Inggris Konfirmasi Pasok Ukraina dengan Rudal Jarak Jauh Storm Shadow
Jum'at, 12 Mei 2023 - 07:16 WIB
loading...
Inggris menjadi negara Barat pertama yang memasok Ukraina dengan rudal jelajah jarak jauh setelah mengirimkan rudal Storm Shadow. Foto/LBC
A
A
A
LONDON - Inggris telah memasok rudal jelajah jarak jauh Storm Shadow ke Ukraina. Ini membuat Inggris menjadi negara Barat pertama yang memasok senjata yang dapat menyerang sasaran jauh ke Crimea yang diduduki dalam serangan balasan oleh Kiev.
Menteri Pertahanan Inggris, Ben Wallace, mengatakan kepada anggota parlemen untuk pertama kalinya bahwa rudal sekarang masuk, atau berada di negara itu sendiri. Ia menambahkan pemberian rudal tersebut didukung oleh Amerika Serikat (AS).
Ia mengatakan keputusan itu adalah tanggapan yang disesuaikan dan proporsional terhadap invasi Rusia, dan khususnya penargetan berulang Moskow terhadap warga sipil Ukraina selama perang 15 bulan.
"Setidaknya 23.000 warga sipil telah tewas atau terluka," kata Wallace saat dia membenarkan keputusan untuk memberikan rudal yang harganya masing-masing lebih dari 2 juta poundsterling itu kepada Ukraina seperti dikutip dari The Guardian, Kamis (11/5/2023).
Dikatakan oleh Wallace, Rusia telah melakukan serangan 788 terhadap fasilitas kesehatan, rumah sakit, klinik, pusat kesehatan, dan dalam banyak kesempatan membunuh warga sipil dalam serangan rudal.
Baca Juga: Kremlin Akui Perang Rusia di Ukraina Sangat Sulit
Menteri Pertahanan Inggris, Ben Wallace, mengatakan kepada anggota parlemen untuk pertama kalinya bahwa rudal sekarang masuk, atau berada di negara itu sendiri. Ia menambahkan pemberian rudal tersebut didukung oleh Amerika Serikat (AS).
Ia mengatakan keputusan itu adalah tanggapan yang disesuaikan dan proporsional terhadap invasi Rusia, dan khususnya penargetan berulang Moskow terhadap warga sipil Ukraina selama perang 15 bulan.
"Setidaknya 23.000 warga sipil telah tewas atau terluka," kata Wallace saat dia membenarkan keputusan untuk memberikan rudal yang harganya masing-masing lebih dari 2 juta poundsterling itu kepada Ukraina seperti dikutip dari The Guardian, Kamis (11/5/2023).
Dikatakan oleh Wallace, Rusia telah melakukan serangan 788 terhadap fasilitas kesehatan, rumah sakit, klinik, pusat kesehatan, dan dalam banyak kesempatan membunuh warga sipil dalam serangan rudal.
Baca Juga: Kremlin Akui Perang Rusia di Ukraina Sangat Sulit
Lihat Juga :