Polisi Prancis ke Nahel Merzouk: Saya Akan Menembak Kepalamu

Minggu, 02 Juli 2023 - 07:55 WIB
loading...
Polisi Prancis ke Nahel...
Seorang saksi mata yang ikut dalam mobil yang dikendarai Nahel Merzouk (insert) membagikan kisahnya atas kejadian penembakan tersebut. Foto/Kolase/Sindonews
A A A
PARIS - Pemuda berusia 17 tahun, Nahel Merzouk, tewas ditembak oleh polisi Prancis saat berhenti di jalan. Saksi mata yang berada di dalam mobil bersama Nahel Merzouk membagikan kisahnya untuk mengungkap kebenaran.

Pembunuhan Nahel Merzouk memicu ketegangan antara polisi dan pemuda di proyek perumahan Prancis, yang berjuang melawan kemiskinan dan pengangguran.

Dia ditembak pada jam sibuk pada Selasa pagi saat mengendarai mobil di Nanterre, sebuah kota kecil di pinggiran Paris.

Seorang penumpang di dalam mobil telah merilis video di media sosial yang mengatakan dia ingin menegakkan kebenaran karena ada banyak kebohongan di media sosial.

Mengatakan dia ingin menceritakan kisah dari A sampai Z, pemuda itu menjelaskan bahwa mereka meminjam Mercedes dan memutuskan untuk berkeliling Nanterre.

"Kami tidak berada di bawah pengaruh alkohol atau obat-obatan," akunya seperti dikutip dari Sky News, Minggu (2/7/2023).

Mereka sedang mengemudi di jalur bus ketika mereka melihat sepeda motor polisi mengikuti mereka dengan lampu berkedip dan menghentikan mobil tersebut.

Baca Juga: 1.000 Perusuh Ditangkap di Prancis, 45.000 Polisi Diterjunkan

Dia mengatakan seorang petugas mendekati jendela mobil dan menyuruh Nahel untuk menurunkannya sebelum berkata: "Matikan mesinnya atau saya akan menembakmu."

Pemuda tersebut mengaku petugas kemudian memukul Nahel dengan popor senjatanya, kemudian petugas kedua datang dan juga memukul Nahel dengan popor senjatanya.

"Jangan bergerak atau saya akan menembak kepalamu," katanya menirukan ancaman petugas pertama yang menodongkan pistol ke kepala Nahel.

Pemuda itu menuduh petugas kedua berkata: "Tembak dia."

Dia mengatakan petugas pertama kemudian memukul Nahel lagi dengan popor senjata, menyebabkan dia melepaskan kakinya dari pedal rem dan membuat mobil bergerak maju.

Dia mengatakan petugas kedua kemudian menembakkan senjatanya, jadi Nahel menginjak pedal gas.

"Saya melihatnya kesakitan, dia gemetar," katanya. "Kami menabrak penghalang," sambungnya.

"Saya takut. Saya keluar dari kendaraan. Dan saya melarikan diri. Saya pikir mereka akan menembak saya. Jadi saya lari," akunya.

Baca Juga: Macron Sebut Perusuh Prancis Keracunan Video Game

"Saya kaget dengan apa yang terjadi di depan saya. Kepada teman saya," dia menambahkan.

Petugas yang menembak dan membunuh Nahel telah meminta maaf kepada keluarganya.

Jaksa Penuntut Umum Nanterre Pascal Prache mengatakan petugas mencoba menghentikan remaja itu karena dia terlihat sangat muda dan mengendarai Mercedes dengan plat nomor Polandia di jalur bus.

Dia diduga menerobos lampu merah untuk menghindari dihentikan dan kemudian terjebak kemacetan.

"Petugas mengatakan dia khawatir dia dan rekannya atau orang lain dapat tertabrak mobil ketika Nahel berusaha melarikan diri," menurut jaksa.

Prache mengatakan penyelidikan awalnya telah membuatnya menyimpulkan bahwa penggunaan senjatanya oleh petugas itu tidak dibenarkan secara hukum.

Petugas tersebut telah menjalani penyelidikan formal atas pembunuhan secara sengaja dan ditahan di penjara dalam penahanan preventif. Di bawah sistem hukum Prancis, ditempatkan di bawah penyelidikan formal sama dengan dituntut di Inggris.

Baca Juga: Buntut Polisi Tembak Mati Remaja 17 Tahun, Kerusuhan Landa Prancis
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PM Kanada Akui G7 Tidak...
PM Kanada Akui G7 Tidak Lagi Kendalikan Dunia
Inggris, Prancis, Jerman,...
Inggris, Prancis, Jerman, dan Italia Siap Cabut Sanksi Teheran setelah Kesepakatan Damai AS-Iran
Kerusuhan Meluas di...
Kerusuhan Meluas di Irlandia Utara, Rumah dan Mobil Dibakar
Imigran Sudan Tikam...
Imigran Sudan Tikam Warga Lokal, Kerusuhan Pecah di Irlandia Utara
Proyek Jet Tempur FCAS...
Proyek Jet Tempur FCAS Prancis-Jerman Gagal, Pukulan Telak bagi Macron
Rentetan Penembakan...
Rentetan Penembakan Guncang Israel, 1 Tewas, 5 Luka
Kapolda Riau Gaungkan...
Kapolda Riau Gaungkan Polisi Penjaga Peradaban di Dies Natalis Ke-80 STIK Polri
AS: Selat Hormuz Terbuka...
AS: Selat Hormuz Terbuka untuk Dilalui Semua Kapal Tanpa Biaya Tol
AS Sebut Iran Bisa Hidup...
AS Sebut Iran Bisa Hidup Senang jika Penuhi Syarat-Syarat Ini, Apa Saja?
Rekomendasi
Puasa Asyura 2026: Jadwal,...
Puasa Asyura 2026: Jadwal, Dalil, dan Keutamaan Besarnya Menurut Hadis Nabi
FIFGROUP Raih Lima Penghargaan...
FIFGROUP Raih Lima Penghargaan di HR Asia Awards 2026
6 Fakta Gempa Kerak...
6 Fakta Gempa Kerak Dangkal M6,7 di Jalur Sesar Aktif Sulawesi Tengah
Berita Terkini
2 Pesawat Pengebom Nuklir...
2 Pesawat Pengebom Nuklir dari 2 Negara Adikuasa yang Bermusuhan Jatuh di Hari yang Sama
AS dan Iran Berdamai,...
AS dan Iran Berdamai, MBS: Semua untuk Kepentingan Bersama
Ini Teks Resmi 14 Poin...
Ini Teks Resmi 14 Poin Kesepakatan Damai AS dan Iran
Kesepakatan Iran Mencakup...
Kesepakatan Iran Mencakup Dana Rp5.327 Triliun, Setengahnya Sudah Jadi Komitmen
PM Kanada Akui G7 Tidak...
PM Kanada Akui G7 Tidak Lagi Kendalikan Dunia
Israel Danai Pemukim...
Israel Danai Pemukim Ekstremis, Bayar Rp34 Miliar Per Bulan
Infografis
Daftar Lengkap Pelatih...
Daftar Lengkap Pelatih Timnas Indonesia dari Masa ke Masa
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved