2 Kelompok Anti-Putin yang Menyerang Wilayah Rusia
Rabu, 24 Mei 2023 - 10:06 WIB
loading...
A
A
A
Andriy Yusov dari direktorat intelijen Kyiv mengatakan FRL kelompok bekerja secara otonom di wilayah Rusia. Yusov mengklaim bahwa Ukraina tidak terlibat. Sementara TV Ukraina mengatakan mereka adalah milisi dan "relawan Rusia".
Baca Juga: Kelompok Anti-Putin Rusia Klaim Serangan di Belgorod
2. Korps Sukarelawan Rusia (RDK)
![2 Kelompok Anti-Putin yang Menyerang Wilayah Rusia]()
Foto/Reuters
The Russian Volunteer Corps (RDK) atau Korps Sukarelawan Rusia menjadi terkenal pada Maret 2023, mengambil bagian dalam serangan lintas batas di wilayah Bryansk Rusia yang dikatakan melibatkan 45 orang.
Laporan Rusia yang belum dikonfirmasi melaporkan tentang penembakan, korban dan sandera. RDK menyatakan telah melintasi perbatasan Rusia dan mengklaim Rusia memberontak melawan pemerintah mereka. Kelompok itu mengatakan tidak menyandera dan mundur dengan aman ke wilayah Ukraina.
Pemimpin RDK yakni Denis Kapustin atau Denis Nikitin, seorang nasionalis Rusia, dan kelompok tersebut secara terbuka mendukung negara mono-etnis Rusia. Nikitin mengatakan bahwa sementara mereka berdua mencari "penggulingan rezim Putin", para pejuang legiun lebih cenderung menyebut diri mereka sentris.
Namun, pada 22 Mei 2023 Nikiti mengumumkan telah membebaskan desa Rusia Kozinka, tepat di seberang perbatasan Ukraina dan di barat daya Belgorod. "Legiun dan RDK terus membebaskan wilayah Belgorod," klaimnya. "Sekali lagi, mitos bahwa warga Rusia aman dan Federasi Rusia kuat telah dihancurkan," tambahnya. Dia kemudian memposting video balon yang membawa benderanya di atas Moskow.
Baca Juga: Kelompok Anti-Putin Rusia Klaim Serangan di Belgorod
2. Korps Sukarelawan Rusia (RDK)

Foto/Reuters
The Russian Volunteer Corps (RDK) atau Korps Sukarelawan Rusia menjadi terkenal pada Maret 2023, mengambil bagian dalam serangan lintas batas di wilayah Bryansk Rusia yang dikatakan melibatkan 45 orang.
Laporan Rusia yang belum dikonfirmasi melaporkan tentang penembakan, korban dan sandera. RDK menyatakan telah melintasi perbatasan Rusia dan mengklaim Rusia memberontak melawan pemerintah mereka. Kelompok itu mengatakan tidak menyandera dan mundur dengan aman ke wilayah Ukraina.
Pemimpin RDK yakni Denis Kapustin atau Denis Nikitin, seorang nasionalis Rusia, dan kelompok tersebut secara terbuka mendukung negara mono-etnis Rusia. Nikitin mengatakan bahwa sementara mereka berdua mencari "penggulingan rezim Putin", para pejuang legiun lebih cenderung menyebut diri mereka sentris.
Namun, pada 22 Mei 2023 Nikiti mengumumkan telah membebaskan desa Rusia Kozinka, tepat di seberang perbatasan Ukraina dan di barat daya Belgorod. "Legiun dan RDK terus membebaskan wilayah Belgorod," klaimnya. "Sekali lagi, mitos bahwa warga Rusia aman dan Federasi Rusia kuat telah dihancurkan," tambahnya. Dia kemudian memposting video balon yang membawa benderanya di atas Moskow.
Lihat Juga :