Sekjen PBB Usulkan Kesepakatan Baru pada Putin
Jum'at, 14 Juli 2023 - 08:13 WIB
loading...
Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menyambut Presiden Rusia Vladimir Putin pada KTT Libya di Berlin, Jerman, 19 Januari 2020. Foto/REUTERS/Axel Schmidt
A
A
A
MOSKOW - Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengusulkan kepada Presiden Rusia Vladimir Putin agar Moskow setuju memperpanjang kesepakatan pemindahan biji-bijian dengan imbalan akses sebagian ke sistem pembayaran internasional SWIFT.
Reuters melaporkan hal itu pada Rabu (12/7/2023), mengutip sejumlah sumbernya.
Perjanjian yang difasilitasi PBB yang menyediakan ekspor biji-bijian yang aman melalui Laut Hitam akan berakhir pada hari Senin.
Rusia mengatakan pekan lalu bahwa pihaknya melihat "tidak ada alasan" untuk memperpanjang kesepakatan karena telah gagal memenuhi tujuan aslinya untuk mengarahkan biji-bijian ke negara-negara miskin, dan karena hak Moskow berdasarkan kesepakatan tersebut belum terpenuhi.
Rusia menginginkan bank pertaniannya, Rosselkhozbank, terhubung kembali ke SWIFT, tetapi seorang juru bicara UE mengatakan pada Mei bahwa pencabutan pembatasan terhadap bank-bank negara itu tidak masuk dalam agenda.
Ekspor makanan dan pupuk Rusia tidak dikenakan sanksi Barat. Moskow, bagaimanapun, telah menunjukkan pembatasan pembayaran, logistik, dan asuransi secara efektif menjadi penghalang pengiriman.
“Untuk mengatasi situasi ini, UE sekarang mempertimbangkan menghubungkan anak perusahaan Rosselkhozbank ke SWIFT untuk memungkinkan transaksi biji-bijian dan pupuk secara khusus,” ungkap laporan Reuters.
Reuters melaporkan hal itu pada Rabu (12/7/2023), mengutip sejumlah sumbernya.
Perjanjian yang difasilitasi PBB yang menyediakan ekspor biji-bijian yang aman melalui Laut Hitam akan berakhir pada hari Senin.
Rusia mengatakan pekan lalu bahwa pihaknya melihat "tidak ada alasan" untuk memperpanjang kesepakatan karena telah gagal memenuhi tujuan aslinya untuk mengarahkan biji-bijian ke negara-negara miskin, dan karena hak Moskow berdasarkan kesepakatan tersebut belum terpenuhi.
Rusia menginginkan bank pertaniannya, Rosselkhozbank, terhubung kembali ke SWIFT, tetapi seorang juru bicara UE mengatakan pada Mei bahwa pencabutan pembatasan terhadap bank-bank negara itu tidak masuk dalam agenda.
Ekspor makanan dan pupuk Rusia tidak dikenakan sanksi Barat. Moskow, bagaimanapun, telah menunjukkan pembatasan pembayaran, logistik, dan asuransi secara efektif menjadi penghalang pengiriman.
“Untuk mengatasi situasi ini, UE sekarang mempertimbangkan menghubungkan anak perusahaan Rosselkhozbank ke SWIFT untuk memungkinkan transaksi biji-bijian dan pupuk secara khusus,” ungkap laporan Reuters.
Lihat Juga :