Mengenal Gurkha, Pasukan Perang Bayaran Nepal yang Diisukan Bergabung Wagner Group

Senin, 10 Juli 2023 - 21:01 WIB
loading...
A A A
Melihat sejarahnya, Nepal memiliki tradisi panjang ketika mengirimkan para pemuda terbaiknya untuk mengabdi sebagai tentara Inggris dan India melalui jalur formal.

Dalam riwayatnya, pemuda Nepal telah direkrut Angkatan Darat Inggris sejak 1815 dan dikenal sebagai ‘Gurkha Inggris’.

Sempat menjadi musuh, pada perkembangannya mereka menjadi pasukan kepercayaan yang diandalkan Kerajaan Inggris.

Seiring waktu, kebijakan Inggris tersebut ditiru India setelah memperoleh kemerdekaan. Dalam hal ini, mereka juga mulai merekrut pemuda Nepal untuk dijadikan ‘Gurkha India’.

Seiring waktu, tak hanya Inggris dan India saja yang merekrut Gurkha Nepal. Bahkan, dikatakan sebelumnya China juga sempat menawarkan Gurkha menjadi bagian Tentara Pembebasan Rakyat (PLA).

Selain kemampuan tempurnya, Gurkha Nepal juga dikenal memiliki senjata tradisional mematikan. Bernama Kukri, senjata ini terlihat seperti pisau melengkung yang tajam.

Bergabung dengan Wagner Group?


The Diplomat melaporkan sebelumnya pensiunan Angkatan Darat Nepal menemukan jalannya ke perusahaan militer swasta seperti Wagner Group.

Menurut pengakuannya, dia datang ke Moskow sebagai turis sebelum akhirnya bergabung dengan tentara bayaran.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
RSP Menang Pemilu, Pengaruh...
RSP Menang Pemilu, Pengaruh China di Nepal Berpotensi Menurun
10 Negara yang Memiliki...
10 Negara yang Memiliki Bendera Paling Unik, Nomor 4 Bergambar Naga
Dubes LBBP RI Listyowati...
Dubes LBBP RI Listyowati Serahkan Surat Kepercayaan kepada Presiden Bangladesh
Mantan PM Ini Ungkap...
Mantan PM Ini Ungkap Demo Gen Z di Nepal sebagai Konspirasi yang Direncanakan
Program Visit Nepal...
Program 'Visit Nepal Year' China Gagal Hidupkan Pariwisata Nepal
Proyek China di Nepal...
Proyek China di Nepal Berulang Kali Terseret Korupsi, Ada Apa?
Mewujudkan Damai Positif...
Mewujudkan Damai Positif di Dunia yang Terbelah
Gempa Dahsyat Venezuela:...
Gempa Dahsyat Venezuela: 920 Orang Tewas, Hampir 50 Ribu Masih Hilang
Trump: Komunisme, Ancaman...
Trump: Komunisme, Ancaman Terbesar bagi AS
Rekomendasi
Nadiem Makarim Hadapi...
Nadiem Makarim Hadapi Sidang Vonis Korupsi Chromebook, Puluhan Ojol Gelar Aksi di Luar Pengadilan
Latihan Menembak Dihapus...
Latihan Menembak Dihapus dari Pembekalan Calon Manajer Kopdes, Puan: Sebaiknya Fokus Manajerial Saja
Kabar Buruk, Perusahaan...
Kabar Buruk, Perusahaan Rokok Raksasa Ini Bakal PHK 9.000 Karyawan
Berita Terkini
Pria Ini Bunuh Pacar,...
Pria Ini Bunuh Pacar, tapi Tewas Serangan Jantung saat Buang Mayat Korban
Apakah Gerakan Amal...
Apakah Gerakan Amal Bisa Menggantikan Hizbullah?
Bagaimana Program Rudal...
Bagaimana Program Rudal Iran Bertahan dari Perang dan Diplomasi? Ini Analisisnya
Indonesia Lunasi Proyek...
Indonesia Lunasi Proyek Jet Tempur KF-21 Korsel Rp6,9 Triliun, Dapat Transfer Teknologi Apa?
Rusia dan Ukraina Makin...
Rusia dan Ukraina Makin Jauh dari Perdamaian, Apa Pemicunya?
Iran Ngamuk, Luncurkan...
Iran Ngamuk, Luncurkan Serangan Siber 3 Kali Lipat terhadap Israel
Infografis
Pete Hegseth, Menteri...
Pete Hegseth, Menteri Perang AS yang Dikenal Rasis, Radikal, dan Pemabuk
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved