Dibebaskan dari Tahanan, Imran Khan Dapat Jaminan Perlindungan

Jum'at, 12 Mei 2023 - 21:49 WIB
loading...
A A A
Setelah hakim membacakan putusannya, Khan memilih untuk tetap berada di pengadilan untuk mendapatkan jaminan pencegahan terhadap tuduhan lain termasuk tuduhan terorisme, penghasutan dan penistaan.

Berbicara kepada BBC sebelum sidang jaminannya, Khan mengatakan dia khawatir akan segera ditangkap kembali setelah dibebaskan, dan mendesak pihak berwenang untuk tidak mengambil langkah tersebut karena mungkin ada reaksi besar yang akan lepas kendali. Karena massa berada di luar kendali, tidak- satu mengendalikan massa.

"Bagaimana aku bisa mengendalikan apa yang terjadi setelah itu?" katanya kepada BBC.

Khan mengatakan bahwa dia dan partainya hanya menyerukan protes damai dan meminta pendukungnya untuk bertindak sesuai konstitusi.

"Kami tidak pernah melanggar hukum. Bahkan sekarang, ketika saya menyuruh mereka untuk protes, saya katakan 'Mereka harus melakukan protes damai'," katanya di dalam ruang sidang, Jumat.

Perdana Menteri Pakistan saat ini Shehbaz Sharif, yang mengambil alih kekuasaan setelah Khan digulingkan, mengkritik putusan Mahkamah Agung untuk membebaskan Khan dalam pidato kabinet yang ditayangkan di televisi pemerintah.

Dia menuduh bahwa hakim lebih menyukai Imran Khan, dan putusan mereka telah menyebabkan "kematian keadilan di Pakistan".

Dia lebih lanjut mengkritik Khan dan partainya karena bahasa mereka yang menghasut, dan mendorong pengunjuk rasa untuk turun ke jalan.

Baca Juga: 1.400 Ditangkap dan 8 Tewas dalam Kerusuhan Pascapenangkapan Eks PM Pakistan

"Imran Khan telah memecah belah bangsa," katanya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jadi Satu-satunya Negara...
Jadi Satu-satunya Negara Islam Berbom Nuklir, Mengapa Pakistan Tolak Akui Israel?
Bom Mobil Meledak di...
Bom Mobil Meledak di KA Militer Pakistan, 24 Orang Tewas
AS-Iran di Ambang Perang...
AS-Iran di Ambang Perang Lagi, Pakistan Kerahkan 8.000 Tentara dan 1 Skuadron Jet ke Arab Saudi
Krisis Politik Guncang...
Krisis Politik Guncang Inggris, PM Keir Starmer Dilaporkan Bakal Mundur
Pakistan Dukung Peran...
Pakistan Dukung Peran China sebagai Mediator antara AS dan Iran
Respons Iran terhadap...
Respons Iran terhadap Proposal AS akan Dikirim ke Mediator Pakistan Hari Ini
Islamabad dan Ilusi...
Islamabad dan Ilusi Diplomasi Perang Iran 2026
Iran Akan Gelar Acara...
Iran Akan Gelar Acara Pemakaman untuk Mendiang Pemimpin Tertinggi Khamenei di 3 Kota
Korut Lipat Gandakan...
Korut Lipat Gandakan Produksi Senjata Nuklir, Kim Jong Un: Ancaman Keamanan Memburuk!
Rekomendasi
Ussy Sulistiawaty Bongkar...
Ussy Sulistiawaty Bongkar Kepribadian Asli Andhika Pratama: Pendiam Banget
Sony Sonjaya Siap Jadi...
Sony Sonjaya Siap Jadi Justice Collaborator, Bakal Ungkap Orang Besar yang Jadi Dalang
IHSG Kembali Babak Belur...
IHSG Kembali Babak Belur Siang Ini, Nyungsep 2,53% ke 5.692
Berita Terkini
Australia Sita 100.000...
Australia Sita 100.000 Kecoak Selundupan, Harganya Rp2,5 Miliar
Sultan Brunei Reshuffle...
Sultan Brunei Reshuffle Kabinet Besar-besaran, Pangeran 'Instagrammer' Jadi Menlu
Surat Netanyahu Ungkap...
Surat Netanyahu Ungkap Upaya Israel Ganti Bantuan AS dengan Integrasi Militer: Rencana Saya
5 Kapal Selam Tercanggih...
5 Kapal Selam Tercanggih ASEAN: Hebat Mana Invincible Singapura vs Nagapasa Indonesia?
Israel Bombardir Lebanon...
Israel Bombardir Lebanon Lagi, Padahal Telah Setuju Gencatan Senjata yang Dimediasi AS
Citra Satelit Tunjukkan...
Citra Satelit Tunjukkan Pangkalan AS di Kuwait Hancur usai Serangan Iran
Infografis
3 Brigjen Dapat Promosi...
3 Brigjen Dapat Promosi Jabatan Jadi Irjen Pol pada Akhir Februari 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved