Gencatan Senjata Tak Digubris, Pertempuran Terus Berkobar di Sudan
Kamis, 27 April 2023 - 06:40 WIB
loading...
A
A
A
Sebelumnya Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan pihaknya memperkirakan "lebih banyak lagi" kematian akibat penyakit, kurangnya akses ke makanan dan air serta gangguan terhadap fasilitas kesehatan.
Beberapa negara telah mengevakuasi warga negaranya sejak gencatan senjata diberlakukan.
Panglima militer Sudan dilaporkan telah menyetujui perpanjangan gencatan senjata, yang akan berakhir pada hari Jumat, selama 72 jam.
Kantor berita Reuters melaporkan Jenderal Abdel Fattah al-Burhan memberikan persetujuan awal atas proposal dari Otoritas Pembangunan Antarpemerintah blok Afrika regional.
Proposal tersebut menyarankan pengiriman utusan dari tentara Sudan dan kelompok pesaingnya, Pasukan Dukungan Cepat (RSF), ke Juba di Sudan Selatan untuk membahas rincian gencatan senjata.
Gencatan senjata saat ini dimulai pada tengah malam waktu setempat pada hari Senin menghentikan konflik yang meletus pada 15 April di tengah perebutan kekuasaan antara para pemimpin tentara dan RSF.
Sebuah kapal yang mengevakuasi lebih dari 1.600 orang dari puluhan negara tiba di Arab Saudi pada hari Rabu dan baik Jerman maupun Prancis mengatakan semua warganya kini telah meninggalkan negara itu.
Penerbangan pertama yang membawa pulang warga negara Inggris mendarat di Stansted pada hari Rabu, melalui Larnaca di Siprus.
Sekitar 536 warga negara Inggris telah dievakuasi dari Sudan dalam enam penerbangan, kata Kantor Luar Negeri, Persemakmuran dan Pembangunan.
Ketua Komisi Diaspora Nigeria mengkonfirmasi kepada BBC bahwa evakuasi mahasiswa Nigeria yang terlantar di Sudan telah dimulai.
Baca Juga: Evakuasi 560 WNI dari Sudan, Dubes Arab Saudi: Bukti Kepedulian Tinggi untuk Negara Sahabat
Diperkirakan ada hingga 5.000 warga Nigeria yang tinggal di Sudan, dan 3.500 dari mereka adalah pelajar.
Beberapa negara telah mengevakuasi warga negaranya sejak gencatan senjata diberlakukan.
Panglima militer Sudan dilaporkan telah menyetujui perpanjangan gencatan senjata, yang akan berakhir pada hari Jumat, selama 72 jam.
Kantor berita Reuters melaporkan Jenderal Abdel Fattah al-Burhan memberikan persetujuan awal atas proposal dari Otoritas Pembangunan Antarpemerintah blok Afrika regional.
Proposal tersebut menyarankan pengiriman utusan dari tentara Sudan dan kelompok pesaingnya, Pasukan Dukungan Cepat (RSF), ke Juba di Sudan Selatan untuk membahas rincian gencatan senjata.
Gencatan senjata saat ini dimulai pada tengah malam waktu setempat pada hari Senin menghentikan konflik yang meletus pada 15 April di tengah perebutan kekuasaan antara para pemimpin tentara dan RSF.
Sebuah kapal yang mengevakuasi lebih dari 1.600 orang dari puluhan negara tiba di Arab Saudi pada hari Rabu dan baik Jerman maupun Prancis mengatakan semua warganya kini telah meninggalkan negara itu.
Penerbangan pertama yang membawa pulang warga negara Inggris mendarat di Stansted pada hari Rabu, melalui Larnaca di Siprus.
Sekitar 536 warga negara Inggris telah dievakuasi dari Sudan dalam enam penerbangan, kata Kantor Luar Negeri, Persemakmuran dan Pembangunan.
Ketua Komisi Diaspora Nigeria mengkonfirmasi kepada BBC bahwa evakuasi mahasiswa Nigeria yang terlantar di Sudan telah dimulai.
Baca Juga: Evakuasi 560 WNI dari Sudan, Dubes Arab Saudi: Bukti Kepedulian Tinggi untuk Negara Sahabat
Diperkirakan ada hingga 5.000 warga Nigeria yang tinggal di Sudan, dan 3.500 dari mereka adalah pelajar.
Lihat Juga :