Blok Anti-China Tes Kawanan Drone Bertenaga AI

Minggu, 28 Mei 2023 - 05:01 WIB
loading...
Blok Anti-China Tes...
Drone Inggris, Blue Bear Ghost, terlihat di lapangan selama demonstrasi. Foto/Kementerian Pertahanan Inggris
A A A
WASHINGTON - Amerika Serikat (AS), Inggris, dan Australia memamerkan kawanan drone bertenaga kecerdasan buatan (AI) baru.

Langkah ini menandai kolaborasi pertama kalinya pada teknologi drone (UAV) otonom antara anggota pakta keamanan AUKUS, yang dijelaskan oleh para pejabat sebagai cara untuk melawan China.

“Sekutu melakukan uji coba kemampuan tiga arah akhir bulan lalu di Wiltshire, Inggris, di mana mereka mencapai pelatihan ulang model secara kolaboratif secara langsung dalam penerbangan dan pertukaran model AI antara negara-negara AUKUS untuk pertama kalinya,” ungkap laporan militer AS.

“Pekerjaan tersebut melihat penyebaran awal bersama aset Australia, Inggris, dan AS yang mendukung AI dalam kawanan kolaboratif untuk mendeteksi dan melacak target militer di lingkungan yang representatif secara waktu nyata,” ungkap Pentagon pada Jumat (26/5/2023).

Dibentuk pada tahun 2021 sebagai cara menghalangi China di kawasan Indo-Pasifik, pakta AUKUS telah berulang kali mendapat kecaman dari Beijing.

Di bawah "Pilar I" dari kesepakatan itu, Amerika Serikat berjanji memberikan teknologi kapal selam nuklir ke Australia "sedini mungkin."

Baca juga: Rudal Barunya Mampu Jangkau Israel, Iran: AS-Prancis Keberatan Teheran Jadi Kuat

Diselenggarakan oleh Laboratorium Sains dan Teknologi Pertahanan Inggris, tes drone dilakukan sebagai bagian dari “Pilar II” dari kemitraan AUKUS, yang menyerukan “mengembangkan dan menyediakan kemampuan militer canggih bersama” antara ketiga sekutu untuk “meningkatkan keamanan dan stabilitas di kawasan Indo-Pasifik.”

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) China menegaskan inisiatif militer baru hanya akan "memotivasi perlombaan senjata, merusak rezim nonproliferasi nuklir internasional dan membahayakan stabilitas dan perdamaian regional."

Beijing mendesak ketiga anggota untuk berhenti "mengabaikan keprihatinan masyarakat internasional."

Meski para pejabat belum memberikan rincian ekstensif tentang uji coba UAV, militer Inggris mengatakan mereka melibatkan lebih dari 70 personel pertahanan militer dan sipil serta kontraktor industri, yang menguji kawanan drone Blue Bear Ghost dan Boeing/Insitu CT220.

Pasukan Inggris menyediakan beberapa tank dan kendaraan lapis baja untuk demo tersebut, sementara kontraktor swasta memasok sejumlah howitzer self-propelled dan kendaraan BMP era Soviet yang diproduksi di bekas Cekoslowakia.

Perlengkapan itu digunakan untuk menguji kemampuan drone melacak target militer di medan perang.

“Uji coba ini menunjukkan keunggulan militer dari kemampuan canggih AUKUS, karena kami bekerja dalam koalisi untuk mengidentifikasi, melacak, dan melawan musuh potensial dari jarak yang lebih jauh dan dengan kecepatan yang lebih tinggi,” papar Letnan Jenderal Inggris Rob Magowan, pejabat senior Kementerian Pertahanan.

Militer Australia menyatakan tes tersebut “mencapai beberapa yang pertama di dunia,” termasuk pelatihan ulang langsung kawanan drone dalam penerbangan.

Rusia juga melihat perluasan kehadiran militer Barat di Asia sebagai risiko yang dapat menyebabkan konflik berkepanjangan.

“Saya tidak dapat membayangkan peradaban besar Asia mengikuti garis seperti yang sayangnya dilakukan oleh Uni Eropa, dan dengan patuh menyampaikan agenda Washington,” ungkap Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov pada Maret.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Nyatakan Menang...
Iran Nyatakan Menang Perang Melawan AS dan Israel
Trump: AS Harus Kembalikan...
Trump: AS Harus Kembalikan Uang Iran atau Kepercayaan Dunia pada Dolar Rusak
AS Identifikasi 8 Awak...
AS Identifikasi 8 Awak Tewas dalam Jatuhnya Bomber Nuklir B-52, Ini Daftarnya
Trump Telah Teken Nota...
Trump Telah Teken Nota Kesepahaman AS-Iran, Ini Rincian 14 Poinnya
Langka, Trump Bela Hak...
Langka, Trump Bela Hak Iran Memiliki Rudal Balistik
Ini Keunggulan Pesawat...
Ini Keunggulan Pesawat Pengebom B-52 vs Tu-22M3 yang Jatuh pada Hari yang Sama
Belajar dari Inggris,...
Belajar dari Inggris, Tembakau Alternatif Bisa Hentikan Kebiasaan Merokok
Jelang Penandatanganan...
Jelang Penandatanganan di Jenewa, AS Rahasiakan Nota Kesepahaman Iran dari Israel
Dominasi Pizza Hut Memudar...
Dominasi Pizza Hut Memudar hingga Dilego Pemilik Rp47,8 Triliun
Rekomendasi
Sony Sonjaya Bungkam...
Sony Sonjaya Bungkam Jelang Diperiksa Kejagung soal Dugaan Korupsi MBG
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Turun Rp30.000 per Gram, Cek Daftar Lengkapnya
Kontras Ungkap Update...
Kontras Ungkap Update Kondisi Andrie Yunus, Sudah Pulang dan Jalani Fisioterapi
Berita Terkini
Iran Nyatakan Menang...
Iran Nyatakan Menang Perang Melawan AS dan Israel
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Ada yang Hanya Rp427 Per Liter
Arab Saudi Kebut Pembangunan...
Arab Saudi Kebut Pembangunan Jeddah Tower 1.000 Meter, Gedung Tertinggi di Dunia Kalahkan Burj Khalifa
Trump: AS Harus Kembalikan...
Trump: AS Harus Kembalikan Uang Iran atau Kepercayaan Dunia pada Dolar Rusak
Analis Israel: Netanyahu...
Analis Israel: Netanyahu Pembohong yang Dipermalukan Trump dalam Kesepakatan AS-Iran
AS Identifikasi 8 Awak...
AS Identifikasi 8 Awak Tewas dalam Jatuhnya Bomber Nuklir B-52, Ini Daftarnya
Infografis
Perbandingan Gaji Tentara...
Perbandingan Gaji Tentara AS dengan Rusia, China, dan Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved