Kian Panas, FBI Tangkap 3 Tentara China yang Menyamar Jadi Peneliti di AS

Jum'at, 24 Juli 2020 - 11:16 WIB
loading...
Kian Panas, FBI Tangkap...
Ilustrasi seorang agen FBI Amerika Serikat. Foto/REUTERS/Chip East
A A A
WASHINGTON - FBI (Biro Investigasi Federal) Amerika Serikat (AS) telah menangkap tiga warga negara China atas tuduhan penipuan visa. Penangkapan ini dikonfirmasi Departemen Kehakiman setelah Amerika menutup paksa kantor Konsulat Jenderal China di Houston.

Orang keempat China yang diburu FBI masih buron. Menurut Departemen Kehakiman Amerika , orang tersebut bersembunyi di Konsulat China di San Francisco.

Menurut departemen itu, keempat orang termasuk tiga yang sudah ditangkap diyakini sebagai anggota tentara militer Beijing yang menyamar sebagai peneliti. (Baca: Konsulatnya Diperintahkan Ditutup, China Murka dan Ancam Balas AS )

FBI, lanjut Departemen Kehakiman, baru-baru ini menginterogasi pemegang visa yang diyakini anggota militer China di lebih dari 25 kota di AS.

Aksi FBI ini dianggap para para ahli tindakan keras paling terkenal Amerika terhadap pencurian know-how (pengetahuan) AS dalam lebih dari 40 tahun hubungan kedua negara.

Pengumuman Departemen Kehakiman kemungkinan akan memicu ketegangan baru antara dua kekuatan ekonomi terbesar di dunia yang telah memanas sejak pemerintah Trump memerintahkan China untuk menutup konsulatnya di Houston, Texas, paling lambat pada hari Jumat (24/7/2020). (Baca: Guam Target Empuk Rudal Jelajah China, Ini Cara AS Melindunginya )

Pemerintah Amerika telah mengintensifkan tuduhan bahwa China menggunakan operasi dunia maya dan spionase untuk mencuri teknologi, militer, dan pengetahuan AS lainnya dalam strategi untuk menggantikan Amerika Serikat sebagai kekuatan finansial dan militer terkemuka di dunia. Beijing membantah tuduhan itu.

"Anggota Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) China ini mengajukan permohonan visa penelitian sambil menyembunyikan afiliasi mereka yang sebenarnya dengan PLA," bunyi pernyataan Departemen Kehakiman Amerika mengutip Asisten Jaksa Agung John Demers, seperti dikutip Reuters.

"Ini adalah bagian lain dari rencana Partai Komunis China untuk mengambil keuntungan dari masyarakat terbuka kita dan mengeksploitasi institusi akademik."

Kedutaan Besar China di Washington belum bersedia berkomentar. (Baca juga: China Bakar Dokumen di Konsulatnya yang Ditutup Paksa oleh AS )

Bulan lalu, Direktur FBI Christopher Wray mengatakan hampir setengah dari hampir 5.000 investigasi intelijen yang dilakukan biro itu terkait dengan China .

Para ahli menyebutnya tindakan keras terbesar yang diketahui atas pencurian kekayaan intelektual Amerika sejak kedua kekuatan nuklir memulai proses yang mengarah pada pembentukan hubungan diplomat pada 1979.

"Ini sejauh ini merupakan respons terbesar AS terhadap pencurian IP (properti intelektual) China sejak pembukaan ke China," kata James Mulvenon, seorang ahli operasi militer dan siber China di SOS International, kontraktor yang mendukung pemerintah AS.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
China akan Bawa AI ke...
China akan Bawa AI ke Setiap Ruang Kelas, dari SD hingga Universitas
Mahkamah Agung Batalkan...
Mahkamah Agung Batalkan Perintah Kewarganegaraan Berdasarkan Kelahiran Trump
Dewan Perdamaian Ungkap...
Dewan Perdamaian Ungkap Kendaraan Taktis Pertama Tiba di Pangkalan Multinasional Dekat Gaza
Oman Tawarkan Rencana...
Oman Tawarkan Rencana Pasca-Konflik pada AS tentang Biaya Melewati Selat Hormuz
Keuskupan Agung Katolik...
Keuskupan Agung Katolik AS akan Bayar Rp7 Triliun pada Para Korban Pelecehan Seksual Anak
Pejabat AS Bertemu Hamas...
Pejabat AS Bertemu Hamas Saat Washington Sampaikan Tuntutan Gaza pada Israel
Donald Trump Raup Rp25...
Donald Trump Raup Rp25 Triliun dari Bisnis Kripto, Lampaui Pendapatan Properti yang Dibangun Puluhan Tahun
Presiden Serbia Aleksandar...
Presiden Serbia Aleksandar Vučić Umumkan Pengunduran Diri
Iran Ingatkan Selat...
Iran Ingatkan Selat Hormuz hanya Dibuka Bebas 60 Hari, selanjutnya...
Rekomendasi
Inflasi Juni 2026 Capai...
Inflasi Juni 2026 Capai 3,34%, Harga BBM dan Tiket Pesawat Jadi Pendorong
ARTJOG 2026 Hadir Lagi!...
ARTJOG 2026 Hadir Lagi! Beli Tiket di BRImo, Langsung Diskon 15 Persen
Enam Pesan Prabowo ke...
Enam Pesan Prabowo ke Polri: Jaga Kepercayaan hingga Tegakkan Hukum dengan Adil
Berita Terkini
Kesepakatan MiG untuk...
Kesepakatan MiG untuk Drone antara Polandia dan Drone Ukraina Batal, Ini Pemicu Utamanya
Sanksi Dicabut, Iran...
Sanksi Dicabut, Iran Jual Minyak 20% Lebih Mahal
Iran Bersiap Berperang...
Iran Bersiap Berperang Lagi jika MoU Tidak Dilaksanakan, AS dan Sekutunya Ketar-ketir
Jelang Pemilu, Netanyahu...
Jelang Pemilu, Netanyahu Ngotot Usir Warga Palestina dari Gaza
China akan Bawa AI ke...
China akan Bawa AI ke Setiap Ruang Kelas, dari SD hingga Universitas
Mahkamah Agung Batalkan...
Mahkamah Agung Batalkan Perintah Kewarganegaraan Berdasarkan Kelahiran Trump
Infografis
3 Syarat Iran di Selat...
3 Syarat Iran di Selat Hormuz: Aturan Ketat untuk Kapal yang Melintas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved