Teheran Tuding Zelensky Lakukan Propaganda Anti-Iran
Sabtu, 27 Mei 2023 - 17:36 WIB
loading...
Teheran Tuding Zelensky Lakukan Propaganda Anti-Iran. FOTO/Reuters
A
A
A
TEHERAN - Teheran menuduh Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky melakukan propaganda anti-Iran dalam seruannya agar Iran menghentikan pasokan drone ke Rusia. Teheran mengatakan, komentar Zelensky dirancang untuk menarik lebih banyak senjata dan bantuan keuangan dari Barat.
Dalam pidato video pada Rabu (24/5/2023), Zelensky meminta Iran untuk menghentikan kemerosotan mereka ke "sisi gelap sejarah" dengan memasok Moskow dengan drone.
Baca juga: Zelensky Sesumbar Kemunculan Jet Tempur F-16 Bakal Jadi Sinyal Kekalahan Rusia
Iran awalnya membantah memasok drone Shahed ke Rusia, tetapi kemudian mengatakan telah memberikan sejumlah kecil drone sebelum konflik dimulai. Ukraina mengatakan, drone telah memainkan peran utama dalam serangan Rusia terhadap kota dan infrastruktur.
“Pengulangan klaim delusi presiden Ukraina terhadap Republik Islam Iran sejalan dengan propaganda anti-Iran dan perang media yang bertujuan untuk menarik sebanyak mungkin senjata dan bantuan keuangan dari negara-negara Barat,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Nasser Kanaani, seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (27/5/2023).
Dalam pidato video pada Rabu (24/5/2023), Zelensky meminta Iran untuk menghentikan kemerosotan mereka ke "sisi gelap sejarah" dengan memasok Moskow dengan drone.
Baca juga: Zelensky Sesumbar Kemunculan Jet Tempur F-16 Bakal Jadi Sinyal Kekalahan Rusia
Iran awalnya membantah memasok drone Shahed ke Rusia, tetapi kemudian mengatakan telah memberikan sejumlah kecil drone sebelum konflik dimulai. Ukraina mengatakan, drone telah memainkan peran utama dalam serangan Rusia terhadap kota dan infrastruktur.
“Pengulangan klaim delusi presiden Ukraina terhadap Republik Islam Iran sejalan dengan propaganda anti-Iran dan perang media yang bertujuan untuk menarik sebanyak mungkin senjata dan bantuan keuangan dari negara-negara Barat,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Nasser Kanaani, seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (27/5/2023).
Lihat Juga :