Kelompok Bersenjata Serang Pasukan Penjaga Perdamaian PBB di Mali, 1 Personel Tewas

Sabtu, 10 Juni 2023 - 14:10 WIB
loading...
Kelompok Bersenjata...
Kelompok Bersenjata Serang Pasukan Penjaga Perdamaian PBB di Mali, 1 Personel Tewas. FOTO/Reuters
A A A
MALI - Para penyerang membunuh satu personel penjaga perdamaian PBB dan melukai serius delapan lainnya pada Jumat (9/6/2023). Serangan terjadi di wilayah Timbuktu, utara Mali , wilayah di mana para ekstremis terus beroperasi.

“Penjaga perdamaian adalah bagian dari patroli keamanan yang menjadi sasaran pertama dengan alat peledak rakitan dan kemudian dengan tembakan langsung di kota Ber,” kata juru bicara PBB, Stephane Dujarric, seperti dikutip dari AP.

Baca juga: Tiga Bom Bunuh Diri Guncang Mali, 9 Tewas dan 60 Terluka

“PBB bergabung dengan kepala misi penjaga perdamaian PBB di Mali, El-Ghassim Wane, mengutuk keras serangan itu,” lanjut Dujarric. Ia juga mengatakan, penjaga perdamaian yang terbunuh pada hari Jumat adalah orang kesembilan yang tewas di Mali tahun ini.

“Kehilangan yang tragis ini adalah pengingat nyata akan risiko yang dihadapi pasukan penjaga perdamaian di Mali dan tempat lain di seluruh dunia saat bekerja tanpa lelah untuk membawa stabilitas dan perdamaian bagi rakyat Mali,” katanya.

Mali telah diperintah oleh junta militer sejak kudeta tahun 2020, terhadap presiden terpilih, Ibrahim Boubacar Keita. Negara itu telah menghadapi serangan destabilisasi oleh kelompok ekstremis bersenjata yang terkait dengan Al-Qaeda dan kelompok Daesh sejak 2013.

Baca juga: Inggris Tarik Pulang 300 Tentara dari Pasukan Penjaga Perdamaian PBB di Mali

Pada tahun 2021, Prancis dan mitra Eropanya yang terlibat dalam perang melawan ekstremis di utara Mali mundur dari negara itu setelah junta membawa tentara bayaran dari Grup Wagner Rusia.

Amerika Serikat memperingatkan pemerintah militer Mali pada bulan April bahwa "tidak bertanggung jawab" bagi PBB untuk terus mengerahkan lebih dari 15.000 pasukan penjaga perdamaiannya kecuali negara Afrika barat itu mengakhiri pembatasan, termasuk pengoperasian drone pengintai, dan melakukan komitmen politik terhadap perdamaian dan perdamaian. pemilu Maret 2024.

Peringatan itu muncul saat Dewan Keamanan PBB mempertimbangkan tiga opsi yang diajukan oleh Sekretaris Jenderal António Guterres untuk masa depan misi pemeliharaan perdamaian: memperbesar ukurannya, mengurangi jejaknya, atau menarik pasukan dan polisi dan mengubahnya menjadi misi politik. Mandatnya saat ini berakhir pada 30 Juni.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PBB Ungkap Israel Bunuh...
PBB Ungkap Israel Bunuh Lebih dari 20.000 Anak Palestina
Jerman Gagal Peroleh...
Jerman Gagal Peroleh Kursi di Dewan Keamanan PBB untuk Pertama Kali
Jerman Gagal Rebut Kursi...
Jerman Gagal Rebut Kursi DK PBB untuk Pertama Kalinya
Israel dan Rusia Masuk...
Israel dan Rusia Masuk Blacklist PBB terkait Kekerasan Seksual dalam Konflik, Zionis Murka
Dibantu Tentara Rusia,...
Dibantu Tentara Rusia, Mali Sukses Gagalkan Kudeta Militer
Mali Kacau! Separatis...
Mali Kacau! Separatis Serang Basis Militer Seluruh Negeri, Menhan Camara Tewas
WSIS Prizes 2026 PBB:...
WSIS Prizes 2026 PBB: Dua Program Digitalisasi Kemendikdasmen Diakui Dunia
Delegasi Iran Berangkat...
Delegasi Iran Berangkat ke Swiss Negosiasi dengan AS, Perang Bakal Berakhir?
Venezuela Luluh Lantak...
Venezuela Luluh Lantak Diguncang 2 Gempa Dahsyat, Ini Pemicunya?
Rekomendasi
Jenderal Sigit Bentuk...
Jenderal Sigit Bentuk Polresta Baru Khusus di IKN, Dijabat AKBP Supriyanto
Bangun Ketahanan Pangan,...
Bangun Ketahanan Pangan, Kakanwil Ditjenpas Jakarta Panen Telur Ayam di Lapas Salemba
Jadwal Lengkap MotoGP...
Jadwal Lengkap MotoGP Belanda 2026 di Sirkuit Assen, Streaming VISION+
Berita Terkini
Sadisnya Tentara Israel,...
Sadisnya Tentara Israel, Tembak Mati Pria Palestina yang Sedang Tidur
Malaysia Tuntut Kompensasi...
Malaysia Tuntut Kompensasi Rp4,6 Triliun setelah Batal Dapatkan Rudal Canggih NSM Norwegia
Iran Tuduh NATO Terlibat...
Iran Tuduh NATO Terlibat Perang Gabungan AS-Israel Gara-gara Pengakuan Sekjen Mark Rutte
Update Gempa Kembar...
Update Gempa Kembar Venezuela: 235 Orang Tewas, 1.500 Luka, Banyak Jasad Terkubur Reruntuhan
Kerja Sama Yunani-China...
Kerja Sama Yunani-China Diperdebatkan, Legislator Tolak Status 'Mitra Lemah'
Jepang Sangkal Militernya...
Jepang Sangkal Militernya Mengganggu Latihan Tempur Kapal Induk China
Infografis
Lebih dari 1 Juta Tentara...
Lebih dari 1 Juta Tentara Ukraina Tewas dan Terluka
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved