Kerusuhan Prancis Makin Menjadi-jadi, Nenek Nahel: Berhenti Rusuh!
Senin, 03 Juli 2023 - 09:58 WIB
loading...
A
A
A
Kementerian itu mengatakan 719 orang ditangkap dalam semalam, sekitar setengah dari jumlah malam sebelumnya.
Bentrokan sengit dilaporkan terjadi di beberapa tempat, termasuk kota selatan Marseille.
Para politisi mengutuk serangan di rumah Vincent Jeanbrun, Wali Kota L'Hay-les-Roses di luar Paris, di mana penyerang menabrakkan mobil yang terbakar ke rumahnya dengan tujuan untuk membakarnya.
Istri dan anak Jeanbrun, yang berusia lima dan tujuh tahun, berada di rumah sementara wali kota tersebut berada di balai kota untuk menangani kerusuhan.
Menurut jaksa setempat, istri wali kota terluka parah karena mengalami patah kaki.
Jaksa telah membuka penyelidikan percobaan pembunuhan. "Tadi malam kengerian dan aib mencapai level baru," kata wali kota dalam sebuah pernyataan.
“Situasinya jauh lebih tenang secara keseluruhan," imbuh Perdana Menteri Elisabeth Borne kepada wartawan saat dia mengunjungi L’Hay-les-Roses.
“Tapi tindakan seperti yang kita lihat pagi ini di sini sangat mengejutkan. Kami tidak akan membiarkan kekerasan berlalu tanpa dihukum," katanya, mendesak agar para pelaku diberi sanksi tertinggi.
Sekitar 7.000 polisi dikerahkan di Paris dan pinggirannya, termasuk di sepanjang jalan Champs Elysees di ibu kota, sebuah hotspot turis, menyusul seruan di media sosial untuk membawa kerusuhan ke jantung kota.
Di Marseille, yang dilanda bentrokan hebat dan penjarahan, polisi membubarkan sekelompok pemuda pada Sabtu malam di Canebiere, jalan utama yang melintasi pusat kota.
Kepala polisi Paris Laurent Nunez memperingatkan di televisi BFM bahwa meskipun malam lebih tenang "tidak ada yang mengumumkan kemenangan".
Protes menghadirkan krisis baru bagi Macron, yang berharap untuk melanjutkan janji masa jabatan keduanya setelah menghentikan protes berbulan-bulan yang meletus pada Januari karena menaikkan usia pensiun.
Bentrokan sengit dilaporkan terjadi di beberapa tempat, termasuk kota selatan Marseille.
Para politisi mengutuk serangan di rumah Vincent Jeanbrun, Wali Kota L'Hay-les-Roses di luar Paris, di mana penyerang menabrakkan mobil yang terbakar ke rumahnya dengan tujuan untuk membakarnya.
Istri dan anak Jeanbrun, yang berusia lima dan tujuh tahun, berada di rumah sementara wali kota tersebut berada di balai kota untuk menangani kerusuhan.
Menurut jaksa setempat, istri wali kota terluka parah karena mengalami patah kaki.
Jaksa telah membuka penyelidikan percobaan pembunuhan. "Tadi malam kengerian dan aib mencapai level baru," kata wali kota dalam sebuah pernyataan.
“Situasinya jauh lebih tenang secara keseluruhan," imbuh Perdana Menteri Elisabeth Borne kepada wartawan saat dia mengunjungi L’Hay-les-Roses.
“Tapi tindakan seperti yang kita lihat pagi ini di sini sangat mengejutkan. Kami tidak akan membiarkan kekerasan berlalu tanpa dihukum," katanya, mendesak agar para pelaku diberi sanksi tertinggi.
Sekitar 7.000 polisi dikerahkan di Paris dan pinggirannya, termasuk di sepanjang jalan Champs Elysees di ibu kota, sebuah hotspot turis, menyusul seruan di media sosial untuk membawa kerusuhan ke jantung kota.
Di Marseille, yang dilanda bentrokan hebat dan penjarahan, polisi membubarkan sekelompok pemuda pada Sabtu malam di Canebiere, jalan utama yang melintasi pusat kota.
Kepala polisi Paris Laurent Nunez memperingatkan di televisi BFM bahwa meskipun malam lebih tenang "tidak ada yang mengumumkan kemenangan".
Protes menghadirkan krisis baru bagi Macron, yang berharap untuk melanjutkan janji masa jabatan keduanya setelah menghentikan protes berbulan-bulan yang meletus pada Januari karena menaikkan usia pensiun.
Lihat Juga :