Protes Komandannya Dicopot, Satu Batalion Tentara Israel Letakkan Senjata
Selasa, 25 April 2023 - 13:13 WIB
loading...
Protes Komandannya Dicopot, Satu Batalion Tentara Israel Letakkan Senjata. FOTO/Reuters
A
A
A
TEL AVIV - Seluruh batalion tentara Israel dari Brigade Golani meletakkan senjata mereka dan keluar dari pelatihan pada Selasa (25/4/2023). Tindakan ini dilakukan sebagai bentuk protes terhadap perombakan kepemimpinan.
Seperti dilaporkan Jerusalem Post, komandan batalion itu dicopot dari jabatannya. Sang komandan dilengserkan karena dianggap tidak layak untuk menduduki posisi tersebut itu.
Baca juga: Israel Tembaki Posisi Kelompok Pro-Iran di Dekat Dataran Tinggi Golan
Media Israel melaporkan bahwa tentara memasuki gedung pelatihan di pangkalan mereka, meninggalkan senjata dan pergi. Meski demikian, para prajurit mengatakan, bahwa mereka tidak meninggalkan senjata mereka tanpa pengawasan. Mereka mengaku meninggalkannya di bawah pengawasan orang lain.
"Kami lelah diam. Untuk waktu yang lama, kami tidak dihormati oleh batalion yang bertanggung jawab atas kami," sebut pernyataan para tentara itu.
Mereka menyatakan bahwa "jerami yang mematahkan punggung unta" adalah pemindahan Komandan mereka, yang mereka sebut sebagai "ayah [bagi kami] selama empat bulan terakhir ini. [Dia] membawa batalion ke ketinggian yang belum pernah dilihat siapa pun sebelumnya. "
"Kami tidak melakukan ini untuk memberikan dampak negatif terhadap keamanan [nasional]. Kami hanya lelah dengan situasi saat ini," lanjut pernyataan tersebut.
Seperti dilaporkan Jerusalem Post, komandan batalion itu dicopot dari jabatannya. Sang komandan dilengserkan karena dianggap tidak layak untuk menduduki posisi tersebut itu.
Baca juga: Israel Tembaki Posisi Kelompok Pro-Iran di Dekat Dataran Tinggi Golan
Media Israel melaporkan bahwa tentara memasuki gedung pelatihan di pangkalan mereka, meninggalkan senjata dan pergi. Meski demikian, para prajurit mengatakan, bahwa mereka tidak meninggalkan senjata mereka tanpa pengawasan. Mereka mengaku meninggalkannya di bawah pengawasan orang lain.
"Kami lelah diam. Untuk waktu yang lama, kami tidak dihormati oleh batalion yang bertanggung jawab atas kami," sebut pernyataan para tentara itu.
Mereka menyatakan bahwa "jerami yang mematahkan punggung unta" adalah pemindahan Komandan mereka, yang mereka sebut sebagai "ayah [bagi kami] selama empat bulan terakhir ini. [Dia] membawa batalion ke ketinggian yang belum pernah dilihat siapa pun sebelumnya. "
"Kami tidak melakukan ini untuk memberikan dampak negatif terhadap keamanan [nasional]. Kami hanya lelah dengan situasi saat ini," lanjut pernyataan tersebut.
Lihat Juga :