Pertama Kalinya, Hamas Pamerkan Senjata Depan Umum

Minggu, 02 Juli 2023 - 11:23 WIB
loading...
Pertama Kalinya, Hamas...
Hamas untuk pertama kalinya memperlihatkan koleksi senjatanya di depan umum. Foto/The New Arab
A A A
GAZA - Kelompok perlawanan Palestina yang menguasai Jalur Gaza , Hamas , untuk pertama kali memamerkan koleksi senjatanya di depan umum. Terang saja aksi ini menarik perhatian ratusan warga Palestina.

Mengenakan balaclava hitam dan pakaian kamuflase taktis, anggota BrigadeIzzuddin al-Qassam , sayapmiliter Hamas, berbaur dengan pria dan wanita muda dalam sebuah pameran di Lapangan Prajurit Tak Dikenal di Kota Gaza.

"Perlawanan adalah gambar dan kenangan. Ambil foto suvenir dengan banyak senjata Al-Qassam," kata kelompok itu dalam undangan di media sosial dan poster di masjid seperti dikutip dari The New Arab, Minggu (2/7/2023).

Acara tersebut adalah yang pertama di mana Hamas mengizinkan publik untuk mengambil foto senjata.

Di antara senjata Hamas yang dipamerkan di Kota Gaza pada hari Jumat adalah serangkaian rudal yang diproduksi secara lokal, drone "Shihab", peluncur granat berpeluncur roket, dan rudal "Kornet" buatan Rusia.

Pameran juga dijadwalkan berlangsung pada Sabtu di utara dan tengah Jalur Gaza, di mana orang biasanya dilarang mendekati dan memotret situs militer.

Di pintu masuk pameran Kota Gaza sebuah spanduk menyambut pengunjung, beberapa di antaranya datang bersama keluarga dan anak-anak mereka, kata seorang koresponden AFP.

Baca Juga: Menteri Palestina Meninggal dalam Kecelakaan Mobil di Wilayah yang Diduduki Israel

Puluhan anggota Brigade al-Qassam berseragam tampak sudah siap siaga.

Seorang anak laki-laki berseragam dan mengenakan ikat kepala Brigade hijau tersenyum ke arah kamera ketika seorang pria menyangga peluncur roket di bahunya.

Yang lain memegang kendali senjata anti-pesawat saat para pemuda berpose di depan pajangan roket di tribun.

"Saya datang bersama keluarga untuk berfoto dengan senjata dan memperkuat semangat perlawanan pada anak-anak kami," kata warga Gaza Abu Mohammed Abu Shakian.

"Pameran ini mendorong dan berarti pembebasan tanah kami sudah dekat", tambah Shahadeh Dalou, yang juga datang bersama anak-anaknya.

Bassam Darwish (58) mengatakan orang ingin menunjukkan dukungan mereka untuk Brigade al-Qassam.

Hamas dianggap sebagai organisasi teroris oleh Amerika Serikat, Australia, Inggris, Israel dan Uni Eropa.

Baca Juga: Warga Gaza Rayakan Idul Adha Tanpa Bisa Berkurban

“Semua senang dan bangga dengan pameran al-Qassam. Kami di sini karena kami bangga dengan perlawanannya,” ujarnya.

Sekitar 2,3 juta warga Palestina tinggal di Jalur Gaza yang miskin yang berada di bawah blokade yang dipimpin Israel sejak Hamas merebut kekuasaan pada 2007.

Israel telah membom daerah kantong pantai itu beberapa kali sejak itu.

Kelompok HAM menggambarkan Gaza di bawah pengepungan Israel sebagai "penjara udara terbuka terbesar di dunia".

Pamerian ini mengikuti gelombang terbaru dalam kekerasan yang memburuk, yang menyebabkan 16 warga Palestina dan empat warga Israel tewas di Tepi Barat yang diduduki selama enam hari pada akhir Juni.

Pada bulan Mei, 34 warga Palestina - di antaranya enam komandan Jihad Islam - pejuang dari kelompok bersenjata Palestina lainnya, dan warga sipil termasuk anak-anak tewas dalam pemboman hebat Israel selama lima hari di jalur itu.

Seorang wanita Israel tewas akibat tembakan roket pembalasan dari wilayah yang terkepung.

Baca Juga: Netanyahu: Israel akan Blokir Pendirian Negara Palestina
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Komite Administrasi...
Komite Administrasi Gaza Ungkap Prioritas Rekonstruksi Sudah Ditetapkan, Siap Mulai Pekerjaan
Israel Marah setelah...
Israel Marah setelah Presiden Belarusia Samakan Pembantaian Gaza dengan Holocaust Nazi
Israel Danai Pemukim...
Israel Danai Pemukim Ekstremis, Bayar Rp34 Miliar Per Bulan
Hamas Sambut Baik Kesepakatan...
Hamas Sambut Baik Kesepakatan AS-Iran, Serukan Penghentian Serangan di Gaza dan Lebanon
Presiden Mahmoud Abbas:...
Presiden Mahmoud Abbas: Pilpres Palestina Digelar Awal 2027
Hamas Peringatkan Israel...
Hamas Peringatkan Israel Perluas Garis Kuning Gaza untuk Gagalkan Perundingan Gencatan Senjata
Prabowo Terima Telepon...
Prabowo Terima Telepon Mahmoud Abbas, Tegaskan Indonesia Berdiri Bersama Palestina
Dampak Kunjungan Trump,...
Dampak Kunjungan Trump, China Perketat Pembatasan Aktivis dan Pengawasan Domestik
Gempa Dahsyat M7,8 Filipina,...
Gempa Dahsyat M7,8 Filipina, Warga Syok Dasar Laut kini Jadi Daratan
Rekomendasi
Roy Suryo-Dokter Tifa...
Roy Suryo-Dokter Tifa Ditangkap, Pakar Hukum: Tak Ada Tekanan dari Kubu Jokowi
Ketika Kebaikan Menjadi...
Ketika Kebaikan Menjadi Strategi: Akhir Dominasi Reward dan Punishment?
Tahfidz 11 Juz, Alhazen...
Tahfidz 11 Juz, Alhazen Nufail Dapat Beasiswa Yayasan Al-Azhar Kelapa Gading
Berita Terkini
3 Penyebab Batalnya...
3 Penyebab Batalnya Penandatanganan Perjanjian Damai AS dan Iran
Wapres Vance Batalkan...
Wapres Vance Batalkan Kunjungan ke Jenewa, Swiss: Perundingan AS-Iran Ditunda
Demo Anti-Pemerintah...
Demo Anti-Pemerintah Digelar selama 50 Hari, Bolivia Deklarasikan Status Darurat
Tanpa Bantuan AS, Trump:...
Tanpa Bantuan AS, Trump: Israel Akan Hancur
PM Meloni Kecam Trump...
PM Meloni Kecam Trump soal Minta Foto: Italia Tidak Pernah Mengemis
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Infografis
Iran Paksa AS Terima...
Iran Paksa AS Terima Kekalahan setelah 40 Hari Berperang, Ini 10 Poin Gencatan Senjata
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved