4 Negara yang Pemimpinnya Terjungkal Setelah Arab Spring

Jum'at, 05 Mei 2023 - 19:01 WIB
loading...
A A A
Menurut laporan Al Jazeera, protes terhadap pemerintahan Libya segera berubah menjadi konflik bersenjata saat pasukan keamanan bentrok dengan pengunjuk rasa. Pada fase ini, tercatat hampir 300 warga sipil menjadi korban jiwa.

Meningkatnya korban sipil, PBB mengeluarkan resolusi tentang penetapan Libya sebagai zona larangan terbang. Selain itu, ada juga seruan untuk melindungi warga sipil dengan segala cara.

Pada 31 Maret, NATO melakukan serangan dengan tujuan melindungi warga sipil. Bantuan ini membuat posisi pemerintahan Gaddafi semakin terdesak, hingga pada akhirnya dia harus tewas dan kehilangan kekuasaan yang telah dimiliki selama 40 tahun lamanya.

4. Yaman


Yaman juga mengalami dampak besar akibat Arab Spring. Sama halnya di negara Arab lain, demonstran menuntut reformasi serta pengunduran diri Presiden Ali Abdullah Saleh yang telah berkuasa puluhan tahun.

Berawal dari Januari 2011, gelombang demonstrasi dan bentrokan terus berdatangan. Setelah berbulan-bulan lamanya, Ali Abdullah Saleh menandatangani perjanjian untuk menyerahkan kekuasaannya.

Sayangnya, keadaan Yaman setelah itu tak kunjung membaik. Dalam hal ini, justru muncul kelompok militan seperti Houthi yang ingin menguasai wilayahnya.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Israel Terus Bombardir...
Israel Terus Bombardir Gaza, Mesir Marah Besar!
Agen Mata-mata Israel...
Agen Mata-mata Israel Isyaratkan Mesir dan Turki sebagai Target Perang Berikutnya
Pertama Kali, Jet Tempur...
Pertama Kali, Jet Tempur Mesir Ditempatkan di UEA
Houthi Bersumpah Tingkatkan...
Houthi Bersumpah Tingkatkan Serangan ke AS dan Israel jika Perang Terus Berlanjut
Mantan Menteri Gaddafi:...
Mantan Menteri Gaddafi: Iran Tak Boleh Ulangi Kesalahan Libya dengan Mempercayai AS
Eks Menteri Muammar...
Eks Menteri Muammar Gaddafi: Iran Tak Boleh Ulangi Kesalahan Libya Percayai AS
6 WNI Relawan Global...
6 WNI Relawan Global Sumud Land Convoy yang Terhenti di Libya Dipulangkan Kemlu
Israel Setujui RUU Larang...
Israel Setujui RUU Larang Seruan Azan, Hakim Agung Palestina: Serangan Terhadap Umat Islam
Iran Bantah Serang Bandara...
Iran Bantah Serang Bandara Kuwait: Rudal Patriot AS yang Error, Hantam Terminal Penumpang
Rekomendasi
Film Pesta Babi Bergeser...
Film Pesta Babi Bergeser dari Kritik Sosial Jadi Instrumen Kampanye Disintegrasi Papua
Resmi Dibuka, DAIKIN...
Resmi Dibuka, DAIKIN Proshop Alvamega Hadirkan Solusi Tata Udara Premium di Serpong
KontraS Kritik Tuntutan...
KontraS Kritik Tuntutan 2,5 Tahun Penjara untuk Terdakwa Penyiraman Andrie Yunus
Berita Terkini
Mossad Pasok Milisi...
Mossad Pasok Milisi Kurdi dengan Senjata yang Disita dari Hamas dan Hizbullah
Hamas Tak akan Serahkan...
Hamas Tak akan Serahkan Persenjataan, tapi Hanya Polisi yang Bawa Senjata di Gaza
Drone Terjang Galilea...
Drone Terjang Galilea Barat Beberapa Menit setelah Netanyahu Pergi
Iran Sebut Pangkalan...
Iran Sebut Pangkalan AS Target Sah dan Sumber Kekacauan Timur Tengah
Mayoritas Penduduk di...
Mayoritas Penduduk di 36 Negara Anggap Israel Tidak Baik
Iran Berupaya Pungut...
Iran Berupaya Pungut Biaya Layanan, Bukan Tol untuk Lintasi Selat Hormuz
Infografis
Sejarah Panjang Persia...
Sejarah Panjang Persia Menjadi Iran yang Mengubah Timur Tengah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved