yang Ngotot Menolak Keanggotaan Ukraina pada NATO

3. Berlatar pada Ikatan Persaudaraan

Secara signifikan, Pugliese menemukan bahwa sebagian besar sukarelawan yang berjuang untuk Kyiv tidak diradikalisasi oleh pengalaman mereka. Mereka "bersyukur atas ikatan persaudaraan di antara para legiuner, atau kecewa dan trauma."
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
6 Pesawat Pengebom Nuklir...
6 Pesawat Pengebom Nuklir China dan Rusia Manuver Gabungan Dekati Jepang
Finlandia Izinkan Wilayahnya...
Finlandia Izinkan Wilayahnya Jadi Lokasi Pengerahan Senjata Nuklir NATO, Rusia Terancam
Rudal Ukraina Hancurkan...
Rudal Ukraina Hancurkan Pabrik Senjata Rusia
Jet Tempur China dan...
Jet Tempur China dan Rusia Kompak Masuk ke Zona Pertahanan Udara Korsel
Ukraina Berusaha Rebut...
Ukraina Berusaha Rebut Kesempatan Pertama untuk Menang, tapi Kenapa Selalu Gagal?
Tiru Strategi Iran,...
Tiru Strategi Iran, Ukraina Tembakkan 323 Drone ke Wilayah Rusia pada Malam Hari
Teken Kerja Sama Hukum,...
Teken Kerja Sama Hukum, Indonesia dan Rusia Perkuat Mutual Legal Assistance
Gempa Dahsyat Venezuela,...
Gempa Dahsyat Venezuela, Bandara Internasional Ditutup hingga Warga Berhamburan ke Jalan
Viral! Pesawat Boeing...
Viral! Pesawat Boeing 777-200 Qatar Airways Terbang Sangat Rendah, ternyata...
Rekomendasi
Ketum PB Akuatik Optimistis...
Ketum PB Akuatik Optimistis Skema Anggaran Pelatnas Multiyears Lahirkan Atlet Berprestasi
Perbarui IPKP PPKP Daruba,...
Perbarui IPKP PPKP Daruba, BNPP Soroti Transportasi hingga Infrastruktur Morotai
Penegak Hukum Terkoneksi...
Penegak Hukum Terkoneksi Politik, Ubedilah Badrun: Mestinya Independen
Berita Terkini
7 Pemimpin yang Mengubah...
7 Pemimpin yang Mengubah Dunia, Fatima al Fihri yang Mendirikan Kampus Pertama di Dunia
Iran Buat Senjata yang...
Iran Buat Senjata yang Lebih Canggih selama Perang dengan AS-Israel, Ini Bocorannya
Helikopter Saudi Aramco...
Helikopter Saudi Aramco Jatuh, 14 Orang Tewas
Ingin Kendalikan Selat...
Ingin Kendalikan Selat Hormuz, Iran Serukan Kerangka Keamanan dengan Negara Arab
Gelombang Panas Terjang...
Gelombang Panas Terjang Prancis, Rumah Duka Kewalahan
Jika AS Lanjutkan Perang,...
Jika AS Lanjutkan Perang, Trump: Iran Tidak Akan Ada Lagi
Infografis
3 Syarat Iran di Selat...
3 Syarat Iran di Selat Hormuz: Aturan Ketat untuk Kapal yang Melintas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved