2 Kelompok Anti-Putin yang Menyerang Wilayah Rusia

Rabu, 24 Mei 2023 - 10:06 WIB
loading...
A A A
Pada 2020, situs web investigasi Ukraina menuduh Denis memiliki hubungan dengan kelompok neo-Nazi dan Nikitin pernah berbicara di masa lalu sebagai bagian dari gerakan hooligan sepak bola. Kelompok RDK menuduh oposisi arus utama Rusia duduk di pagar dalam perang Ukraina.

Fortuna, salah satu anggota korp, menyatakan kepada media Ukraina November 2022 bahwa mereka berjumlah 120 orang. "Kami adalah unit sukarela, kami bukan wajib militer atau prajurit kontrak seperti warga negara Ukraina,” demikian keterangan Fortuna.

Ukuran legiun tidak jelas tetapi menurut situs webnya, mereka mengklaim bertempur dalam kerja sama penuh dengan Angkatan Bersenjata Ukraina dan di bawah kepemimpinan komando Ukraina.

Seorang anggota yang dikenal sebagai Caesar, yang bisa dibilang prajurit paling terkenal, bersikeras tidak ada orang di legiun yang dipaksa untuk bergabung dan semua anggota adalah tentara kontrak dengan legiun internasional Ukraina. Meskipun dia mengatakan sejumlah kecil adalah tentara Rusia yang telah menyerah kepada pasukan Ukraina, mereka melakukannya justru untuk berpindah pihak.

Ada beberapa keraguan atas signifikansi militer kelompok tersebut. Pakar Ukraina Volodymyr Fesenko mengatakan ada beberapa unit berbeda. "Mereka lebih banyak muncul tentang hubungan masyarakat daripada aksi nyata," katanya.

Kemudian, mantan anggota parlemen Rusia Ilya Ponamarev, yang sekarang menjadi warga negara Ukraina, mengatakan di Facebook pada Agustus 2022 bahwa legiun, korps sukarelawan, dan kelompok lain yang disebut Tentara Republik Nasional telah menandatangani deklarasi yang menyetujui tujuan bersama untuk membebaskan Rusia dari kekuasaan Vladimir Putin.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Nada Kemenangan Rusia...
Nada Kemenangan Rusia Berubah Drastis ketika Ukraina Terapkan Taktik Asimetris
Serangan Balasan Rusia...
Serangan Balasan Rusia ke Ukraina Sangat Mematikan, Ini 4 Alasannya
Serangan Rudal Gila-gilaan...
Serangan Rudal Gila-gilaan Rusia Gempur Ibu Kota Ukraina, 27 Orang Tewas
Rusia Balas Dendam!...
Rusia Balas Dendam! Rudal dan Drone Gempur Ukraina, 11 Orang Tewas
Demi Cinta Bertaruh...
Demi Cinta Bertaruh Nyawa, Pasangan Ini Lamaran di Puncak Gedung Empire State 443 Meter
Siapa Vadym Yermolaiev?...
Siapa Vadym Yermolaiev? Taipan Ukraina yang Terluka dalam Ledakan di Monako
Pemerintah Rusia Buka...
Pemerintah Rusia Buka Beasiswa S1 hingga S3 untuk Dosen dan Mahasiswa UNEJ
Gempa Venezuela: Korban...
Gempa Venezuela: Korban Tewas Bertambah Jadi 1.719 Orang, Ribuan Masih Hilang
Terungkap! Motif Pria...
Terungkap! Motif Pria Tabrakkan Pesawat ke Gedung di China Diduga Bunuh Diri
Rekomendasi
KPK: Kenaikan Gaji Kepala...
KPK: Kenaikan Gaji Kepala Daerah Tak Menjamin Bakal Bebas Korupsi
Dinilai Tak Sesuai Budaya...
Dinilai Tak Sesuai Budaya Sunda, MUI Sesalkan Lagu 'Lalaki Langit' karya Bupati Purwakarta
Kakanwil Imigrasi Bali...
Kakanwil Imigrasi Bali Felucia Sengky Ratna Raih Anugerah Figur Akselerator Kemajuan
Berita Terkini
Jenderal Paling Ditakuti...
Jenderal Paling Ditakuti Israel dan AS Ini Muncul dari Persembunyian saat Pemakaman Khamenei
Nada Kemenangan Rusia...
Nada Kemenangan Rusia Berubah Drastis ketika Ukraina Terapkan Taktik Asimetris
Gelombang Panas Ganggu...
Gelombang Panas Ganggu Perayaan Kemerdekaan AS ke-250
10 Juta Rakyat Iran...
10 Juta Rakyat Iran Hadiri Pemakaman Khamenei, Bendera Merah Dikibarkan
Houthi Ancam Saudi,...
Houthi Ancam Saudi, Riyadh Janji Beri Respons Keras!
Siapa Charles Q. Brown...
Siapa Charles Q. Brown Jr? Jenderal AS yang Dipecat Trump Kritik Pemanfaatan Militer untuk Misi Politik
Infografis
10 Negara yang Memiliki...
10 Negara yang Memiliki Wilayah Paling Luas di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved