Profil Imran Khan, Mantan Perdana Menteri Pakistan yang Sering Pimpin Aksi Protes di Negaranya

Rabu, 17 Mei 2023 - 12:46 WIB
loading...
Profil Imran Khan, Mantan...
Mantan Perdana Menteri Pakistan Imran Khan. Foto/REUTERS
A A A
ISLAMABAD - Imran Khan adalah seorang politisi, mantan pemain kriket, dan filantropis Pakistan yang menjabat sebagai Perdana Menteri Pakistan pada Agustus 2018 hingga Apeil 2022.

Ia lahir pada 5 Oktober 1952 di Lahore, Pakistan, dan merupakan anak dari seorang pembuat senjata terkenal di Pakistan.

Imran Khan mendapat pendidikan di Inggris dan bermain kriket untuk tim Universitas Oxford, sebelum kembali ke Pakistan pada tahun 1971 untuk memulai karirnya sebagai pemain kriket profesional.

Imran Khan dikenal sebagai salah satu pemain kriket terbaik Pakistan sepanjang masa. Ia memimpin tim kriket nasional Pakistan pada tahun 1992 dan berhasil memenangkan Piala Dunia Kriket untuk pertama kalinya dalam sejarah Pakistan.

Setelah pensiun dari kriket, Imran Khan beralih ke politik dan membentuk partai politiknya sendiri, yaitu Partai Tehreek-e-Insaf (PTI), pada tahun 1996.

Baca juga: Kremlin: AS dan NATO Coba Ubah Asia Tengah Jadi Pijakan untuk Ancam Rusia

Ia memulai karir politiknya dengan gagal memenangkan kursi di Parlemen Pakistan dalam pemilihan umum tahun 1997. Namun, ia terus melanjutkan usahanya dan akhirnya berhasil memenangkan kursi di Parlemen pada tahun 2002.

Pada tahun 2013, Imran Khan dan PTI-nya memenangkan kursi terbanyak kedua dalam pemilihan umum, tetapi mereka tidak berhasil membentuk pemerintahan.

Pada tahun 2018, Imran Khan dan PTI memenangkan pemilihan umum dan berhasil membentuk pemerintahan di Pakistan.

Sejak menjadi Perdana Menteri, Imran Khan telah meluncurkan sejumlah inisiatif untuk memperbaiki kehidupan rakyat Pakistan, termasuk program perumahan bagi kaum miskin dan kampanye penghapusan korupsi.

Dia juga telah memfokuskan upayanya pada pembangunan ekonomi dan memperkuat hubungan dengan negara-negara tetangga Pakistan.

Imran Khan juga dikenal sebagai seorang filantropis dan telah mendirikan sejumlah organisasi amal, termasuk Shaukat Khanum Memorial Cancer Hospital and Research Centre, yang menyediakan layanan perawatan kanker bagi orang yang tidak mampu membayar biaya pengobatan.

Namun, pemerintahan Imran Khan juga menghadapi beberapa kritik dari beberapa pihak, terutama terkait dengan isu hak asasi manusia dan kebebasan pers di Pakistan.

Menghadapi hal itu, Imran Khan telah berkomitmen untuk terus memperbaiki situasi di negaranya dan menjadikan Pakistan sebagai negara yang lebih maju dan sejahtera.

Selain itu, Imran Khan adalah seorang politisi Pakistan yang terkenal karena memimpin aksi protes besar-besaran di Pakistan pada beberapa kesempatan.

Sebagai ketua PTI, Imran Khan telah memimpin berbagai aksi protes untuk menuntut perubahan di negara tersebut.

Salah satu aksi protes paling terkenal yang dipimpin oleh Imran Khan adalah pada tahun 2014, ketika ia dan pendukungnya memprotes hasil pemilihan umum yang mereka klaim curang.

Imran Khan menolak mengakui kemenangan partai pemerintah saat itu, Partai Muslim Liga-Nawaz (PML-N), dan mengorganisir aksi protes besar-besaran di Islamabad selama 126 hari.

Aksi protes tersebut mengakibatkan kerusuhan dan bentrokan antara pendukung PTI dan polisi, serta mengganggu kehidupan kota.

Namun, Imran Khan menolak untuk mundur dan terus menuntut penyelidikan atas dugaan kecurangan dalam pemilihan umum tersebut.

Akhirnya, setelah perundingan dengan pemerintah, Imran Khan dan pendukungnya mengakhiri aksi protes pada bulan Desember 2014.

Imran Khan juga memimpin aksi protes pada tahun 2016 untuk menuntut penyelidikan terhadap dugaan korupsi oleh Perdana Menteri Pakistan saat itu, Nawaz Sharif.

Aksi protes tersebut meliputi pemblokiran jalan-jalan utama di kota-kota besar Pakistan dan menyerukan pengunduran diri Nawaz Sharif. Namun, aksi protes tersebut gagal menggulingkan pemerintahan Nawaz Sharif.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Media Asing Soroti Aksi...
Media Asing Soroti Aksi Demo Mahasiswa terhadap Kebijakan Pemerintah Indonesia
Permainan Lincah Pakistan...
Permainan Lincah Pakistan dalam Mendamaikan AS dan Iran, Ini 4 Rahasianya
Dari Infrastruktur ke...
Dari Infrastruktur ke AI, China Terus Perkuat Pengaruh di Pakistan
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Udara di Afghanistan, 13 Orang Tewas
Mendagri Pakistan Sampaikan...
Mendagri Pakistan Sampaikan Surat Khusus untuk Mojtaba Khamenei
Presiden Prabowo: Saya...
Presiden Prabowo: Saya Tahu Siapa yang Bayar Demo
Israel Bombardir Lebanon...
Israel Bombardir Lebanon Selatan Tewaskan 16 Orang
Tok! Senat AS Sahkan...
Tok! Senat AS Sahkan Resolusi Hentikan Perang Lawan Iran
Rekomendasi
Tanda Tangani PKB 2026,...
Tanda Tangani PKB 2026, Menaker Titip 3 Agenda Strategis ke Jasa Raharja
Ketua BEM FH UBK Akui...
Ketua BEM FH UBK Akui Terima Rp20 Juta, DPR: Polri Harus Investigasi
IHSG Dibuka Melemah...
IHSG Dibuka Melemah ke Level 5.873, Asing Net Sell Rp1,17 Triliun
Berita Terkini
Ketika Paris Lebih Panas...
Ketika Paris Lebih Panas dari Makkah, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Rugi Besar Akibat Kalah...
Rugi Besar Akibat Kalah Perang, Trump Minta Tambahan Dana Rp1.572 Triliun
Demi Lindungi Negara-negara...
Demi Lindungi Negara-negara Arab, AS Janjikan Perdamaian Abadi dengan Iran
Seluruh WNI di Venezuela...
Seluruh WNI di Venezuela Aman, Gedung KBRI di Caracas Tidak Rusak
Badan Intelijen AS Kehilangan...
Badan Intelijen AS Kehilangan Akses ke Alat AI Mythos 5, Apa Pemicunya?
LineShine Jadi Superkomputer...
LineShine Jadi Superkomputer Tercepat di Dunia, China Mampu Kalahkan AS
Infografis
Profil Sarifah Suraidah...
Profil Sarifah Suraidah Istri Gubernur Kaltim yang Viral di Tengah Polemik Pengadaan Mobdin Rp8,5 Miliar
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved