Kembali Gabung UNESCO, AS Tantang China di Pertempuran Budaya
Senin, 12 Juni 2023 - 21:30 WIB
loading...
A
A
A
Washington secara resmi meninggalkan UNESCO di era pemerintahan Presiden AS Donald Trump pada 2017, diikuti oleh Israel, dengan alasan dugaan "bias pro-Palestina" dalam lembaga itu.
“China saat ini adalah satu-satunya penyumbang terbesar bagi UNESCO,” papar Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken mencatat pada Maret.
Baca juga: Wilayah Kherson Rusia Akui Ukraina sebagai Bahasa Resmi
Diplomat itu mendesak Kongres menyisihkan sekitar USD150 juta untuk potensi kembali ke lembaga itu, karena AS berhutang banyak dalam pembayaran yang terlewatkan.
“Mereka sedang mengerjakan aturan, norma, dan standar untuk kecerdasan buatan. Kami ingin berada di sana,” ungkap Blinken.
“China saat ini adalah satu-satunya penyumbang terbesar bagi UNESCO,” papar Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken mencatat pada Maret.
Baca juga: Wilayah Kherson Rusia Akui Ukraina sebagai Bahasa Resmi
Diplomat itu mendesak Kongres menyisihkan sekitar USD150 juta untuk potensi kembali ke lembaga itu, karena AS berhutang banyak dalam pembayaran yang terlewatkan.
“Mereka sedang mengerjakan aturan, norma, dan standar untuk kecerdasan buatan. Kami ingin berada di sana,” ungkap Blinken.
Lihat Juga :