Ukraina Disebut Hanya Maju Sedikit tapi Rugi Besar dalam Serangan Balasan

Selasa, 13 Juni 2023 - 18:01 WIB
loading...
Ukraina Disebut Hanya...
Anggota militer Ukraina mengendarai pengangkut personel lapis baja M113, dekat garis depan kota Bakhmut, Donetsk, 9 Juni 2023. Foto/REUTERS/Viacheslav Ratynskyi
A A A
KIEV - Pasukan Ukraina telah membuat kemajuan signifikan pertama mereka setelah sepekan pertempuran di front selatan, menurut tabloid Jerman Bild pada Senin (12/6/2023).

Bild mencatat, perebutan lima desa kecil yang dilaporkan telah terjadi dengan kerugian besar pada lapis baja Ukraina yang disediakan Barat.

“Pada hari kedelapan serangan balik Ukraina, front Rusia di selatan negara itu mulai menunjukkan keretakan,” ujar reporter Bild Julian Roepcke dalam pembaruan video tentang pertempuran tersebut.

Dia menambahkan, “Bagian depan pertama di Donetsk di timur telah runtuh sejak kemarin.”

Roepcke yang berada di garda depan pro-Ukraina yang melaporkan di tabloid tersebut, mengutip sumber-sumber militer di Kiev untuk mengklaim kemajuan beberapa kilometer ke wilayah yang dikuasai Rusia.

Namun, pada Senin malam waktu setempat, analis militer Ukraina melaporkan pertempuran sengit di dua desa yang seharusnya "dibebaskan" pada hari sebelumnya.



Kiev hanya mengerahkan lima dari 25 brigade yang telah disiapkan untuk operasi itu, menurut Roepcke. “Sekitar 40.000 tentara masih ditahan sebagai cadangan,” ungkap dia.

Klaim kemajuan Ukraina datang bahkan ketika media "intelijen sumber terbuka" (OSINT) pro-Ukraina yang paling bersemangat pun mengakui kerugian besar dari lapis baja dan peralatan yang dipasok Barat dalam pertempuran di front Zaporozhye.

“Brigade ke-47 tentara Ukraina telah kehilangan tujuh tank Leopard 2 dan 17 kendaraan tempur infanteri Bradley hanya dalam lima hari, tanpa mencapai kesuksesan nyata di selatan Orekhov,” ungkap laporan Oryx, “OSINT” yang berbasis di Belanda.

Kelompok itu sering dikritik karena menggelembungkan perkiraan kerugian Rusia dan mengecilkan kerugian Ukraina. Roepcke mengutipnya dalam laporan videonya.

“Bradleys yang hancur atau rusak dan terbengkalai menyumbang sekitar 15% dari 109 unit yang dipasok AS ke Ukraina,” papar Jakub Janovsky dari Oryx kepada CNN.

Aktivis tersebut mengungkapkan harapan sebagian besar kendaraan dapat ditemukan dan diperbaiki jika pasukan Ukraina berhasil merebut daerah tersebut.

Pasukan Ukraina meluncurkan "serangan balasan musim semi" yang banyak digembar-gemborkan pada awal Juni.

Kiev mengirim tank dan kendaraan lapis baja ke garis pertahanan Rusia di wilayah Zaporozhye dan Donetsk.

Ukraina menghabiskan beberapa hari bersikeras untuk diam sepenuhnya, sampai bukti video menunjukkan bangkai tank buatan Jerman dan kendaraan lapis baja buatan AS setelah serangan yang gagal di Zaporozhye.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Meski Bersitegang, AS...
Meski Bersitegang, AS Tidak Akan Tinggalkan NATO, Berikut 3 Alasannya
Rusia Tuding Zelensky...
Rusia Tuding Zelensky Mainkan Permainan Berbahaya dengan Trump
AS Bimbang, Ini 3 Negara...
AS Bimbang, Ini 3 Negara NATO yang Masih Menghalangi Kemenangan Rusia di Ukraina
Para Pemimpin Dunia...
Para Pemimpin Dunia Diam-diam Berbicara dengan Putin
10 Negara Terluas di...
10 Negara Terluas di Dunia, Adakah Indonesia?
Rusia Kecam Trump karena...
Rusia Kecam Trump karena Mengancam Akan Mengebom Iran
Antisipasi Eskalasi...
Antisipasi Eskalasi dengan NATO, Putin Panggil 160.000 Pemuda untuk Wajib Militer
Negara-Negara Arab Nyatakan...
Negara-Negara Arab Nyatakan Tolak Bantu AS Serang Iran
Apa itu Tarif Resiprokal...
Apa itu Tarif Resiprokal yang Dikenakan Donald Trump, Balas Dendam?
Rekomendasi
Jadwal Timnas Indonesia...
Jadwal Timnas Indonesia U-17 di Piala Asia U-17 2025: Start Penentu Garuda Muda
Mereda, Harga Emas Antam...
Mereda, Harga Emas Antam Hari Ini Turun ke Rp1.819.000 per Gram
Streaming AFC U17 Asian...
Streaming AFC U17 Asian Cup Saudi Arabia 2025: Timnas Indonesia Berjuang!
Berita Terkini
Siapa Sultan Qaboos?...
Siapa Sultan Qaboos? Penguasa Oman yang Berkuasa 50 Tahun setelah Menggulingkan Ayahnya dalam Kudeta Istana
40 menit yang lalu
Denmark dan Greenland...
Denmark dan Greenland Bentuk Front Perlawanan untuk Melawan AS
1 jam yang lalu
Israel Serang Sekolah...
Israel Serang Sekolah di Gaza, 27 Orang Tewas
2 jam yang lalu
Demi Keamanan Nasional,...
Demi Keamanan Nasional, Staf Kedubes AS di China Dilarang Berkencan dengan Penduduk Lokal
3 jam yang lalu
Meski Bersitegang, AS...
Meski Bersitegang, AS Tidak Akan Tinggalkan NATO, Berikut 3 Alasannya
4 jam yang lalu
Taiwan Lawan Tekanan...
Taiwan Lawan Tekanan China di PBB, Tegaskan Status sebagai Negara Berdaulat
5 jam yang lalu
Infografis
Negara Anggota NATO...
Negara Anggota NATO Akui Serangan Balasan Ukraina Gagal
Copyright ©2025 SINDOnews.com All Rights Reserved