Persaingan Pengembangan Vaksin Covid-19 Mulai Merambah Pencurian Data

Senin, 20 Juli 2020 - 11:09 WIB
loading...
A A A
Kelin mengabaikan klaim bahwa Rusia akan mengambil keuntungan dengan pencurian data penelitian tersebut. Dia mengungkapkan, perusahaan farmasi Rusia, R-Pharm, telah bekerja sama dengan AstraZeneca untuk memproduksi vaksin yang dikembangkan Universitas Oxford. Dengan begitu, pencurian vaksin tidaklah penting.

Badan keamanan Inggris menyatakan para peretas menargetkan pengembang vaksin itu sebagai bagian dari kerja badan intelijen Rusia. Badan Keamanan Cyber Nasional Inggris (NCSC) mengatakan, 95% kebenarannya bahwa kelompok yang disebut juga dengan nama The Dukes atau Cozy Bear merupakan bagian dari layanan badan intelijen Rusia. Bukan hanya Inggris, AS dan Kanada juga mengungkapkan hal sama. Mereka menuding kelompok yang disebut dengan APT29 menarget berbagai organisasi yang terlibat daam pengembangan vaksin. Aksi itu bertujuan untuk melakukan pencurian data.

Sebelumnya, pemerintahan AS mengingatkan tentang ancaman serangan siber yang dilakukan Pemerintah China untuk mendapatkan perkembangan dan penelitian vaksin serta pengobatan virus corona. Laporan itu pertama kali diungkap The New York Times. Peringatan itu disampaikan Biro Penyidik Federal (FBI) dan Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS). Kedua lembaga tersebut memantau aktivitas aneh dari peretas pemerintah asing selama pandemi. Mereka memperingatkan pihak universitas, fasilitas penelitian, dan institusi kesehatan yang rentan terhadap serangan peretasan tersebut.

Lembaga keamanan di Inggris dan AS juga memperingatkan adanya aktor siber negara yang menarget lembaga kesehatan, perusahaan farmasi, dan organisasi penelitian. Beberapa firma keamanan siber juga menyatakan Rusia, China, Iran, dan Korea Utara meningkatkan aktivitas sibernya untuk mendapatkan informasi berkaitan dengan virus corona. (Baca juga: Perhatikan Ini! Hanya Tiga Bulan di Jawa Timur 361 Perawat Positif Covid-19, 13 Meninggal)

Direktur Kontraintelijen Nasional dan Pusat Keamanan Bill Evanina mengatakan, Pemerintah AS telah memperingatkan risiko organisasi penelitian medis mengenai aksi spionase. Namun, dia tidak mengatakan apakah ada laporan pencurian data. Bukan hanya AS semata, sumber keamanana Inggris juga mengatakan mereka juga mewaspadai aksi spionase itu.

Evanina mengungkapkan, lembaganya memberikan bantuan dan panduan untuk melawan lembaga intelijen asing terhadap pengusaha dan akademisi. “Kita telah bekerja dengan industri dan pemerintah dengan erat untuk menjamin mereka melindungi seluruh penelitian serta data mereka,” katanya kepada BBC.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Merasa Dikucilkan di...
Merasa Dikucilkan di NATO, Erdogan Minta Turki Dimasukkan dalam Struktur Keamanan Eropa
3 Alasan Denmark Larang...
3 Alasan Denmark Larang Mengumandangkan Azan, Tidak Ingin Seperti Islamabad
6 Fakta NATO Jelang...
6 Fakta NATO Jelang KTT Ankara, Memiliki 3,3 Juta Prajurit dan Anggaran Militer Terbesar di Dunia
Ketika Paris Lebih Panas...
Ketika Paris Lebih Panas dari Makkah, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
10 Tahun Brexit, Mayoritas...
10 Tahun Brexit, Mayoritas Rakyat Inggris Menyesal!
Gelombang Panas Sengat...
Gelombang Panas Sengat Eropa, 18 Orang Tewas di Prancis
Bumi Eropa Membara,...
Bumi Eropa Membara, Dunia Memilih Bisu: Pelajaran dari Gelombang Panas yang Tak Lagi Anomali
Update Gempa Venezuela:...
Update Gempa Venezuela: 1.430 Orang Tewas dan Ribuan Hilang!
Kalahkan Jerman di Piala...
Kalahkan Jerman di Piala Dunia, Paraguay Umumkan Hari Libur Nasional
Rekomendasi
Gapasdap: Penggunaan...
Gapasdap: Penggunaan B50 untuk Kapal Bebani Biaya Operasional Angkutan Penyeberangan
OTT di Kuansing, KPK...
OTT di Kuansing, KPK Minta Bupati dan Sekda Menyerahkan Diri
Keterbatasan SDM Jadi...
Keterbatasan SDM Jadi Tantangan di Papua, Talius Tabuni Dukung Penguatan Program Beasiswa Puncak Cerdas
Berita Terkini
Pertama Kali dalam 20...
Pertama Kali dalam 20 Tahun, Buffett Tunda Donasi ke Gates Foundation karena Kasus Epstein
Pasukan Keamanan Gaza...
Pasukan Keamanan Gaza Gagalkan Penyelundupan Narkoba Besar-besaran oleh Geng Antek Israel
Media Asing Soroti Nasib...
Media Asing Soroti Nasib Nadiem Divonis 10 Tahun Penjara: Eks Bos Gojek yang Dinyatakan Korupsi
Menteri Israel Usulkan...
Menteri Israel Usulkan Rencana Relokasi Gaza yang Libatkan Mossad
Pria Ini Bunuh Pacar,...
Pria Ini Bunuh Pacar, tapi Tewas Serangan Jantung saat Buang Mayat Korban
Apakah Gerakan Amal...
Apakah Gerakan Amal Bisa Menggantikan Hizbullah?
Infografis
Jadwal Imsakiyah Ramadan...
Jadwal Imsakiyah Ramadan 1447 H, Kamis 19 Februari 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved