Kerusuhan Prancis Makin Menjadi-jadi, Nenek Nahel: Berhenti Rusuh!
Senin, 03 Juli 2023 - 09:58 WIB
loading...
A
A
A
Kerusuhan telah menimbulkan kekhawatiran di luar negeri, di mana Prancis menjadi tuan rumah Piala Dunia Rugbi pada musim gugur dan Olimpiade Paris pada musim panas 2024.
Dia menunda kunjungan kenegaraan ke Jerman yang dijadwalkan dimulai kemarin, sebagai indikasi gawatnya situasi di Prancis.
“Kami tentu saja melihat (kerusuhan) dengan keprihatinan, dan saya sangat berharap, dan saya yakin, bahwa presiden Prancis akan menemukan cara untuk memastikan situasi ini membaik dengan cepat,” kata Kanselir Jerman Olaf Scholz kepada penyiar ARD.
Menurut Istana Elysee, Macron telah memimpin pertemuan krisis kemarin dengan anggota pemerintahannya.
Dalam upaya untuk membatasi kekerasan, bus dan trem di Prancis berhenti beroperasi setelah pukul 21.00 dan penjualan kembang api besar dilarang.
Marseille telah menghentikan semua transportasi perkotaan mulai pukul 18.00.
Penyelenggara balap sepeda Tour de France mengatakan mereka sangat memperhatikan situasi saat balapan bersiap untuk melintasi perbatasan ke Prancis pada hari Minggu setelah dua hari di Basque, Spanyol.
Macron telah mendesak orang tua untuk mengambiltanggung jawab untuk perusuh di bawah umur, sepertiga di antaranya "muda atau sangat muda" dan Menteri Dalam Negeri Gerald Darmanin mengatakan usia rata-rata mereka yang ditangkap sekitar 17 tahun.
Seorang polisi berusia 38 tahun telah didakwa melakukan pembunuhan atas kematian Nahel dan telah ditahan.
“Pria ini harus membayar, seperti orang lain. Mereka yang membuat kerusuhan, yang menyerang polisi juga harus dihukum. Saya percaya pada keadilan,” kata Nadia, nenek Nahel.
Dia menunda kunjungan kenegaraan ke Jerman yang dijadwalkan dimulai kemarin, sebagai indikasi gawatnya situasi di Prancis.
“Kami tentu saja melihat (kerusuhan) dengan keprihatinan, dan saya sangat berharap, dan saya yakin, bahwa presiden Prancis akan menemukan cara untuk memastikan situasi ini membaik dengan cepat,” kata Kanselir Jerman Olaf Scholz kepada penyiar ARD.
Menurut Istana Elysee, Macron telah memimpin pertemuan krisis kemarin dengan anggota pemerintahannya.
Dalam upaya untuk membatasi kekerasan, bus dan trem di Prancis berhenti beroperasi setelah pukul 21.00 dan penjualan kembang api besar dilarang.
Marseille telah menghentikan semua transportasi perkotaan mulai pukul 18.00.
Penyelenggara balap sepeda Tour de France mengatakan mereka sangat memperhatikan situasi saat balapan bersiap untuk melintasi perbatasan ke Prancis pada hari Minggu setelah dua hari di Basque, Spanyol.
Macron telah mendesak orang tua untuk mengambiltanggung jawab untuk perusuh di bawah umur, sepertiga di antaranya "muda atau sangat muda" dan Menteri Dalam Negeri Gerald Darmanin mengatakan usia rata-rata mereka yang ditangkap sekitar 17 tahun.
Seorang polisi berusia 38 tahun telah didakwa melakukan pembunuhan atas kematian Nahel dan telah ditahan.
“Pria ini harus membayar, seperti orang lain. Mereka yang membuat kerusuhan, yang menyerang polisi juga harus dihukum. Saya percaya pada keadilan,” kata Nadia, nenek Nahel.
(mas)
Lihat Juga :