Stand-up Comedian China Ditangkap karena Jadikan Militer Komunis Bahan Lelucon

Jum'at, 19 Mei 2023 - 11:36 WIB
loading...
Stand-up Comedian China...
Li Haoshi, seorang stand-up comedian China, ditangkap setelah menjadikan militer komunis negaranya sebagai bahan lelucon selama pertunjukan. Foto/Screenshot Tencent Video Talkshow
A A A
BEIJING - Li Haoshi, seorang stand-up comedian China , ditangkap pihak berwenang setelah menjadikan militer komunis negaranya sebagai bahan lelucon selama pertunjukan baru-baru ini.

Aksi lawakannya telah membuat marah pemerintah komunis China.

Li Haoshi didakwa atas leluconnya yang dianggap mengorbankan Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) China.

Perusahaan yang mempekerjakan Li juga didenda senilai USD1,2 juta.

"Kami tidak akan pernah mengizinkan perusahaan atau individu mana pun untuk menggunakan Ibu Kota China sebagai panggung untuk memfitnah citra mulia PLA," kata Biro Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata China cabang Beijing dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip The Washington Times, Jumat (19/5/2023).

Baca Juga: China Bilang Hanya AS yang Kesal Suriah Kembali ke Liga Arab

Li tampil di Century Theater di Beijing pekan lalu ketika dia mengatakan bahwa dia memiliki dua anjing liar sejak meninggalkan Shanghai untuk pindah ke ibu kota negara.

Dia kemudian berkata bahwa anjing-anjing itu mengejar seekor tupai sebelum melanjutkan ke bagian lucunya.

"Anjing lain yang Anda lihat akan membuat Anda berpikir mereka menggemaskan," bunyi terjemahan lelucon Li yang dikutip BBC.

"Kedua anjing ini hanya mengingatkan saya pada....'Berjuang untuk menang, menempa perilaku teladan'."

Ungkapan itu adalah slogan terkenal Partai Komunis China yang dikaitkan dengan Presiden Xi Jinping.

Setelah lelucon itu menjadi viral, sebuah penyelidikan diluncurkan oleh Badan Penegakan Hukum Kebudayaan Beijing dan lembaga lainnya.

Li dan perusahaan yang mempekerjakannya berusaha menjauhkan diri dari ucapan itu.

Di media sosial, Li mengatakan dia merasakan penyesalan yang mendalam. "Karena menggunakan analogi yang sangat tidak cocok untuk membawa perasaan dan asosiasi yang buruk kepada penonton," katanya.

Shanghai Xiaoguo Culture Media Co, perusahaan yang mempekerjakan Li, memutuskan kontraknya.

People's Daily, surat kabar resmi Partai Komunis China, melaporkan bahwa komedian harus membatasi pidato mereka dan menempatkan humor di atas segalanya adalah kesalahan.

Pihak berwenang juga telah melarang banyak acara bincang-bincang yang menyediakan platform bagi komedian yang populer di kalangan anak muda di China.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pembangkang China Ini...
Pembangkang China Ini Kabur ke Korea Selatan dengan Perahu Karet, Sekarang Muncul di Kanada
6 Pesawat Pengebom Nuklir...
6 Pesawat Pengebom Nuklir China dan Rusia Manuver Gabungan Dekati Jepang
Xi Jinping dan Akhir...
Xi Jinping dan Akhir dari Narasi Kebangkitan Damai China
China Selidiki Insiden...
China Selidiki Insiden Pesawat Tabrak Gedung Tertinggi, Pilot Tewas, 13 Orang Luka
Pesawat Tabrak Gedung...
Pesawat Tabrak Gedung Tertinggi di China, 1 Jam Setelahnya Tampak Normal
Jet Tempur China dan...
Jet Tempur China dan Rusia Kompak Masuk ke Zona Pertahanan Udara Korsel
Panda Bond Akan Manfaatkan...
Panda Bond Akan Manfaatkan Skema LCT, Bisa Tambah Cadev USD50 Miliar
Gempa Dahsyat Venezuela:...
Gempa Dahsyat Venezuela: 3 Tewas Tertimpa Reruntuhan, Pemerintah Tetapkan Status Darurat
Viral! Pesawat Boeing...
Viral! Pesawat Boeing 777-200 Qatar Airways Terbang Sangat Rendah, ternyata...
Rekomendasi
Hasil MotoGP Belanda...
Hasil MotoGP Belanda 2026: Ai Ogura Cetak Sejarah, Marc Marquez Keenam
Carlos Ghosn Klaim Cuma...
Carlos Ghosn Klaim Cuma Dirinya yang Bisa Memperbaiki Nissan
Kasus Dugaan Pemerasan...
Kasus Dugaan Pemerasan Pengusaha Muda, Ini Tanggapan Kuasa Hukum Tersangka
Berita Terkini
Ancaman Nyata Zionis...
Ancaman Nyata Zionis Bukan Iran, Industri Militer Israel Berlomba Melawan Drone Hizbullah
3 Alasan Iran Serang...
3 Alasan Iran Serang Kuwait dan Bahrain, Ada Pergerakan Membantu Militer AS
7 Pemimpin yang Mengubah...
7 Pemimpin yang Mengubah Dunia, Fatima al Fihri yang Mendirikan Kampus Pertama di Dunia
Iran Buat Senjata yang...
Iran Buat Senjata yang Lebih Canggih selama Perang dengan AS-Israel, Ini Bocorannya
Helikopter Saudi Aramco...
Helikopter Saudi Aramco Jatuh, 14 Orang Tewas
Ingin Kendalikan Selat...
Ingin Kendalikan Selat Hormuz, Iran Serukan Kerangka Keamanan dengan Negara Arab
Infografis
Perbandingan Gaji Tentara...
Perbandingan Gaji Tentara AS dengan Rusia, China, dan Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved