6 Pemicu Kegagalan Operasi Balasan Ukraina ke Rusia

Selasa, 13 Juni 2023 - 13:08 WIB
loading...
6 Pemicu Kegagalan Operasi...
Serangan Ukraina untuk merebut wilayah yang diduduki Rusia semakin intensif. Foto/Reuters
A A A
MOSKOW - Pasukan Ukraina kini melakukan operasi balasan atau counteroffensive dengan menguasai beberapa desa yang sebelumnya dikuasai Rusia. Tapi, serangan Ukraina itu diperkirakan akan menemui jalan buntu dan kegagalan.

Dengan dukungan penuh NATO bersama Amerika Serikat (AS), Ukraina tetap percaya diri melaksanakan serangan balasan. Tapi, banyak ahli memperkirakan strategi Ukraina tidak akan sukses. Ukraina diprediksi akan terjebak dengan permainan mematikan yang dimainkan sendiri.

Berikut adalah 6 faktor yang memicu kegagalan permainan mematikan dalam operasi balasan Ukraina ke Rusia pada tahap awal.

1. Tidak Signifikan Merebut Kembali Teritorial


6 Pemicu Kegagalan Operasi Balasan Ukraina ke Rusia

Foto/Reuters

Tahap awal serangan balasan Ukraina telah ditandai dengan tekanan terbatas namun tidak signifikan di berbagai titik di sepanjang garis depan medan pertempuran.

Beberapa dari tersebut ini telah menghasilkan keuntungan yang sederhana, bahkan membebaskan beberapa desa garis depan.

Tapi, tekanan lain akan mencapai perlawanan yang lebih berat atau pertempuran yang sulit.

Baca Juga: 7 Kota Calon Zona Demiliterisasi Rusia - Ukraina, Mayoritas di Wilayah Perbatasan

2. Senjata Baru NATO Tidak Efektif

Gerakan pembukaan ini mengorbankan banyak tentara dan peralatan, termasuk beberapa senjata baru yang baru saja diperoleh Ukraina dari mitra Barat negara itu, seperti tank Leopard buatan Jerman dan kendaraan tempur infanteri Bradley buatan Amerika.

Itu sebagai bukti peralatan tempur tersebut tidak efektif di medan perang.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Partai Pro-Barat Menang...
Partai Pro-Barat Menang Pemilu Armenia, Pukulan Telak bagi Rusia
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia, China dan Rusia Bersaing Ketat
Perlombaan Senjata Nuklir...
Perlombaan Senjata Nuklir Baru Telah Tiba, AS dan China Paling Ugal-ugalan
Inggris Makin Tak Berdaya!...
Inggris Makin Tak Berdaya! Seluruh Armada Kapal Selam Serang Tak Bisa Beroperasi
Eropa Memanas! Jet tempur...
Eropa Memanas! Jet tempur Prancis Tembak Jatuh Drone Rusia di Latvia
5 Negara yang Mampu...
5 Negara yang Mampu Membuat Jet Tempur Sendiri, Ada yang Produksinya Mencapai Ratusan Unit per Tahun
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
Krisis Demografi China:...
Krisis Demografi China: Pemerintah Dorong Gerakan Lansia Merawat Lansia
Prajurit Angkatan Laut...
Prajurit Angkatan Laut AS Tewas Ditembak Temannya di Kapal Induk USS John F Kennedy
Rekomendasi
Enam Tahun Penerjemahan,...
Enam Tahun Penerjemahan, Alkitab Bahasa Sunda Kini Hadir dalam Format Cetak dan Digital
Pengacara Jokowi: Ada...
Pengacara Jokowi: Ada Dugaan Manipulasi Bukti Elektronik dalam Kasus Ijazah Jokowi
Antam Tebar Dividen...
Antam Tebar Dividen Jumbo Rp5,04 Triliun, 70% dari Laba Bersih di 2025
Berita Terkini
Citra Satelit Tunjukkan...
Citra Satelit Tunjukkan Kehancuran di Pangkalan Udara Israel Akibat Serangan Iran
Kerusuhan Meluas di...
Kerusuhan Meluas di Irlandia Utara, Rumah dan Mobil Dibakar
Diduga Terlibat dalam...
Diduga Terlibat dalam Skandal Seks, Bill Gates Hadapi Sidang di DPR AS
Pakar Militer Klaim...
Pakar Militer Klaim Iran Ingin Memulihkan Daya Tolak Terhadap Serangan AS
Bagaimana AS Kehilangan...
Bagaimana AS Kehilangan Helikopter Apache Pertama dalam Perang dengan Iran?
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Udara di Afghanistan, 13 Orang Tewas
Infografis
Jet Tempur Su-27 Ukraina...
Jet Tempur Su-27 Ukraina Jatuh saat Duel Lawan Drone Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved