Ukraina Hapus Nama Tempat yang Terkait Rusia

Sabtu, 22 April 2023 - 18:55 WIB
loading...
Ukraina Hapus Nama Tempat...
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menandatangani undang-undang yang menghapus nama kota, desa, dan lokasi geografis yang terkait dengan Rusia. Foto/Ilustrasi
A A A
KIEV - Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky telah menandatangani undang-undang yang menghapus nama kota, desa, dan lokasi geografis di negara itu yang mempunyai keterkaitan sejarah atau budaya Rusia .

Menurut situs web parlemen Ukraina, Verkhovna Rada, Zelensky menyetujui undang-undang yang disebut "dekolonisasi" pada hari Jumat. Undang-undang tersebut disahkan oleh anggota parlemen pada bulan Maret dan telah dikerjakan sejak awal tahun lalu.

Undang-undang melarang memuji, memperingati, nama propagandis yang berkaitan dengan negara Rusia, simbolnya, tempat bersejarah atau budaya, kota, tanggal, dan acara.

Baca Juga: Ini Alasan Mesir Batal Kirim Senjata ke Rusia dan Malah Pasok Amunisi untuk Ukraina

Menurut undang-undang tersebut, larangan itu juga mencakup orang-orang yang melakukan agresi militer terhadap Ukraina dan negara berdaulat lainnya.

"Undang-undang tersebut akan mulai berlaku tiga bulan setelah dipublikasikan," tulis anggota parlemen Partai Solidaritas Eropa Vladimir Viatrovich di Facebook.

"Setelah itu, pemerintah daerah akan memiliki waktu enam bulan untuk membebaskan ruang publik dari simbol 'dunia Rusia': membongkar patung dan monumen, mengganti nama jalan dan objek lainnya," katanya seperti dikutip dari RT, Sabtu (22/4/2023).

Dorongan untuk menghapus monumen dan nama geografis yang terkait dengan Rusia dan Uni Soviet telah berlangsung di Ukraina sejak 2015, ketika apa yang disebut undang-undang "dekomunisasi" diadopsi di negara tersebut.

Baca Juga: Sekutu Barat Berkumpul di Jerman Bahas Permintaan Bantuan Ukraina

Sejak itu, menurut data dari kantor berita RIA Novosti, lebih dari 900 nama pemukiman dan sekitar 50.000 jalan telah diubah.

Proses tersebut semakin intensif setelah dimulainya operasi militer Rusia di Ukraina lebih dari setahun yang lalu. Sebuah patung Catherine yang Agung diruntuhkan di Odessa pada bulan Desember, meskipun kota itu didirikan atas perintah Permaisuri Rusia pada tahun 1794. Beberapa kota, termasuk Dnepr dan Chernovtsy, telah memindahkan patung dan plakat peringatan yang didedikasikan untuk penyair Rusia klasik Alexander Pushkin.

Moskow telah mengecam kebijakan semacam itu, mengatakan bahwa upaya untuk menghilangkan budaya Rusia dan "Ukrainisasi paksa" negara itu melanggar norma internasional dan melanggar hak sekitar seperempat populasi Ukraina, yang berbahasa Rusia.

Baca Juga: Presiden Vucic: AS Beli Sepertiga Senjata Serbia yang Bisa Berakhir di Ukraina
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Beda dengan Pejabat...
Beda dengan Pejabat Eropa, Jenderal Senior NATO Ini Sebut Rusia Tak Mencari Konflik
Berseteru dengan PM...
Berseteru dengan PM Starmer, Menhan Inggris John Healey Mundur
Ini 15 Negara yang Mampu...
Ini 15 Negara yang Mampu Memproduksi Jet Tempur Sendiri, Indonesia Kapan?
Eks Kepala AL Jerman:...
Eks Kepala AL Jerman: Uni Eropa Bisa 'Berjalan Tanpa Sadar' Menuju Perang Melawan Rusia
Ciptakan Krisis Energi...
Ciptakan Krisis Energi di Rusia, Drone Ukraina Serang Krimea dan Kilang Minyak Utama
Partai Pro-Barat Menang...
Partai Pro-Barat Menang Pemilu Armenia, Pukulan Telak bagi Rusia
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
Helikopter Apache AS...
Helikopter Apache AS Jatuh di Dekat Selat Hormuz
Ditolak AS, Omar Artan...
Ditolak AS, Omar Artan Wasit Piala Dunia asal Somalia Disambut bak Pahlawan di Negaranya
Rekomendasi
Ada Demo Mahasiswa,...
Ada Demo Mahasiswa, Rute Transjakarta Dialihkan
Anthropic AI Claude...
Anthropic AI Claude Hasilkan Lebih dari 80 Persen Kode Baru
Distributor di Kaltim...
Distributor di Kaltim Ikuti Factory Visit SIG untuk Perkuat Kemitraan
Berita Terkini
Netanyahu dan Trump...
Netanyahu dan Trump Bahas Nota Kesepahaman Mendatang dengan Iran
Iran Tegaskan Belum...
Iran Tegaskan Belum Ada Kesepakatan Akhir dengan AS
Terungkap, Pokemon Go...
Terungkap, Pokemon Go Bantu Militer AS Petakan Dunia
Inggris, Australia,...
Inggris, Australia, dan Kanada Luncurkan Dana untuk Dukung Upaya Solusi 2 Negara
Israel Jadi Negara yang...
Israel Jadi Negara yang Paling Banyak Diboikot di Dunia
Ayatollah Khamenei Sudah...
Ayatollah Khamenei Sudah Lebih dari 100 Hari Meninggal, Iran Tunda Lagi Penguburannya
Infografis
3 Alasan Ukraina Selalu...
3 Alasan Ukraina Selalu Didukung Barat dalam Melawan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved