Ditolak 11 Negara, Begini Hubungan Ukraina dan NATO

Selasa, 13 Juni 2023 - 14:20 WIB
loading...
Ditolak 11 Negara, Begini...
Ada 11 negara anggota yang dilaporkan menolak Ukraina bergabung dengan NATO. Foto/REUTERS
A A A
JAKARTA - Ada 11 negara dari 31 anggota NATO yang tidak menyetujui jika Ukraina bergabung dengan blok militer yang dipimpin Amerika Serikat (AS) tersebut.

Sikap negara-negara penolak itu akan menyulitkan Ukraina yang terus terpojok akibat invasi militer Rusia. Di lain pihak, AS dan sekutunya terus memberikan dukungan militer kepada Kyiv.

Baca Juga: Mengenal Pasukan Khusus Akhmat, Pengganti Tentara Bayaran Wagner untuk Perang di Ukraina


Hubungan Ukraina dan NATO


Dikutip dari laman resmi NATO, hubungan antara aliansi dan Ukraina telah dimulai pada tahun 1990-an. Dalam perkembangannya, Ukraina pun dianggap menjadi salah satu mitra NATO yang paling penting.

Saking pentingnya, NATO dan sekutunya selalu memberikan dukungan sejak pencaplokan Crimea secara ilegal oleh Rusia pada tahun 2014 silam. Mereka pun menuntut agar Rusia segera menghentikan perang dan menarik semua pasukannya dari Ukraina.

Sebagai akibat dari beberapa aneksasi yang dilakukan Rusia terhadap wilayah Ukraina, NATO dan sekutunya pun memutuskan untuk menangguhkan semua kerjasama sipil dan militer praktis dengan Rusia.

Mereka juga memberlakukan sanksi berat terhadap Moskow untuk membuat mesin perang Kremlin kekurangan sumber daya.

Sejalan dengan dukungan politiknya, NATO pun secara signifikan meningkatkan bantuan praktis kepada Ukraina. Sebagian besar bantuan yang dicanangkan bertujuan untuk membangun sistem keamanan dan pertahanan Ukraina.

NATO dan sekutu juga telah memberikan banyak dukungan ekstensif untuk pengembangan kemampuan Ukraina, termasuk melalui berbagai pelatihan dan pendidikan serta penyediaan berbagai peralatan perang.

Selain itu, NATO juga telah berkontribusi dalam pemberian dana kepada Ukraina sejak tahun 2014. Dana tersebut kemudian dialokasikan menjadi ke beberapa sektor, terutama pada sektor keamanan, rehabilitasi medis hingga pengembangan kemampuan warga sipil.

Dalam jangka panjang, aliansi itu juga akan mengembangkan proyek untuk membantu Ukraina dalam pemulihannya. Proyek jangka panjang yang dimaksud meliputi pemulihan dan rekonstruksi pascaperang hingga rehabilitasi medis dan psikologis warga sipil.

Oleh karenanya, NATO pun bersikap keras untuk terus mendukung rakyat Ukraina dan pemerintahannya yang dipilih secara sah dan demokratis. Aliansi akan selalu mempertahankan dukungannya demi kemerdekaan dan kedaulatan Ukraina.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Finlandia Buka Pintu...
Finlandia Buka Pintu Jadi Markas Bom Nuklir NATO, Rusia Bisa Marah
Ini Keunggulan Pesawat...
Ini Keunggulan Pesawat Pengebom B-52 vs Tu-22M3 yang Jatuh pada Hari yang Sama
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Fregat Rusia Tembaki...
Fregat Rusia Tembaki Kapal Pesiar Inggris, Starmer: Tindakan Sembrono
2 Pesawat Pengebom Nuklir...
2 Pesawat Pengebom Nuklir dari 2 Negara Adikuasa yang Bermusuhan Jatuh di Hari yang Sama
Kapal Fregat Rusia Lepaskan...
Kapal Fregat Rusia Lepaskan Tembakan Peringatan di Selat Inggris
Prabowo Batal Hadiri...
Prabowo Batal Hadiri KTT ASEAN-Rusia, Istana Ungkap Alasannya
Serangan Rusia Tewaskan...
Serangan Rusia Tewaskan 9 Orang di Ukraina, Katedral Bersejarah Kyiv Terbakar
Acuhkan Trump, Israel...
Acuhkan Trump, Israel Tolak Tinggalkan Lebanon meski AS-Iran Berdamai
Rekomendasi
OJK Rilis Daftar Direksi...
OJK Rilis Daftar Direksi BEI Baru, Ada 7 Direktur Terpilih
Catat! Ini Penurunan...
Catat! Ini Penurunan Kapasitas Baterai Mobil Listrik Setiap Tahunnya
Kamboja Targetkan Kerja...
Kamboja Targetkan Kerja Sama Pendidikan Tinggi dengan Indonesia, Fokus Double Degree
Berita Terkini
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
Pemimpin Hizbullah:...
Pemimpin Hizbullah: Perlawanan Gagalkan Proyek Israel Raya, Perlucutan Senjata Tak akan Disetujui
AS Siap Mulai Lagi Perang...
AS Siap Mulai Lagi Perang dan Terapkan Kembali Blokade Jika Iran Tidak Patuh
Trump Bela Kesepakatan...
Trump Bela Kesepakatan Iran: Orang-orang Dungu Itu Iri, Orang Jahat, atau Bodoh
Ketua Parlemen Tegaskan...
Ketua Parlemen Tegaskan Iran akan Pungut Biaya dari Kapal untuk Layanan di Selat Hormuz
AS Ternyata Gunakan...
AS Ternyata Gunakan AI Grok Elon Musk untuk Tembakkan 2.000 Rudal ke Iran
Infografis
AS Siapkan 100 Hari...
AS Siapkan 100 Hari Lagi untuk Damaikan Rusia dan Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved