5 Hal Perlu Diketahui soal Kapal Selam Turis Hilang saat Jelajahi Titanic

Rabu, 21 Juni 2023 - 01:06 WIB
loading...
5 Hal Perlu Diketahui...
Kapal sela Titan milik OceanGate Expeditions yang membawa lima orang untuk menjelajahi bangkai kapal Titanic hilang kontak sejak akhir pekan lalu. Foto/CBC
A A A
CAPE COD - Kapal selam pembawa turis hilang selama akhir pekan lalu dalam eksepedisi untuk menjelajahi bangkai kapal Titanic yang terkenal di Atlantik Utara.

Pencarian besar-besaran terhadap kapal selam dimulai sejak hari Senin.


5 Hal untuk Diketahui tentang Kapal Selam Turis Hilang


Inilah lima hal yang perlu diketahui tentang insiden hilangnya kapal selam turis dalam eksepedisi untuk menjelajahi bangkai kapal Titanic:

Bacaa Juga: Cari Kapal Selam Wisata Titanic yang Hilang, Tim Penyelamat Berpacu dengan Waktu


1. Apa yang Telah Terjadi?


Lima orang awak di kapal selam bernama Titan, milik OceanGate Expeditions, menyelam ke lokasi reruntuhan bangkai kapal Titanic pada Minggu pagi. Coast Guard Amerika Serikat pada Senin sore mengatakan awak kapal penelitian Polar Prince kehilangan kontak dengan kapal selam sekitar satu jam 45 menit kemudian.

Kapal selam itu hilang di daerah sekitar 900 mil sebelah timur Cape Cod, di Atlantik Utara, di perairan dengan kedalaman sekitar 13.000 kaki.

Seorang pejabat Coast Guard mengatakan orang-orang di dalam kapal selam termasuk seorang operator dan empat spesialis misi—istilah yang digunakan perusahaan untuk penumpangnya.

Hamish Harding, seorang miliarder Inggris dan penjelajah petualangan, dilaporkan termasuk di antara kelompok tersebut, tetapi Coast Guard belum merilis identitas mereka yang hilang.


2. Pencarian dan Penyelamatan Sedang Dilakukan


Berita tentang kapal selam Titan yang hilang dan pencarian selanjutnya tersebar pada Senin pagi.

Pada saat itu, Letnan Jordan Hart dari Coast Guard di Boston mengatakan kepada CBS News bahwa personel di sana sedang memimpin misi penyelamatan, dan berfokus pada perairan Newfoundland di Kanada bagian timur.

Hart mengatakan personel Coast Guard sedang menjalani operasi pencarian dan penyelamatan di daerah itu dalam upaya menemukan dan memulihkan kapal selam tersebut.

Coast Guard Kanada juga mengonfirmasi bahwa Pusat Koordinasi Regional Boston mengelola operasi penyelamatan. Lokasi bangkai kapal Titanic berada dalam wilayah pusat koordinasi Boston, menurut peta yurisdiksi di sepanjang Pantai Timur Amerika Utara.

Coast Guard AS mengatakan memiliki pesawat C-130 yang mencari kapal selam itu, dan Pusat Koordinasi Penyelamatan Halifax membantu dengan pesawat P8 Poseidon, yang memiliki kemampuan deteksi bawah air.

"Kami melakukan segala yang kami bisa untuk memastikan bahwa kami dapat menemukan dan menyelamatkan mereka yang ada di kapal," kata Laksamana Muda John Mauger dari Coast Guard AS dalam pengarahan Senin sore.

"Ini adalah daerah terpencil dan merupakan tantangan untuk melakukan pencarian di daerah terpencil itu, tetapi kami mengerahkan semua aset yang tersedia untuk memastikan bahwa kami dapat menemukan kapal itu dan menyelamatkan orang-orang di dalamnya," kata Mauger.

Pelampung sonar telah dikerahkan di dalam air dalam upaya untuk mendengarkan kapal selam yang hilang. Mereka mampu mendengarkan hingga kedalaman 13.000 kaki.

Menurut Mauger, Coast Guard fokus untuk menemukan kapal selam itu sekarang, tetapi mereka juga bekerja untuk mengembangkan rencana penyelamatan.

"Saat ini kami fokus untuk menemukan kapal itu. Tetapi pada saat yang sama, jika kami menemukan kapal ini di dalam air maka kami harus melakukan semacam penyelamatan," kata Mauger.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
China Tembakkan Rudal...
China Tembakkan Rudal Balistik Antarbenua Berkemampuan Nuklir, 6 Negara Protes
AS Ketar-ketir dengan...
AS Ketar-ketir dengan Senjata Nuklir China usai Kapal Selam Beijing Tembakkan Rudal Antarbenua
Menipu hingga Rp17,8...
Menipu hingga Rp17,8 Triliun untuk Hidup Mewah, Miliarder Ini Dipenjara 30 Tahun
Inggris Sekarang Tanpa...
Inggris Sekarang Tanpa Kapal Selam Serang Nuklir Aktif, Jadi Tak Berdaya Melawan Rusia
Beijing: Asing Mata-matai...
Beijing: Asing Mata-matai China, Gunakan Kura-kura dan Ikan yang Dipasang Sensor
Elon Musk Triliuner...
Elon Musk Triliuner Pertama di Dunia, Kekayaannya Rp19.706,5 Triliun Setara 73 Kali Anggaran MBG
Kuasai 25% Kekayaan...
Kuasai 25% Kekayaan Miliarder AS: 144 Imigran Terkaya Pecahkan Rekor Rp39.261 Triliun
Ledakan Dahsyat Runtuhkan...
Ledakan Dahsyat Runtuhkan Terowongan di India, Tewaskan 12 Pekerja
Iran Dilaporkan Tolak...
Iran Dilaporkan Tolak Mentah-Mentah Proposal Gencatan Senjata AS
Rekomendasi
Tingkatkan Nilai Jual...
Tingkatkan Nilai Jual TBS, 133 Pekebun Muara Enim Ikuti Pelatihan Panen Sawit
Elon Musk Minta Tak...
Elon Musk Minta Tak Perlu Takut dengan AI, Nikmati Saja
Nonton Latihan Pestapora...
Nonton Latihan Pestapora Makassar Lebih Murah Pakai BRImo, Begini Cara Dapat Promonya!
Berita Terkini
Serangan Ekstremis Yahudi...
Serangan Ekstremis Yahudi Meningkat di Tepi Barat, Fatah Salahkan Pemerintah Israel
Baku Tembak Pecah di...
Baku Tembak Pecah di Tepi Barat, 1 Ekstremis Israel Tewas, 4 Warga Palestina Meninggal
Wali Kota Sadiq Khan...
Wali Kota Sadiq Khan Sebut Netanyahu Pelaku Genosida dan Tidak Diterima di London
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
Infografis
5 Hal Wajib Diketahui...
5 Hal Wajib Diketahui Bagi Kamu yang Ingin Belajar di Eropa
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved