Derita Gadis Afghanistan, Terpaksa Bersekolah di Dalam Gua

Jum'at, 02 Juni 2023 - 05:30 WIB
loading...
Derita Gadis Afghanistan,...
Derita Gadis Afghanistan, Terpaksa Bersekolah di Dalam Gua. FOTO/Anadolu Agency
A A A
KABUL - Sejak Taliban kembali berkuasa di Afghanistan , pendidikan bagi anak perempuan di negara itu dibatasi. Sekolah-sekolah khusus perempuan banyak yang ditutup. Namun, minat untuk terus menimba ilmu tak pernah luntur di kalangan gadis Afghanistan, meski mereka harus bersekolah di dalam gua.

Seperti dilaporkan Middle East Monitor, Kamis (1/6/2023), gadis-gadis Afghanistan yang berasal dari keluarga miskin, belajar di sebuah ruang kelas di Bamyan, salah satu provinsi paling miskin di Afghanistan. Dua pengajar muda, Ruya Serferaz (18) dan teman kelas bahasa Inggrisnya, Besbegum Havari (19), berangkat setiap hari ke kelas mereka.

Baca juga: Ulama Afghanistan Kritik Larangan Pendidikan bagi Anak Perempuan

Keduanya mengajar bahasa Persia, Inggris, matematika, geografi, dan melukis kepada anak-anak di sebuah gua yang berfungsi sebagai ruang kelas mereka. Lokasi ini berjarak dua jam perjalanan dari rumah mereka.

Kedua sahabat itu, dengan bantuan anak-anak, membersihkan gua yang telah mereka ubah menjadi ruang kelas. Mereka menghiasi dinding dengan berbagai kerajinan tangan yang terbuat dari lukisan, kaligrafi, dan kertas, menjadikannya secercah harapan bagi masa depan keluarga tak berdaya dan miskin.

Seorang tenaga pengajar lainnya, Serferaz, juga mengajar bahasa Inggris, yang dia pelajari melalui usahanya sendiri. Dia mengatakan, ada sekitar 80 siswa dan anak-anak itu menerima pelatihan selama tiga sampai empat jam setiap hari.

"Kami datang ke sini setiap hari, kecuali hari Jumat. Kami telah mengubah tempat ini menjadi sekolah. Siswa belajar di sini sepenuhnya gratis. Orang-orang di sini hidup dalam kondisi ekonomi yang sangat buruk. Mereka tidak dapat membayar dan itulah mengapa kami tidak meminta pembayaran apa pun," jelasnya.

Baca juga: Misi PBB Sebut Wanita Afghanistan Paling Tertekan di Dunia

Anak laki-laki dan perempuan, usia empat hingga 15 tahun, mengulangi apa yang diajarkan guru mereka secara serempak, dan menuliskan apa yang mereka pelajari hari itu di buku catatan mereka. Ketika ditanya tentang pekerjaan apa yang akan mereka pilih, jawabannya adalah guru, dokter atau pilot.

Terletak sekitar empat jam di sebelah barat ibu kota, Kabul, Bamyan adalah salah satu daerah paling tertinggal di Afghanistan. Provinsi yang sebagian besar terdiri dari Syiah Hazara ini jauh tertinggal dari banyak provinsi dalam hal tingkat melek huruf.

Krisis kemanusiaan yang semakin dalam di negara itu paling memengaruhi keluarga miskin, ketika Taliban berkuasa di Afghanistan pada Agustus 2021, dan bantuan internasional yang sangat bergantung pada negara itu sampai saat itu, dihentikan.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Udara di Afghanistan, 13 Orang Tewas
Hukum Baru Taliban:...
Hukum Baru Taliban: Diamnya Gadis Perawan Berarti Persetujuan untuk Menikah
Siapa Laura Fernandez?...
Siapa Laura Fernandez? Presiden Baru Kosta Rika yang Ingin Jadi Perisai AS di Amerika Latin
Pertama Kali dalam Sejarah,...
Pertama Kali dalam Sejarah, Australia Tunjuk Perempuan Jadi Kepala Staf AD
Afghanistan: Pakistan...
Afghanistan: Pakistan Bombardir Rumah Sakit Kabul, 400 Orang Tewas!
Taliban Afghanistan...
Taliban Afghanistan Terbuka untuk Dialog setelah Pakistan Bom Kota-kota Besar
SPMB DKI Jakarta 2026...
SPMB DKI Jakarta 2026 Sediakan 245.980 Kuota, Termasuk Sekolah Swasta Gratis
Iran-AS Capai Kesepakatan...
Iran-AS Capai Kesepakatan Damai, Israel Tolak Tarik Pasukan dari Lebanon
Trump Teken MoU Perjanjian...
Trump Teken MoU Perjanjian Damai, Iran Tegaskan Tak Akan Serahkan Bahan Nuklir
Rekomendasi
Eksekusi Hotel Sultan...
Eksekusi Hotel Sultan Ricuh, 27 Petugas Luka Ringan Kena Lemparan Batu
Haul Akbar Ulama Betawi...
Haul Akbar Ulama Betawi Digelar di Monas Besok, Catat Rekayasa Lalu Lintas dan Rute Alternatifnya
ENHYPEN Siap Comeback...
ENHYPEN Siap Comeback Agustus 2026, Proyek Perdana Usai Heeseung Keluar
Berita Terkini
Finlandia Buka Pintu...
Finlandia Buka Pintu Jadi Markas Bom Nuklir NATO, Rusia Bisa Marah
Iran Nyatakan Menang...
Iran Nyatakan Menang Perang Melawan AS dan Israel
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Ada yang Hanya Rp427 Per Liter
Arab Saudi Kebut Pembangunan...
Arab Saudi Kebut Pembangunan Jeddah Tower 1.000 Meter, Gedung Tertinggi di Dunia Kalahkan Burj Khalifa
Trump: AS Harus Kembalikan...
Trump: AS Harus Kembalikan Uang Iran atau Kepercayaan Dunia pada Dolar Rusak
Analis Israel: Netanyahu...
Analis Israel: Netanyahu Pembohong yang Dipermalukan Trump dalam Kesepakatan AS-Iran
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved