Wanita ISIS Ini Jadikan Perempuan Yazidi Budak, Dorong Suami untuk Memerkosanya

Kamis, 22 Juni 2023 - 13:10 WIB
loading...
Wanita ISIS Ini Jadikan...
Nadine K (tengah) wanita ISIS asal Jerman yang dihukum penjara 9 tahun lebih 3 bulan karena memperbudak perempuan Yazidi Irak. Foto/DPA
A A A
BERLIN - Seorang wanita Jerman yang bergabung dengan kelompok Islamic State atau ISIS telah dipenjara selama sembilan tahun lebih tiga bulan. Dia dinyatakan bersalah atas berbagai tuduhan, termasuk menjadikan seorang perempuan muda Yazidi sebagai budak.

Terdakwa, seperti dikutip BBC, Kamis (22/6/2023), juga dinyatakan bersalah atas kejahatan terhadap kemanusiaan dan menjadi anggota organisasi teroris asing.

Pengadilan di kota barat Koblenz mengatakan terdakwa yang berusia 37 tahun itu telah melecehkan perempuankorban selama tiga tahun saat mereka tinggal di Suriah dan Irak.

Terdakwa juga diketahui telah mendorong suaminya untuk memerkosa dan memukuli korban.

"Semua ini memenuhi tujuan yang dinyatakan ISIS, untuk menghapus kepercayaan Yazidi," kata jaksa penuntut pada awal persidangan di bulan Januari lalu.

Baca Juga: Para Wanita ISIS Paksa Bocah Laki-laki untuk Menghamili Mereka

Pada tahun 2014, kelompok ISIS menyerbu ke jantung leluhur orang Yazidi di Irak utara.

Orang Yazidi melarikan diri ke Gunung Sinjar. Banyak yang terbunuh dan sekitar 7.000 wanita dan gadis ditangkap dan diperbudak.

Pihak berwenang mengidentifikasi terdakwa hanya sebagai Nadine K sejalan dengan aturan privasi Jerman. Sedangkan korban diidentifikasi sebagai Naveen AI.

"Pengadilan menemukan bahwa terdakwa selama tiga tahun melecehkan seorang perempuan muda Yazidi untuk kepentingannya sendiri sebagai budak rumah tangga," kata pengadilan yang dikutip kantor berita DPA.

Menurut pengadilan, suami terdakwa-lah yang membawa korbanke rumah mereka dan secara teratur memerkosanya.

Terdakwa, lanjut pengadilan, bukannya mencegah tapi justru mendorong sang suami memerkosa korban.

Jaksa mengatakan bahwa terdakwa melakukan perjalanan ke Suriah bersama suaminya pada tahun 2014 dan bergabung dengan ISIS. Pada 2015, pasangan itu pindah ke kota Mosul di Irak, tempat mereka menahan perempuan Yazidi tersebut.

Terdakwa pergi lagi ke Suriah dan ditangkap pasukan Kurdi pada Maret 2022. Dia kemudian dibawa kembali ke Jerman.

Dalam sebuah pernyataan yang dibacakan di persidangannya oleh seorang pengacara, terdakwa menyangkal telah memaksa korban kapan pun.

Dia mengatakan dirinya sering bertengkar dengan suaminya tentang kehadirankorbandi rumah mereka dan dia malu karena tidak berbuat lebih.

Pada bulan Februari,korban bersaksi di persidangan dan mengatakan dia mengenali terdakwa.

Korban pergi ke Koblenz lagi untuk menyaksikan sidang vonis bagi terdakwa. "Dia berharap orang lain mengikuti teladannya dan semua yang melakukan kejahatan serupa akan diadili," kata pengacara korban, Sonka Mehner.

Persidangan tersebut adalah yang terbaru dari beberapa kasus di Jerman yang melibatkan wanita yang melakukan perjalanan ke wilayah yang dikendalikan oleh kelompok ISIS di Suriah dan Irak.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jerman Diguncang Penembakan,...
Jerman Diguncang Penembakan, 6 Orang Tewas
1.300 Orang Tewas Akibat...
1.300 Orang Tewas Akibat Gelombang Panas di Eropa
Menhan Negara NATO Salahkan...
Menhan Negara NATO Salahkan Trump atas Penutupan Selat Hormuz
India Gempar, Seorang...
India Gempar, Seorang Ibu Diperkosa Beramai-ramai di Depan Anaknya
Inggris, Prancis, Jerman,...
Inggris, Prancis, Jerman, dan Italia Siap Cabut Sanksi Teheran setelah Kesepakatan Damai AS-Iran
Jenderal Jerman Ancam...
Jenderal Jerman Ancam Serang Dahsyat Rusia: Kami Siap Bertempur Malam Ini
Di Tengah Piala Dunia...
Di Tengah Piala Dunia 2026, Kapten Timnas Cape Verde Diselidiki Polisi atas Dugaan Pemerkosaan
WHO: Gelombang Panas...
WHO: Gelombang Panas Eropa Sebabkan 1.300 Kematian, Terbanyak di Prancis
Kecam Netanyahu, Mantan...
Kecam Netanyahu, Mantan Kepala Staf IDF: Dia Bikin Israel Kehilangan Arah!
Rekomendasi
Liburan Mewah Tetap...
Liburan Mewah Tetap Bisa Hemat: Hotel Bintang 4 dan 5 Mulai Rp300.000
Hiburan di Mobil Makin...
Hiburan di Mobil Makin Mudah, Konten Vertikal Jadi Pilihan Baru Penonton
Jelajahi Dataran Tinggi...
Jelajahi Dataran Tinggi dan Perkotaan, BYD M6 DM Media Challenge Buktikan Efisiensi Teknologi Dual Mode
Berita Terkini
PBB Perkirakan Pembersihan...
PBB Perkirakan Pembersihan Puing-puing Gaza Perlu Waktu Lebih dari 140 Tahun
Iran Tegaskan Inspektur...
Iran Tegaskan Inspektur IAEA Tak akan Diberi Akses Apa pun ke Lokasi Nuklir yang Dibom
Pemerintah Suriah Terbuka...
Pemerintah Suriah Terbuka untuk Bertemu Hizbullah
PM Pakistan Sharif akan...
PM Pakistan Sharif akan Hadiri Pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran Khamenei
CIA akan Rilis Berkas...
CIA akan Rilis Berkas Baru Program Pengendalian Pikiran Terkait Nazi
Israel Ngotot Tempatkan...
Israel Ngotot Tempatkan Pasukannya di Lebanon, Suriah, dan Gaza Tanpa Batas Waktu
Infografis
Wajib Dicoba, Berikut...
Wajib Dicoba, Berikut Manfaat Cuka Apel untuk Wanita
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved