Ratusan Tentara Bayaran Wagner Dikerahkan ke Republik Afrika Tengah, Ada Apa?

Senin, 17 Juli 2023 - 11:38 WIB
loading...
Ratusan Tentara Bayaran...
Tentara bayaran dari Wagner Group saat lakukan kudeta singkat di Rusia akhir Juni lalu. Kelompok ini sekarang mengerahkan personelnya ke Republik Afrika Tengah. Foto/REUTERS
A A A
BANGUI - Ratusan tentara bayaran berpengalaman dari Wagner Group telah dikerahkan di Republik Afrika Tengah (CAR).

Perusahaan militer swasta yang berbasis di Rusia itu mengeklaim pengerahan ratusan personel mereka ke negara Afrika untuk misi mengamankan referendum pada 30 Juli.

CAR telah menjadi negara yang bermasalah. Negara ini telah mengandalkan tentara bayaran Wagner Group untuk melawan kelompok pemberontak.

Negara tersebut akan memilih perubahan konstitusi yang memungkinkan Presiden Faustin Archange Touadera untuk berkuasa untuk periode ketiga.

Baca Juga: Diasingkan di Belarusia, Ini Penampakan Bos Wagner Priogozhin Kenakan Celana Dalam

“Pesawat lain telah tiba di Bangui dengan instruktur untuk bekerja di Republik Afrika Tengah,” kata Persatuan Petugas untuk Keamanan Internasional (Ouis) di Telegram, seperti dikutip AFP, Senin (17/7/2023).

“Rencana rotasi terus berlanjut. Beberapa ratus profesional berpengalaman dari perusahaan Wagner bergabung dengan tim yang bekerja di CAR,” lanjut pernyataan Ouis.

“Instruktur Rusia akan terus membantu tentara di Angkatan Bersenjata Afrika Tengah untuk memastikan keamanan dalam mengantisipasi referendum konstitusional yang dijadwalkan pada 30 Juli.”

Menurut Amerika Serikat, Ouis adalah perusahaan terdepan untuk Wagner Group di CAR. Ouis dijalankan oleh Alexandre Ivanov asal Rusia, yang ditempatkan di bawah sanksi Amerika pada bulan Januari.

Dalam pernyataannya, Ouis mengatakan instrukturnya telah melatih pasukan keamanan CAR selama lebih dari lima tahun, memungkinkan peningkatan keamanan umum negara.

Dalam beberapa pekan terakhir, beberapa sumber asing mengatakan bahwa para tentara bayaran Wagner meninggalkan CAR, yang dibantah oleh pemerintah setempat.

Masa depan kelompok paramiliter Wagner yang dipimpin oleh Yevgeny Prigozhin tidak pasti setelah melancarkan pemberontakan jangka pendek terhadap pemerintahan Presiden Rusia Vladimir Putin pada 23 dan 24 Juni.

Pasukan Wagner merebut markas tentara Rusia di Rostov-on-Don dan maju menuju Moskow sebelum tiba-tiba membatalkan pemberontakan di bawah kesepakatan yang dibuat dengan Putin dan dimediasi oleh pemimpin Belarusia Alexander Lukashenko, yang detailnya tetap tidak jelas.

Tetapi aktivitas Wagner di luar negeri, khususnya di Suriah dan beberapa negara Afrika, belum dipertanyakan secara terbuka.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rusia Sedang Dibakar...
Rusia Sedang Dibakar Ukraina, Putin Tidak Akan Gentar
Rusia dan Ukraina Makin...
Rusia dan Ukraina Makin Jauh dari Perdamaian, Apa Pemicunya?
Trump Ingin Beri Turki...
Trump Ingin Beri Turki Jet Tempur Siluman F-35 AS, Kongres Siap Blokir dengan Alasan S-400 Rusia
5 Alasan Putin Menolak...
5 Alasan Putin Menolak Perjanjian Batasan Serangan Jarak Jauh dengan Ukraina
Inggris Akan Ganti 6...
Inggris Akan Ganti 6 Kapal Perusak Tua dengan 6 Kapal Perang Hibrida Pengendali Drone
Kekurangan Uang, Ukraina...
Kekurangan Uang, Ukraina Terpaksa Bersekongkol dengan Kartel Narkoba Meksiko
Teken Kerja Sama Hukum,...
Teken Kerja Sama Hukum, Indonesia dan Rusia Perkuat Mutual Legal Assistance
Pesawat Pembawa Penerjun...
Pesawat Pembawa Penerjun Payung Jatuh di Prancis, 11 Orang Tewas
Acuhkan Trump, Iran...
Acuhkan Trump, Iran Tak Kirim Delegasi ke Qatar untuk Berunding
Rekomendasi
5 Fakta Menarik Prancis...
5 Fakta Menarik Prancis Lolos ke Babak 16 Besar Piala Dunia 2026
Tak Hanya Andalkan Teknologi,...
Tak Hanya Andalkan Teknologi, KAI Bangun Loyalitas via Pelayanan Berkualitas
Badan Siber PP GP Ansor...
Badan Siber PP GP Ansor Kritik Ketertutupan Pembahasan RUU Keamanan dan Ketahanan Siber
Berita Terkini
Jumlah Korban Tewas...
Jumlah Korban Tewas Akibat Gempa Bumi Venezuela Meningkat Jadi 1.943 Jiwa
Oman Tawarkan Rencana...
Oman Tawarkan Rencana Pasca-Konflik pada AS tentang Biaya Melewati Selat Hormuz
2 Negara Muslim Ini...
2 Negara Muslim Ini Saling Serang, Ini 7 Alasan Konflik Itu Tak Mudah Diselesaikan
Rusia Sedang Dibakar...
Rusia Sedang Dibakar Ukraina, Putin Tidak Akan Gentar
Bagaimana Iran Menggunakan...
Bagaimana Iran Menggunakan Strategi Ubur-ubur untuk Menjatuhkan Jet Tempur AS?
Para Pemimpin Yahudi...
Para Pemimpin Yahudi Ultra-Ortodoks Sebut Tentara Guru Dosa-dosa Terberat dan Israel Najis
Infografis
1 Tahun, 22.000 Tentara...
1 Tahun, 22.000 Tentara Bayaran Wagner Tewas di Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved