Ukraina Akui Tak Berdaya Melawan Bom Pintar Rusia

Kamis, 04 Mei 2023 - 20:20 WIB
loading...
Ukraina Akui Tak Berdaya...
Ukraina akui tidak berdaya melawan serangan bom pintar Rusia. Foto/REUTERS
A A A
KIEV - Juru bicara Angkatan Udara Ukraina Kolonel Yury Ignat mengakui bahwa Kiev tidak memiliki cara untuk melawan bom pintar Rusia . Dia mengulangi permintaan lama Kiev untuk jet tempur modern buatan Amerika Serikat (AS).

Berbicara pada jumpa pers, Ignat mengeklaim bahwa Rusia meluncurkan hingga 20 bom berpemandu presisi tinggi di garis depan setiap hari.

Pejabat tersebut menunjukkan bahwa amunisi tersebut dapat menempuh jarak sekitar 70 km dan menghantam fasilitas infrastruktur kritis dan target lainnya.

“Kami tidak dapat melawan amunisi semacam ini...dan pertahanan udara tidak efektif,” kata Ignat.

Baca Juga: Rusia Tembak Jatuh Bom Pintar JDAM Amerika untuk Pertama Kalinya

Dia menambahkan bahwa untuk mencegah serangan semacam itu, Ukraina harus secara langsung menghantam pesawat yang mengirimkan bom, biasanya Su-34, Su-35, dan pesawat penerbangan taktis lainnya.

Untuk melakukan ini, Ignat mengatakan bahwa Ukraina membutuhkan "tangan yang panjang" untuk menjangkau musuh dari jarak yang lebih jauh daripada yang dapat dilakukan pasukan sekarang ini.

Dia menunjukkan bahwa salah satu senjata pertahanan udara jarak jauh yang dimiliki Kiev adalah sistem rudal S-300 era Soviet, yang dapat mencapai target pada jarak hingga 100 km.

Dia menambahkan bahwa kemampuan pertahanan udara Ukraina telah diperkuat lebih lanjut oleh senjata buatan Barat dengan jangkauan 150 km, tetapi pasokannya terbatas.

Sehubungan dengan hal ini, dia menegaskan kembali bahwa masalahnya dapat diselesaikan jika Barat menyediakan jet tempur modern untuk Ukraina.

“F-16 dapat secara efektif melawan penerbangan Rusia di sepanjang tepi depan area pertempuran,” kata Ignat, seperti dikutip Russia Today, Kamis (4/5/2023).

Dia menambahkan bahwa jet semacam itu dapat mencegah pesawat Moskow mendekati perbatasan Ukraina.

“Tidak perlu menjatuhkan pesawat musuh, tapi kita hanya harus memiliki argumen balasan yang kuat,” imbuh dia.

Pada bulan Februari, Presiden AS Joe Biden mengatakan bahwa Ukraina tidak membutuhkan F-16 untuk sekarang ini, menambahkan bahwa Washington berkonsentrasi untuk mengirim apa yang dibutuhkan militer berpengalaman, termasuk tank dan artileri.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Beda dengan Pejabat...
Beda dengan Pejabat Eropa, Jenderal Senior NATO Ini Sebut Rusia Tak Mencari Konflik
Berseteru dengan PM...
Berseteru dengan PM Starmer, Menhan Inggris John Healey Mundur
Ini 15 Negara yang Mampu...
Ini 15 Negara yang Mampu Memproduksi Jet Tempur Sendiri, Indonesia Kapan?
Eks Kepala AL Jerman:...
Eks Kepala AL Jerman: Uni Eropa Bisa 'Berjalan Tanpa Sadar' Menuju Perang Melawan Rusia
Ciptakan Krisis Energi...
Ciptakan Krisis Energi di Rusia, Drone Ukraina Serang Krimea dan Kilang Minyak Utama
Partai Pro-Barat Menang...
Partai Pro-Barat Menang Pemilu Armenia, Pukulan Telak bagi Rusia
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
Dilema Sistem Petisi...
Dilema Sistem Petisi China: Antara Stabilitas Nasional dan Suara Warga
Brutal! Geng Narkoba...
Brutal! Geng Narkoba Tembak Mati 5 Polisi Jelang Pembukaan Piala Dunia di Meksiko
Rekomendasi
Sertifikasi RSPO Kunci...
Sertifikasi RSPO Kunci Akses Pasar dan Penguatan Petani Sawit Swadaya
Stafsus Menag Tinjau...
Stafsus Menag Tinjau GKJ Nusukan Solo, Jamin Kebebasan Beribadah
Unjuk Rasa Mahasiswa...
Unjuk Rasa Mahasiswa Bubar, Polisi Mulai Buka Jalan Jenderal Sudirman Arah Bundaran HI
Berita Terkini
Trump Marah, Tuding...
Trump Marah, Tuding Iran Bocorkan Detail Kesepakatan Damai
Apa yang Ada dan Tidak...
Apa yang Ada dan Tidak Ada dalam Draf Kesepakatan Damai AS-Iran?
Iran Tegaskan Pengelolaan...
Iran Tegaskan Pengelolaan Selat Hormuz akan Disepakati Melalui Dialog Regional
Netanyahu dan Trump...
Netanyahu dan Trump Bahas Nota Kesepahaman Mendatang dengan Iran
Iran Tegaskan Belum...
Iran Tegaskan Belum Ada Kesepakatan Akhir dengan AS
Terungkap, Pokemon Go...
Terungkap, Pokemon Go Bantu Militer AS Petakan Dunia
Infografis
3 Negara yang Teguh...
3 Negara yang Teguh Tak Akui Taiwan, Salah Satunya Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved