5 Alasan Mengapa NATO Menolak Keras Ukraina Bergabung

Sabtu, 17 Juni 2023 - 11:55 WIB
loading...
A A A
Hal yang sama berlaku untuk ancaman nuklir, saran Prof Williams.

Menyusul komentar pemimpin Chechnya Ramzan Kadyrov bahwa Rusia harus menggunakan senjata nuklir hasil rendah di Ukraina, Washington mengatakan akan membalas dengan keras, dengan mantan direktur CIA David Petraeus mengklaim AS akan memusnahkan pasukan Rusia di Ukraina dan menenggelamkan seluruh armada Laut Hitamnya.

3. Ukraina Belum Siap

5 Alasan Mengapa NATO Menolak Keras Ukraina Bergabung

Foto/Reuters

Sebelum mereka dapat bergabung dengan NATO, negara-negara harus terlebih dahulu memenuhi standar ekonomi, politik, dan militer tertentu.

Menurut Williams, Ukraina tetap merupakan cara yang baik untuk memenuhi kriteria keanggotaan ini, menunjuk pada masalah dengan lembaga demokrasi negara dan proses anti-korupsi.

"Kami tidak lama lagi dari pemilu Ukraina menjadi hal yang sangat korup ... dan protes jalanan besar-besaran yang mencoba menempatkan Ukraina di jalur menuju negara Eropa yang modern, liberal, dan demokratis," katanya.

“Jalan (ini) sekarang terlihat tidak dapat dibatalkan. Putin telah menjamin itu. Tapi ini adalah jalan yang panjang, lembaga politik Ukraina harus bekerja keras.”

Tawaran Ukraina untuk bergabung dengan Uni Eropa (UE) menghadapi kesulitan yang sama, dengan kekhawatiran seputar apakah akan memenuhi standar dan harapan blok tersebut.

Namun ada harapan bahwa perang akan membaik kemampuan Ukraina untuk memenuhi persyaratan NATO, terutama secara militer.

"Ukraina akan keluar dari sini mungkin dengan salah satu tentara terbaik di NATO karena telah menerima banyak peralatan dan pelatihan Barat," kata Shea. Ini akan menjadikannya kandidat yang lebih menarik dalam jangka panjang.

Baca Juga: 5 Pertimbangan untuk Mengukur Kesuksesan Serangan Balasan Ukraina ke Rusia

4. Sulit Meyakinkan Semua Anggota NATO

Di bawah aturan NATO, anggota baru hanya dapat diterima jika semua 30 anggota setuju. Bahkan jika seseorang tidak setuju, hal itu dapat menghalangi -- atau bahkan menggagalkan -- keseluruhan proses.

Swedia telah menghadapi kesulitan ini dengan permintaan keanggotaan NATO mereka sendiri, dengan Turki mengajukan keberatan awal.

Dengan cara yang sama, Hungaria bisa menjadi masalah bagi tawaran keanggotaan Ukraina.

Negara-negara tersebut, yang berbagi perbatasan darat, memiliki perselisihan berkepanjangan tentang hak-hak minoritas berbahasa Hungaria di Ukraina.

Sejak 2017, ketika Ukraina menjadikan bahasa Ukraina sebagai bahasa wajib di sekolah dasar, Hongaria telah berulang kali memblokir upaya Ukraina untuk berintegrasi dengan NATO dan UE.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jenderal Tertinggi Ukraina...
Jenderal Tertinggi Ukraina Sebut Rusia Tidak Berhak untuk Eksis, Moskow Marah
Jet Tempur Siluman Su-57...
Jet Tempur Siluman Su-57 Rusia Seharga Rp2 Triliun Jatuh, Bukan akibat Ditembak Ukraina
Jenderal Tertinggi AS...
Jenderal Tertinggi AS Ungkap Jet Tempur F-16 Ukraina Tembak Jatuh Su-35 Rusia dalam Duel Langit
Presiden Zelensky Akan...
Presiden Zelensky Akan Memiliki Pesaing Politik yang Kuat, Ini 5 Pemicunya
AS Terlibat Langsung...
AS Terlibat Langsung dalam Serangan Drone Ukraina, Rusia: Washington Munafik!
Presiden Zelensky Pecat...
Presiden Zelensky Pecat Panglima Militer Ukraina, Rusia Untung Besar!
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
Trump: Kesepakatan Nuklir...
Trump: Kesepakatan Nuklir Batal Jika Arab Saudi Tak Normalisasi Hubungan dengan Israel
AS-Saudi Teken Perjanjian...
AS-Saudi Teken Perjanjian Nuklir, Trump: Tak Ada Pengayaan Uranium
Rekomendasi
Ditransfer Ruben Onsu...
Ditransfer Ruben Onsu Rp75 Juta, Sarwendah Dikabarkan Protes
HWB Serang Resmi Diluncurkan...
HWB Serang Resmi Diluncurkan Besok , Harga Mulai dari Rp101 Juta
60 Negara Kena Getok...
60 Negara Kena Getok Tarif Kerja Paksa AS 10-12,5%, Dedengkot BRICS Bakal Balik Melawan
Berita Terkini
PBB Murka Masjid Al-Aqsa...
PBB Murka Masjid Al-Aqsa Diserbu Menteri Israel dan 4.000 Massa Yahudi
AS Rugi Besar akibat...
AS Rugi Besar akibat Serangan Iran di Seluruh Negara Arab
Ini Sosok Pangeran Arab...
Ini Sosok Pangeran Arab Saudi yang Tewas di Hotel Mewah usai Konsumsi Narkoba dan Alkohol
IRGC: Serangan Rudal...
IRGC: Serangan Rudal Iran Hancurkan Sistem Pertahanan THAAD, Patriot, dan C-RAM Amerika di Yordania
Menteri Israel Gabung...
Menteri Israel Gabung 4.000 Massa Yahudi Serbu Kompleks Masjid Al-Aqsa
Jenderal Tertinggi Ukraina...
Jenderal Tertinggi Ukraina Sebut Rusia Tidak Berhak untuk Eksis, Moskow Marah
Infografis
2 Negara NATO akan Kirim...
2 Negara NATO akan Kirim Jet Tempur dan Kapal Perang ke Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved