Dicap sebagai Ancaman Terbesar, China Meradang

Selasa, 23 Mei 2023 - 17:41 WIB
loading...
Dicap sebagai Ancaman...
Dicap sebagai ancaman terbesar, China meradang. Foto/Ilustrasi
A A A
BEIJING - Negara-negara G7 tidak akan dapat mengelabui dunia agar percaya bahwa Beijing merusak stabilitas global. Hal itu diungkapkan juru bicara Kementerian Luar Negeri China Hua Chunying.

Dalam serangkaian postingan di Twitter, Hua mengecam sikap seperti itu

“Beberapa anggota G7 menyebut China sebagai ‘ancaman terbesar bagi keamanan dan kemakmuran global’. Serius?" cuitnya seperti dikutip dari Russia Today, Selasa (23/5/2023).

Dia tampaknya merujuk pada pernyataan Perdana Menteri (PM) Inggris Rishi Sunak, yang mengatakan selama pertemuan puncak kelompok itu di Hiroshima, Jepang.

“China menimbulkan tantangan terbesar bagi keamanan dan kemakmuran global di zaman kita,” kata PM Inggris itu saat menyerukan untuk mengurangi ketergantungan pada rantai pasokan China.

Dia menambahkan bahwa Inggris dan G7 mengambil langkah-langkah untuk mencegah Beijing menggunakan paksaan ekonomi untuk mencampuri urusan kedaulatan pihak lain.

Baca Juga: PM Inggris Sebut China Timbulkan Tantangan Terbesar bagi Keamanan Global

“Jika China adalah ancaman, lalu apa sebutan bagi anggota G7 yang berperang melawan negara berdaulat, menggulingkan pemerintah asing yang sah, keluar dari perjanjian multilateral, dan memaksa negara lain untuk memutuskan rantai pasokan?” tanya Hua retoris.

Juru bicara kementerian luar negeri China itu melanjutkan untuk menekankan tempat China sebagai mesin No.1 ekonomi global, dan bahwa Beijing berkontribusi terhadap pertumbuhan global lebih dari gabungan semua anggota G7 sekaligus menjadi donor terbesar kedua untuk dana pemeliharaan perdamaian PBB.

“Dunia nyata tidak akan dicuci otak dan dibodohi,” katanya.

Pernyataan Sunak terhadap China tampaknya jauh lebih keras daripada komunike bersama G7 yang menguraikan tantangan yang ditimbulkan oleh Beijing. Anggota kelompok tersebut, khususnya, bersikeras bahwa mereka siap untuk membangun hubungan yang konstruktif dan stabil dengan China.

Baca Juga: Coba Bendung Pengaruh China di Pasifik, AS-Papua Nugini Teken Pakta Keamanan

"Kami tidak memisahkan atau berbalik ke dalam," komunike itu menambahkan ketika menyangkut hubungan ekonomi dengan raksasa Asia itu.

Namun, G7 menekankan perlunya apa yang disebutnya menghilangkan risiko dan diversifikasi serta mengurangi ketergantungan yang berlebihan dalam rantai pasokan penting mereka.

Kelompok tersebut juga mengecam Beijing karena kebijakan dan praktik non-pasar, yang mendistorsi ekonomi global, bersumpah untuk membangun perlawanan terhadap apa yang disebutnya sebagai paksaan ekonomi.

Bagaimanapun, Kementerian Luar Negeri China tidak yakin, menyatakan bahwa sanksi sepihak besar-besaran dan tindakan 'pemisahan' menjadikan AS sebagai pemaksa yang sebenarnya sambil mendesak G7 untuk tidak menjadi "kaki tangan" Washington dalam hal ini.

Baca Juga: Citra Satelit Tangkap Drone Supersonik WZ-8 di Pangkalan China
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
4 Pemicu Kerusuhan di...
4 Pemicu Kerusuhan di Irlandia Utara, dari Agitator Sayap Kanan Picu hingga Warisan Sejarah
Kerusuhan Meluas di...
Kerusuhan Meluas di Irlandia Utara, Rumah dan Mobil Dibakar
China Luncurkan Alat...
China Luncurkan Alat Pelacak Kapal Selam Nuklir, Bakal Ubah Perang Masa Depan
Biksu Buddha di China...
Biksu Buddha di China Dilaporkan Ditahan usai Peringati Peristiwa Tiananmen
Respons Aksi China,...
Respons Aksi China, Jepang Perkuat Pertahanan Sisi Barat Daya
Horor! Penyerang Berpisau...
Horor! Penyerang Berpisau Mencoba Memenggal Seorang Pria di Tempat Umum
BYD, Nio, CALB Terdaftar...
BYD, Nio, CALB Terdaftar dalam Daftar Perusahaan Militer China oleh Pentagon
Dilema Sistem Petisi...
Dilema Sistem Petisi China: Antara Stabilitas Nasional dan Suara Warga
Israel Larang Wartawan...
Israel Larang Wartawan Rilis Video Rudal Iran Seliweran di Langit
Rekomendasi
Binus School dan Damai...
Binus School dan Damai Indah Golf Sinergi Perkuat Pengembangan Soft Skill Siswa
Skenario Terburuk Pasar...
Skenario Terburuk Pasar Energi 2026: Exxon Peringatkan Harga Minyak Dunia Bakal Tembus USD160/Barel
Roy Suryo Pertanyakan...
Roy Suryo Pertanyakan Legal Standing Ade Darmawan di Kasus Ijazah Jokowi
Berita Terkini
Trump: 49 Rudal Tomahawk...
Trump: 49 Rudal Tomahawk Gempur Iran, AS Akan Bombardir Habis-habisan
Iran Balas Bombardir...
Iran Balas Bombardir 18 Target Militer AS, Termasuk Sistem Rudal Patriot
Sistem Rudal Iran Tembaki...
Sistem Rudal Iran Tembaki Jet Tempur F-16 AS
AS Menyerang Lagi, Iran...
AS Menyerang Lagi, Iran Tutup Total Selat Hormuz
AS Bombardir Iran 2...
AS Bombardir Iran 2 Hari Berturut-turut saat Harga Minyak Melonjak
Tembak Jatuh Helkopter...
Tembak Jatuh Helkopter Apache AS, Ini Pesan yang Hendak Disampaikan Iran
Infografis
APBN Pernah Jebol Nyaris...
APBN Pernah Jebol Nyaris Rp1.000 Triliun, Ini 6 Defisit Terbesar Sepanjang Sejarah Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved