Taliban Perintahkan Salon Kecantikan Ditutup

Selasa, 04 Juli 2023 - 21:01 WIB
loading...
Taliban Perintahkan...
Taliban memerintahkan penutupan salon kecantikan. Foto/Ilustrasi
A A A
KABUL - Taliban telah memerintahkan salon rambut dan kecantikan di Afghanistan untuk tutup dalam pembatasan terbaru yang dihadapi perempuan di negara itu.

Seorang juru bicara Kementerian Wakil dan Kebajikan mengatakan kepada BBC, Selasa (4/7/2023), usaha tersebut memiliki waktu satu bulan untuk mematuhinya, mulai dari 2 Juli ketika mereka pertama kali diberitahu tentang kebijakan tersebut.

Pemerintah Taliban belum menjelaskan alasan pelarangan itu, atau alternatif apa, jika ada, yang akan tersedia bagi perempuan setelah salon tutup.

Kebebasan perempuan terus menyusut sejak Taliban merebut kekuasaan di Afghanistan pada 2021.

Mereka telah melarang gadis remaja dan wanita dari ruang kelas di sekolah, pusat kebugaran dan taman, serta baru-baru ini bahkan melarang mereka bekerja untuk PBB.

Baca Juga: 1.000 Warga Sipil Tewas Sejak Taliban Ambil Alih Pemerintahan

Taliban juga telah memutuskan bahwa wanita harus berpakaian dengan cara yang hanya memperlihatkan mata mereka, dan harus didampingi oleh saudara laki-laki jika mereka bepergian lebih dari 72 km.

Pembatasan terus berlanjut meskipun ada kecaman dan protes internasional oleh perempuan serta aktivis yang berbicara atas nama mereka.

Menutup salon kecantikan adalah bagian dari berbagai tindakan yang diberlakukan oleh Taliban ketika mereka terakhir berkuasa antara tahun 1996 dan 2001. Tetapi mereka dibuka kembali pada tahun-tahun setelah invasi pimpinan Amerika Serikat (AS) ke Afghanistan tahun 2001.

Salon kecantikan tetap buka bahkan setelah Taliban merebut kembali kekuasaan dua tahun lalu menyusul penarikan pasukan AS. Tapi jendela toko sering ditutup dan gambar wanita di luar salon dicat dengan cat semprot untuk menyembunyikan wajah mereka.

Menanggapi penutupan baru tersebut, seorang wanita Afghanistan yang berbicara secara anonim mengatakan kepada BBC: "Taliban mengambil hak asasi manusia yang paling mendasar dari wanita Afghanistan."

Baca Juga: PBB: Pemerintahan Taliban Tak Akan Diakui Jika Batasi Hak Perempuan Afghanistan

“Mereka melanggar hak perempuan. Dengan keputusan ini, mereka sekarang merampas perempuan dari melayani perempuan lain. Ketika saya mendengar berita itu, saya benar-benar terkejut," sambungnya.

"Tampaknya Taliban tidak memiliki rencana politik selain berfokus pada tubuh perempuan. Mereka berusaha untuk melenyapkan perempuan di setiap tingkat kehidupan publik," ujarnya.

Wanita Afghanistan lainnya yang meminta untuk tidak disebutkan namanya mengatakan teman-temannya telah mengkonfirmasi penutupan salon rambut di Kabul dan di tempat lain.

"Ini berita yang lebih mengejutkan bagi perempuan Afghanistan," katanya kepada BBC.

"Saya keluar dan melihat semua salon di daerah saya tutup," pungkasnya.

Baca Juga: Taliban Kecam Laporan AS Tentang Meningkatnya Ancaman di Afghanistan
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Taliban Larang Warga...
Taliban Larang Warga Afghanistan Gunakan Ponsel Pintar, Jika Nekat Bakal Dihancurkan
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Udara di Afghanistan, 13 Orang Tewas
Hukum Baru Taliban:...
Hukum Baru Taliban: Diamnya Gadis Perawan Berarti Persetujuan untuk Menikah
Afghanistan: Pakistan...
Afghanistan: Pakistan Bombardir Rumah Sakit Kabul, 400 Orang Tewas!
Taliban Afghanistan...
Taliban Afghanistan Terbuka untuk Dialog setelah Pakistan Bom Kota-kota Besar
Dunia Serukan Penghentian...
Dunia Serukan Penghentian Segera Perang Afghanistan dan Pakistan
Perbandingan Kekuatan...
Perbandingan Kekuatan Militer Pakistan vs Afghanistan: Bak David vs Goliath
Serangan Rusia Tewaskan...
Serangan Rusia Tewaskan 9 Orang di Ukraina, Katedral Bersejarah Kyiv Terbakar
Arkeolog Arab Saudi...
Arkeolog Arab Saudi Temukan Prasasti Bertulis Khalifah Umar bin Khattab
Rekomendasi
Ketika Kebaikan Menjadi...
Ketika Kebaikan Menjadi Strategi: Akhir Dominasi Reward dan Punishment?
Momen Tahun Baru Islam...
Momen Tahun Baru Islam 1448 H, Dompet Dhuafa Perkuat Program Anak Yatim melalui BesTeam
Tahfidz 11 Juz, Alhazen...
Tahfidz 11 Juz, Alhazen Nufail Dapat Beasiswa Yayasan Al-Azhar Kelapa Gading
Berita Terkini
3 Penyebab Batalnya...
3 Penyebab Batalnya Penandatanganan Perjanjian Damai AS dan Iran
Wapres Vance Batalkan...
Wapres Vance Batalkan Kunjungan ke Jenewa, Swiss: Perundingan AS-Iran Ditunda
Demo Anti-Pemerintah...
Demo Anti-Pemerintah Digelar selama 50 Hari, Bolivia Deklarasikan Status Darurat
Tanpa Bantuan AS, Trump:...
Tanpa Bantuan AS, Trump: Israel Akan Hancur
PM Meloni Kecam Trump...
PM Meloni Kecam Trump soal Minta Foto: Italia Tidak Pernah Mengemis
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Infografis
11 Bandara Papua Ditutup...
11 Bandara Papua Ditutup Sementara Imbas Penembakan Pesawat Smart Air
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved