Ditekan Barat, Presiden Uganda Tolak Teken RUU Anti-LGBT

Sabtu, 22 April 2023 - 05:00 WIB
loading...
Ditekan Barat, Presiden...
Ditekan Barat, Presiden Uganda Tolak Teken RUU Anti-LGBT. FOTO/Reuters
A A A
KAMPALA - Presiden Uganda , Yoweri Museveni menolak untuk menandatangani undang-undang baru yang kontroversial melawan homoseksualitas . Museveni mendapat tekanan kuat dari dunia internasional agar menolak mengesahkan RUU itu.

Keputusan Museveni diumumkan pada Kamis (20/4/2023) malam, setelah pertemuan anggota parlemen di partainya yang berkuasa, yang hampir semuanya mendukung RUU yang disetujui oleh anggota parlemen bulan lalu.

Baca juga: Sebabkan Kepunahan Umat Manusia, Presiden Uganda Sebut Homoseks Lebih Berbahaya dari Narkoba

Pertemuan tersebut memutuskan untuk mengembalikan RUU tersebut ke majelis nasional “dengan proposal untuk perbaikannya”. Seorang juru bicara kepresidenan mengatakan, Museveni tidak menentang hukuman yang diusulkan dalam RUU itu, tetapi ingin anggota parlemen melihat “masalah rehabilitasi”.

“(Museveni) mengatakan kepada para anggota, bahwa dia tidak keberatan dengan hukuman itu. Namun, pada masalah rehabilitasi orang-orang yang di masa lalu terlibat dalam homoseksualitas, tetapi ingin hidup normal kembali,” kata juru bicara Sandor Walusimbi di Twitter, seperti dikutip dari Al Jazeera.

“Disepakati bahwa RUU itu kembali ke parlemen untuk masalah rehabilitasi untuk dilihat sebelum dia dapat menandatanganinya menjadi undang-undang,” tambah Walusimbi.

Homoseksualitas sudah ilegal di negara Afrika Timur di bawah undang-undang era kolonial yang mengkriminalisasi tindakan seks "melawan tatanan alam". Hukuman untuk pelanggaran itu adalah penjara seumur hidup.

Baca juga: Uganda Akan Hukum Mati LGBT, PBB Resah, AS Ancam Sanksi

Museveni berada di bawah tekanan komunitas internasional untuk memveto RUU tersebut, yang membutuhkan tanda tangannya untuk menjadi undang-undang.

Amerika Serikat telah memperingatkan konsekuensi ekonomi jika undang-undang itu diberlakukan. Sekelompok pakar PBB menggambarkan RUU itu, jika disahkan, sebagai "pelanggaran hak asasi manusia yang mengerikan".

Amnesty International dalam sebuah pernyataan sebelumnya pada hari Kamis telah mendesak Museveni untuk memveto apa yang digambarkan kelompok itu sebagai RUU yang “kejam dan terlalu luas”.

“Pengesahan RUU yang mengerikan ini adalah momen yang memilukan bagi komunitas LGBTI dan orang yang mereka cintai di Uganda,” kata Agnes Callamard, pemimpin kelompok itu, dalam pernyataannya. “Tidak seorang pun boleh dikriminalisasi karena orientasi seksual atau identitas gender mereka,” lanjutnya.

Baca juga: Parlemen Uganda Sahkan UU Anti-LGBT, Homoseks Dihukum Mati

RUU itu mendapat dukungan luas di Uganda, termasuk di antara para pemimpin gereja dan lainnya yang menyerukan undang-undang baru yang keras yang menargetkan kaum homoseksual. RUU itu diperkenalkan oleh seorang anggota parlemen oposisi yang mengatakan tujuannya adalah untuk menghukum “promosi, perekrutan, dan pendanaan” kegiatan LGBTQ di negara tersebut.

Hanya dua dari 389 legislator yang hadir untuk pemungutan suara menentang RUU tersebut. RUU itu juga mengatur hukuman mati untuk pelanggaran "homoseksualitas yang diperparah," dan penjara seumur hidup untuk "homoseksualitas".
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ghana Sahkan RUU Anti-LGBT,...
Ghana Sahkan RUU Anti-LGBT, Membela Gay Bakal Dipenjara 5 Tahun
Dibantu Tentara Rusia,...
Dibantu Tentara Rusia, Mali Sukses Gagalkan Kudeta Militer
Israel akan Gelar Acara...
Israel akan Gelar Acara LGBTQ Terbesar di Timur Tengah
Memalak Rp17 Triliun...
Memalak Rp17 Triliun dan Wanita Tercantik Turki sebagai Istri, Siapa Sosok Jenderal Uganda Ini?
Lagi, Jenderal Uganda...
Lagi, Jenderal Uganda Janji Kerahkan 100.000 Tentara Bela Israel dan 500.000 Pemuda untuk Rebut Teheran
Pro-Zionis, Jenderal...
Pro-Zionis, Jenderal Tertinggi Uganda Sesumbar Gabung Perang Jika Israel Dikalahkan Iran
37 Organisasi Tolak...
37 Organisasi Tolak Desakan MUI Agar Pelaku dan Pengkampanye LGBT Dipidana
Israel Bombardir Lebanon...
Israel Bombardir Lebanon Selatan Tewaskan 16 Orang
Ini Alasan Jepang Naikkan...
Ini Alasan Jepang Naikkan Biaya Visa Masuk hingga 5 Kali Lipat
Rekomendasi
Dear You dan Ketakutan...
Dear You dan Ketakutan yang Salah Arah
60 Ribu Guru Dipanggil...
60 Ribu Guru Dipanggil PPG 2026 Tahap 2, Ini Tahapan dan Dokumen yang Wajib Disiapkan
Ditjen Polpum Dorong...
Ditjen Polpum Dorong Standarisasi Anggaran Kesbangpol Berbasis Risiko dan Kebutuhan Daerah
Berita Terkini
Israel Anggap Turki...
Israel Anggap Turki Lebih Berbahaya Dibandingkan Iran
Trump Kecam Pemungutan...
Trump Kecam Pemungutan Suara Senat untuk Batasi Kewenangannya dalam Perang Iran
10 Mata-mata Perang...
10 Mata-mata Perang Dingin yang Tak Pernah Takut Mati
Senat AS Sahkan Resolusi...
Senat AS Sahkan Resolusi Penghentian Perang Iran, Pukulan Telak bagi Trump
Trump Ungkap Dana Iran...
Trump Ungkap Dana Iran yang Dilepaskan akan Digunakan untuk Beli Barang-barang AS
Pertama Kali, Dokter...
Pertama Kali, Dokter Belanda Suntik Mati Seorang Anak di Bawah Usia 12 Tahun
Infografis
4 Presiden Termiskin...
4 Presiden Termiskin di Dunia, Sumbangkan 90% Gajinya untuk Kaum Susah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved