Zelensky: Rusia Akan Kalah Perang Jika Serangan Balasan Ukraina Berhasil
Jum'at, 16 Juni 2023 - 00:44 WIB
loading...
A
A
A
"Tapi kita kehilangan waktu, kita kehilangan orang, dan yang terpenting, kita kehilangan keuntungan kita dan Rusia mengendalikan udara," imbuhnya.
Analis mengatakan bahwa dominasi udara Rusia merupakan faktor penting dalam pertempuran yang dilakukan di garis depan.
“Ukraina ingin dapat bersaing di udara – mari kita lakukan hari ini,” kata Zelensky.
"Dan F-16 serta senjata lainnya berarti perang akan berlangsung lebih lama,” tambahnya.
“Ini bukan Ukraina melawan Rusia, Rusia berperang melawan dunia yang beradab," serunya.
Zelensky juga menyinggung soal keinginan Ukraina menjadi anggota NATO.
Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin bertemu dengan menteri pertahanan NATO di Brussel pada hari Kamis, untuk pertemuan pertama Kelompok Kontak Pertahanan Ukraina sejak serangan balasan dimulai. Pertanyaan kunci untuk NATO adalah keinginan kuat Ukraina untuk bergabung dengan aliansi tersebut, sesuatu yang telah memecah belah anggotanya dan mendapat tentangan sengit dari Kremlin.
"Kami memahami bahwa besok kami tidak akan menjadi anggota NATO," kata Zelensky.
"Tapi kami membutuhkan undangan dan harus jelas bahwa setelah perang ini, jika kami siap, dan jika tentara Ukraina siap dengan standar NATO, maka setelah perang kami akan diundang untuk bergabung," tutur Zelensky.
"Sangat penting untuk mendengar kebenaran dan tidak berbohong kepada kami," dia menambahkan.
Baca Juga: Inggris Pamer Drone Baru untuk Ukraina, Diklaim Bukan Kaleng-kaleng
Pada sosok Zelensky, Rusia telah menemukan lawan yang gigih yang penolakannya untuk meninggalkan ibu kota telah meningkatkan citra internasionalnya dan membantu mengamankan miliaran dolar bantuan militer, sebagian besar dari pemerintahan Biden.
Analis mengatakan bahwa dominasi udara Rusia merupakan faktor penting dalam pertempuran yang dilakukan di garis depan.
“Ukraina ingin dapat bersaing di udara – mari kita lakukan hari ini,” kata Zelensky.
"Dan F-16 serta senjata lainnya berarti perang akan berlangsung lebih lama,” tambahnya.
“Ini bukan Ukraina melawan Rusia, Rusia berperang melawan dunia yang beradab," serunya.
Zelensky juga menyinggung soal keinginan Ukraina menjadi anggota NATO.
Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin bertemu dengan menteri pertahanan NATO di Brussel pada hari Kamis, untuk pertemuan pertama Kelompok Kontak Pertahanan Ukraina sejak serangan balasan dimulai. Pertanyaan kunci untuk NATO adalah keinginan kuat Ukraina untuk bergabung dengan aliansi tersebut, sesuatu yang telah memecah belah anggotanya dan mendapat tentangan sengit dari Kremlin.
"Kami memahami bahwa besok kami tidak akan menjadi anggota NATO," kata Zelensky.
"Tapi kami membutuhkan undangan dan harus jelas bahwa setelah perang ini, jika kami siap, dan jika tentara Ukraina siap dengan standar NATO, maka setelah perang kami akan diundang untuk bergabung," tutur Zelensky.
"Sangat penting untuk mendengar kebenaran dan tidak berbohong kepada kami," dia menambahkan.
Baca Juga: Inggris Pamer Drone Baru untuk Ukraina, Diklaim Bukan Kaleng-kaleng
Pada sosok Zelensky, Rusia telah menemukan lawan yang gigih yang penolakannya untuk meninggalkan ibu kota telah meningkatkan citra internasionalnya dan membantu mengamankan miliaran dolar bantuan militer, sebagian besar dari pemerintahan Biden.
Lihat Juga :