Wagner Masih Rekrut Tentara Bayaran

Jum'at, 30 Juni 2023 - 05:50 WIB
loading...
A A A
Namun kasus kriminal terhadap para pemberontak telah dibatalkan, di negara di mana banyak aktivis oposisi menjalani hukuman penjara yang lama hanya karena berbicara menentang perang Rusia di Ukraina.

Bahkan pemimpin Wagner telah diizinkan untuk bebas, tampaknya pindah ke Belarusia - meskipun jet pribadi Prigozhin terlacak terbang kembali ke Rusia pada Selasa malam.

"Kami sedang bekerja. Jika ada yang berubah, mereka akan memberi tahu kami. Tapi tidak ada apa-apa," jelas seorang perekrut wanita di Krasnodar, Rusia selatan.

Gaji seorang petarung Wagner tetap sebesar 240.000 rubel (Rp41 juta) per bulan; dengan kontrak selama enam bulan.

Ketua komite pertahanan di parlemen Rusia mengatakan bahwa Prigozhin telah diperingatkan sebelumnya bahwa batas waktu Wagner untuk dimasukkan oleh kementerian pertahanan tidak dapat dinegosiasikan.

Baca Juga: Disambut bak Rockstar di Dagestan, Putin Berfoto dengan Membawa Alquran

“Kementerian pertahanan mengatakan semua kelompok…harus menandatangani kontrak, dan mereka semua mulai melakukan itu. Semua orang kecuali Tuan Prigozhin,” komentar Andrei Kartapolov, menyebut pemberontakannya sebagai tindakan pengkhianatan.

"Dia diberitahu bahwa Wagner tidak akan berpartisipasi dalam Operasi Militer Khusus," dia menggunakan eufemisme Rusia untuk perangnya di Ukraina. "Itu juga tidak akan mendapatkan pembiayaan atau sumber daya material."

Tetapi perekrutan tentara bayaran Wagner terus berlanjut.

Di Volgograd, seorang pria mengatakan bahwa jika seseorang mendaftar menjadi tentara bayaran Wagner, "Saya dapat mengerahkannya besok," dan mengonfirmasi bahwa Belarusia sekarang menjadi tujuan yang memungkinkan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ukraina Berusaha Rebut...
Ukraina Berusaha Rebut Kesempatan Pertama untuk Menang, tapi Kenapa Selalu Gagal?
Tiru Strategi Iran,...
Tiru Strategi Iran, Ukraina Tembakkan 323 Drone ke Wilayah Rusia pada Malam Hari
10 Mata-mata Perang...
10 Mata-mata Perang Dingin yang Tak Pernah Takut Mati
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
Hongaria Bersihkan Jaringan...
Hongaria Bersihkan Jaringan Viktor Orban, Ini 3 Alasan Rusia Akan Kehilangan Aliansi Utama
Teken Kerja Sama Hukum,...
Teken Kerja Sama Hukum, Indonesia dan Rusia Perkuat Mutual Legal Assistance
Gempa Dahsyat Venezuela:...
Gempa Dahsyat Venezuela: 3 Tewas Tertimpa Reruntuhan, Pemerintah Tetapkan Status Darurat
Ngeri! Suhu Paris Lebih...
Ngeri! Suhu Paris Lebih Panas daripada Makkah
Rekomendasi
Polisi Sita Ratusan...
Polisi Sita Ratusan Perangkat Elektronik di Markas Judi Online Hayam Wuruk, Ini Daftarnya
Sejarah! Mesir Lolos...
Sejarah! Mesir Lolos ke Babak 32 Besar, Iran Masih Tunggu Nasib
Hasil Seleksi OSN-K...
Hasil Seleksi OSN-K SD dan SMP 2026 Diumumkan, Ini Link Resmi Pengumuman
Berita Terkini
Korut Masih Andalkan...
Korut Masih Andalkan Senjata Besar, Korsel Beralih ke 500.000 Prajurit Drone, Siapa Lebih Unggul?
Ukraina Berusaha Rebut...
Ukraina Berusaha Rebut Kesempatan Pertama untuk Menang, tapi Kenapa Selalu Gagal?
Pengadilan Inggris Butuh...
Pengadilan Inggris Butuh 300 Tahun untuk Selesaikan Tumpukan Kasus
Lebih dari 50.000 Orang...
Lebih dari 50.000 Orang Dilaporkan Hilang akibat Gempa Venezuela
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan...
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan di Teluk yang Rusak Akibat Serangan Iran ke Israel
6 Petani Diculik Tentara...
6 Petani Diculik Tentara Israel di Lebanon Selatan
Infografis
15 PTN Masih Buka Jalur...
15 PTN Masih Buka Jalur Mandiri 2025, Kesempatan Kedua yang Gagal SNBT
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved