4 Alasan Kenapa Ukraina Tidak Bisa Menang Melawan Rusia

Rabu, 24 Mei 2023 - 17:45 WIB
loading...
4 Alasan Kenapa Ukraina...
Tentara Ukraina menyiapkan mortir saat latihan militer di wilayah Dnipropetrovsk. Foto/Reuters
A A A
KIEV - Ukraina tidak akan memenangkan peperangan melawan Rusia. Hal itu sangat dipahami oleh para pemimpin Ukraina dan pemimpin negara-negara NATO.

Faktanya, energi militer Ukraina terkuras, rantai pasokan Barat tidak bekerja efektif, dan persediaan senjata dan amunisi penting NATO terus berkurang. Oleh karena itu, perang sedang bertransisi menjadi konflik di mana pihak Rusia akan menikmati beberapa keuntungan kritis.

Moskow sekarang sepenuhnya terlibat dalam konflik ini. Jendela kesempatan untuk mendapatkan penyelesaian damai telah ditutup. Keunggulan jumlah tentara Rusia atas struktur kekuatan Ukraina saja akan memastikan bahwa mereka mencapai kemenangan yang telah mereka tunggu-tunggu.

Berikut 4 alasan utama kenapa Ukraina tak bisa menang melawan Rusia.

Baca Juga: 2 Kelompok Anti-Putin yang Menyerang Wilayah Rusia

1. Ukraina Jadi Tumbal NATO

4 Alasan Kenapa Ukraina Tidak Bisa Menang Melawan Rusia

Foto/Reuters

Pada awal invasi ke Ukraina, anggota NATO sangat khawatir jika perang akan menyebar ke wilayah lainnya. Karena itu, NATO mengirimkan bantuan militer agar perlawanan Ukraina lebih efektif dan efisien. Dikarenakan Barat tidak memiliki pertahanan diri yang kuat, mereka menumbalkan Ukraina untuk melawan Rusia.

Dalam analisis Ian Bremmer, pakar politik dan pemimpin Grup Eurasia, lembaga konsultan geopolitik, Ukraina dapat kalah dalam perang ini. Bremmer mengatakan bahwa dukungan NATO untuk Ukraina memang luar biasa dan jauh melampaui apa yang diperkirakan orang.

Masih harus dilihat apakah Ukraina akan terus memiliki perhatian dan kohesi yang diperolehnya dari Barat pada tahun pertama setelah invasi Rusia. “Jawabannya adalah Ukraina bisa kalah. Semua orang di sini perlu memahami bahwa Ukraina bisa kalah dalam perang ini,” kata Bremmer, melansir CNBC.

2. 70% Infrastruktur Penting di Ukraina Hancur

Rusia sudah menghancurkan sekitar 70% infrastruktur Kritis. Itu menjadikan Ukraina tidak bisa leluasa dalam bergerak dan bertindak cepat dalam menyerang.

Ukraina juga tak bisa melakukan perbaikan infrastruktur kritis penting dalam skala cepat. "Maklum, sebelum perang Ukraina hanya mengandalkan bahan material pembangunan dari Rusia," ujar Christoph B. Schiltz, pemerhati perang Ukraina-Rusia, dilansir worldcrunch.

Baca Juga:

3. Kekurangan Tentara

Ketika perang sudah berjalan, Ukraina tidak memiliki banyak tentara. Ukraina sudah melakukan banyak mobilisasi untuk merekrut banyak tentara. Bahkan, pria di atas 60 tahun saja diajak ke medan perang.

"Sangat kontras ketika Rusia menyiapkan 20.000 tentara baru, dan akan menambah lagi 500.000 prajurit," kata Schiltz. Moskow memiliki 30 juta orang yang siap untuk dipanggil bertempur kapan saja.

4. Sulit untuk Pemulihan Ekonomi

4 Alasan Kenapa Ukraina Tidak Bisa Menang Melawan Rusia

Foto/Reuters

Berdasarkan analisis Vienna Institute for International Economic Studies, Rusia bisa bangkit dengan cepat dari perang Ukraina. Kenapa? Mereka sudah memposisikan diri sebagai pemenang wilayah dan politik.

Tapi tidak dengan Ukraina. "Pemulihan ekonomi Ukraina akibat perang akan sangat sulit," demikian analisis mereka. Selain itu, Ukraina juga tidak akan mungkin bergabung dengan NATO setelah masa damai atau gencatan senjata nantinya.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Penampakan Mengerikan...
Penampakan Mengerikan 'Hujan Minyak Hitam' di Langit Moskow akibat Serangan Terbesar Ukraina
Serangan Drone Terbesar...
Serangan Drone Terbesar Ukraina Membakar Kilang Minyak Moskow, Rusia Janji Balas Dendam
Finlandia Buka Pintu...
Finlandia Buka Pintu Jadi Markas Bom Nuklir NATO, Rusia Bisa Marah
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Inggris Akan Pasok Uranium...
Inggris Akan Pasok Uranium ke Ukraina dan Jatuhkan Sanksi Baru terhadap Rusia
Jenderal Jerman Ancam...
Jenderal Jerman Ancam Serang Dahsyat Rusia: Kami Siap Bertempur Malam Ini
Berpengalaman di Perang...
Berpengalaman di Perang Ukraina, Sky-Watch Luncurkan Drone Jarak Jauh RQ-70 Dainn
Pembom B-52 Stratofortress...
Pembom B-52 Stratofortress AS Jatuh di Pangkalan Gurun Mojave, Tewaskan 8 Orang
Dominasi Pizza Hut Memudar...
Dominasi Pizza Hut Memudar hingga Dilego Pemilik Rp47,8 Triliun
Rekomendasi
Miss Indonesia Audrey...
Miss Indonesia Audrey Bianca Ungkap Perjuangan Perdana Jalankan Proyek BWAP di Luar Jawa
Miss Indonesia 2025...
Miss Indonesia 2025 dan Liliana Tanoesoedibjo Bangun Listrik Tenaga Surya untuk Masyarakat NTT
Roy Suryo dan Dokter...
Roy Suryo dan Dokter Tifa Ditangkap, Polda Metro Jaya: Berkas Perkara Lengkap
Berita Terkini
Hizbullah Peringatkan...
Hizbullah Peringatkan Israel Punya Waktu 60 hari untuk Mundur dari Lebanon
Swiss Ungkap Perundingan...
Swiss Ungkap Perundingan AS-Iran Tidak Jadi Digelar, Wapres Vance Batalkan Perjalanan
Jurnalis AS: Trump Tak...
Jurnalis AS: Trump Tak Konsultasi dengan Israel soal Iran untuk Lemahkan Posisi Netanyahu
Taliban Larang Warga...
Taliban Larang Warga Afghanistan Gunakan Ponsel Pintar, Jika Nekat Bakal Dihancurkan
Komite Administrasi...
Komite Administrasi Gaza Ungkap Prioritas Rekonstruksi Sudah Ditetapkan, Siap Mulai Pekerjaan
Kecaman Wapres AS ke...
Kecaman Wapres AS ke Israel Makin Pedas: Senjatamu Dibayar dengan Uang Pajak Amerika!
Infografis
6 Jenderal Bintang 4...
6 Jenderal Bintang 4 AS Ini Pernah Peringatkan Trump soal Risiko Perang Melawan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved