Hindari Serangan Udara AS, Iran Dilaporkan Bangun Fasilitas Nuklir di Bawah Gunung

Selasa, 23 Mei 2023 - 15:26 WIB
loading...
A A A
Institute for Science and International Security, sebuah organisasi nirlaba yang berbasis di Washington yang telah lama berfokus pada program nuklir Iran, mengesankan tahun lalu terowongan itu bisa masuk lebih dalam lagi.

Para ahli mengatakan ukuran proyek konstruksi menunjukkan Iran kemungkinan akan dapat menggunakan fasilitas bawah tanah untuk memperkaya uranium juga, bukan hanya untuk membangun sentrifugal. Sentrifugal berbentuk tabung itu, disusun dalam kaskade besar dari lusinan mesin, dengan cepat memutar gas uranium untuk memperkayanya. Pemintalan kaskade tambahan akan memungkinkan Iran untuk dengan cepat memperkaya uranium di bawah perlindungan gunung.

“Jadi kedalaman fasilitas menjadi perhatian karena akan jauh lebih sulit bagi kami. Akan jauh lebih sulit untuk dihancurkan menggunakan senjata konvensional, seperti bom penghancur bunker biasa,” kata Steven De La Fuente, peneliti di pusat yang memimpin analisis pekerjaan terowongan.

Fasilitas Natanz yang baru kemungkinan berada lebih dalam di bawah tanah daripada fasilitas Fordo Iran, situs pengayaan lain yang diekspos pada tahun 2009 oleh AS dan para pemimpin dunia lainnya. Fasilitas itu memicu kekhawatiran di Barat bahwa Iran memperkuat programnya dari serangan udara.

Fasilitas bawah tanah semacam itu membuat AS menciptakan bom GBU-57, yang dapat menembus setidaknya 60 meter bumi sebelum meledak, menurut militer Amerika. Pejabat AS dilaporkan telah membahas penggunaan dua bom serupa secara berurutan untuk memastikan sebuah situs dihancurkan. Tidak jelas apakah hantaman satu-dua seperti itu akan merusak fasilitas sedalam yang ada di Natanz.

Dengan potensi bom seperti itu, AS dan sekutunya memiliki lebih sedikit pilihan untuk menargetkan situs tersebut. Jika diplomasi gagal, serangan sabotase dapat dilanjutkan.

Natanz sendiri telah menjadi sasaran virus Stuxnet, yang diyakini sebagai ciptaan Israel dan Amerika, yang menghancurkan sentrifugal Iran. Israel juga diyakini telah membunuh ilmuwan yang terlibat dalam program tersebut, menyerang fasilitas dengan drone pembawa bom dan melancarkan serangan lainnya. Namun pemerintah Israel menolak berkomentar.

Baca Juga: Iran Eksekusi Pemimpin Jaringan Perdagangan Manusia

Para ahli mengatakan tindakan mengganggu seperti itu dapat mendorong Teheran lebih dekat ke bom nuklir — dan menempatkan programnya lebih jauh ke gunung di mana serangan udara, sabotase lebih lanjut, dan mata-mata mungkin tidak dapat mencapainya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pertahanan Udara AS...
Pertahanan Udara AS Kewalahan Hadapi Rudal-rudal Iran yang Kian Canggih
Waspada! AS Rencanakan...
Waspada! AS Rencanakan Perang yang Lebih Luas dengan Iran
Militer AS Tutupi Jumlah...
Militer AS Tutupi Jumlah Korban Luka dan Tewas, Malu karena Kalah Perang Iran?
Korban Jiwa Militer...
Korban Jiwa Militer AS Berjatuhan, Trump: Iran Akan Bayar Berkali-kali Lipat!
Keluh dan Kesah Negosiator...
Keluh dan Kesah Negosiator Perang Iran; Kerap Diancam Dibom AS dan Israel
Iran Nyatakan Perang...
Iran Nyatakan Perang Skala Penuh, Rudalnya Gempur Pangkalan AS di Kuwait
Rupiah Tertekan Sore...
Rupiah Tertekan Sore Ini, Dolar AS Menguat Tembus Rp17.930
Houthi Akan Tutup Selat...
Houthi Akan Tutup Selat Bab el-Mandeb Jika AS Serang Fasilitas Energi Iran
Iran Bombardir Kompleks...
Iran Bombardir Kompleks Pasukan AS di Yordania, Klaim Tewaskan Banyak Personel
Rekomendasi
KPK Tetapkan Bupati...
KPK Tetapkan Bupati Lombok Barat Tersangka Dugaan Suap dan Gratifikasi
ASEAN Hyundai Cup 2026...
ASEAN Hyundai Cup 2026 Segera Bergulir, Dukung Perjuangan Timnas Indonesia di VISION+
Run for Independence...
Run for Independence Day 81 Akan Digelar, MNC Life Berikan Perlindungan Jiwa bagi Seluruh Peserta
Berita Terkini
Pertahanan Udara AS...
Pertahanan Udara AS Kewalahan Hadapi Rudal-rudal Iran yang Kian Canggih
Waspada! AS Rencanakan...
Waspada! AS Rencanakan Perang yang Lebih Luas dengan Iran
Saat Banyak Orang Bermigrasi...
Saat Banyak Orang Bermigrasi ke Berlin, tapi 288.000 Warga Jerman Justru Pilih Tinggalkan Negaranya
Zelensky Ditekan untuk...
Zelensky Ditekan untuk Pecat Jenderal Tertinggi Ukraina di Tengah Perang Melawan Rusia
Khalil al-Hayya Jadi...
Khalil al-Hayya Jadi Pemimpin Hamas, Perjuangan Gaza Makin Konfrontatif atau Pragmatis?
Profil Sheikh Miqdad,...
Profil Sheikh Miqdad, Ulama Palestina yang Ditangkap Pasukan Indonesia dan Dikhawatirkan Diserahkan ke Israel
Infografis
Balas Serangan AS, Parlemen...
Balas Serangan AS, Parlemen Iran Setuju Tutup Selat Hormuz
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved