Hadapi Gelombang Migran, Italia Berlakukan Keadaan Darurat

Kamis, 13 April 2023 - 05:39 WIB
loading...
Hadapi Gelombang Migran,...
Hadapi gelombang migran, Italia berlakukan keadaan darurat. Foto/Ilustrasi
A A A
ROMA - Italia mengumumkan keadaan darurat selama enam bulan sebagai tanggapan atas peningkatan jumlah migran yang melintasi Mediterania dari Afrika Utara.

Keputusan itu membebaskan dana 5 juta Euro atau sekitar Rp81,5 miliar dan bertepatan dengan kedatangan 3.000 migran dalam tiga hari.

Sejumlah kapal telah mendarat di pulau Lampedusa Italia dan penjaga pantai telah menyelamatkan sekitar 2.000 orang sejak Jumat.

Kedatangan migran ke Italia telah meningkat tajam dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, meskipun ada upaya dari pemerintah koalisi sayap kanan Italia untuk menekan migrasi ilegal. Sebuah perahu nelayan yang membawa 700 migran yang diselamatkan dijadwalkan tiba di pelabuhan di Sisilia pada Rabu sore.

Menteri Perlindungan Laut dan Sipil Italia Nello Musumeci berbicara tentang peningkatan 300% arus migran dan mengatakan itu adalah "darurat absolut" yang telah membahayakan infrastruktur Italia.

“Kita berbicara tentang fenomena yang tidak pernah terlihat di masa lalu. Pulau-pulau itu sendiri tidak dapat menangani keadaan darurat ini,” katanya seperti dikutip dari BBC, Kamis (13/4/2023).

Meski begitu, ia menegaskan keadaan darurat tidak akan menyelesaikan masalah. Itu membutuhkan intervensi yang bertanggung jawab oleh Uni Eropa.

Selain dana tambahan, tidak jelas bagaimana tindakan Italia akan mengatasi peningkatan jumlah di Mediterania, tetapi laporan mengatakan para pejabat akan dapat mempercepat prosedur penerimaan dan pemulangan mereka yang tidak diizinkan tinggal di Italia.

Baca Juga: Penjaga Pantai Italia Selamatkan 1.200 Migran yang Terombang-ambing di Laut
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Makin Kerdil, Pakar...
AS Makin Kerdil, Pakar Ini Sebut Eropa Kini Jadi Pemimpin Utama NATO
Turki Jadi Bagian Penting...
Turki Jadi Bagian Penting Arsitektur Keamanan NATO di Masa Depan
Usai Tewaskan 1.300...
Usai Tewaskan 1.300 Orang di Eropa, Gelombang Panas Ekstrem Kini Melanda AS
Jalanan di Inggris Meleleh...
Jalanan di Inggris Meleleh pada Suhu 45 Derajat Celsius, Ini 3 Alasannya
Merasa Dikucilkan di...
Merasa Dikucilkan di NATO, Erdogan Minta Turki Dimasukkan dalam Struktur Keamanan Eropa
3 Alasan Denmark Larang...
3 Alasan Denmark Larang Mengumandangkan Azan, Tidak Ingin Seperti Islamabad
Eropa Kepanasan tapi...
Eropa Kepanasan tapi Tak Mau Pasang AC: Dilema Iklim yang Bunuh 250 Orang dalam Seminggu
Hamas Mundur dari Pemerintahan...
Hamas Mundur dari Pemerintahan Gaza?
Izin Ekspor Minyak Dicabut...
Izin Ekspor Minyak Dicabut AS, Iran Siapkan Pembalasan
Rekomendasi
Superbank Gandeng OVO...
Superbank Gandeng OVO Perluas Akses Pembiayaan Digital Satu Aplikasi
Penuh Plot Twist! Simak...
Penuh Plot Twist! Simak Sinopsis Love Beyond Memory, Microdrama Seru di V+Short
Gugurkan Tren Penguatan,...
Gugurkan Tren Penguatan, IHSG Merosot 1,89% ke 5.873 Sore Ini
Berita Terkini
Iran dan AS Saling Serang,...
Iran dan AS Saling Serang, Trump: Gencatan Senjata Berakhir
3 Kali Serangan Rudal...
3 Kali Serangan Rudal Rusia ke Kyiv dalam Sepekan, Ukraina Makin Tak Berdaya?
Trump Luapkan Kemarahan...
Trump Luapkan Kemarahan ke NATO, Ini 4 Pemicunya
AS Makin Kerdil, Pakar...
AS Makin Kerdil, Pakar Ini Sebut Eropa Kini Jadi Pemimpin Utama NATO
Timur Tengah Kembali...
Timur Tengah Kembali Membara! Serangan Drone Iran Menarget Militer AS
AS dan Iran Saling Serang,...
AS dan Iran Saling Serang, Jutaan Orang Hadiri Upacara Pemakaman Khamenei di Irak
Infografis
8 Kebijakan Baru Pemerintah...
8 Kebijakan Baru Pemerintah Hadapi Tekanan Global! WFH hingga MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved